
setelah acara makan malam amira pergi ke atas kapal dia melihat indahnya malam di tengah lautan , berdiri dan merasakan hembusan angin malam ada rasa damai di hatinya,tapi masih sedikit ada rasa sakit di hatinya ketika ingat kisah cintanya dengan raja. amira menatap langit " momi...maaf kan amira karena ternyata amira tidak bisa menolak kak rey,apa momi akan marah sama mira kalau amira dan kak rey ternyata saling suka" tiba tiba saja amira merasakan ada sebuah tangan melingkar di pinggangnya ,ternyata reyhan memeluk amira dari belakang.
" sedang apa di sini? jangan bilang sedang memikirkan aku" reyhan memang narsis kalau sama amira
" hmmm so tau"
" kalau tidak memikirkan ku jangan bilang sedang memikirkan laki laki lain" reyhan membalikan amira agar berhadapan dengannya.
" mmmm...tebakan mu benar sekali kak..kamu pintar" amira menggoda reyhan
" apa...siapa yang sedang kamu pikirkan? jangan bilang kalau kamu memikirkan si bajingan itu?" reyhan melepaskan tangannya.
" bukan...aku tidak memikirkannya untuk apa"
" jadi ada laki laki lain? kamu keterlaluan mira,baru saja kamu menerima cinta ku,sudah berani memikirkan laki laki lain.coba saja akan aku patahkan kakinya" reyhan emosi
__ADS_1
" coba saja kalau kaka berani sama papi ,aku aduin nanti" amira tertawa sambil berlari
" apa papi....??? jadi yang kamu pikirkan papi? dasar cewe bawel..." reyhan mengejar amira
terjadilah saling kejar antara dua mahluk yang sedang jatuh cinta. amira tidak kuat lagi akhirnya dia menyerah dan Reyhan langsung menarik pinggang amira " ayo gak bisa lari lagi sekarang,kamu sudah jadi milikku gak akan aku lepas lagi"
reyhan mencondongkan wajahnya ke wajah amira dan semakin dekat,makin dekat bahkan sangat dekat dan sudah tidak ada jarak lagi di antaranya.mata mereka saling beradu,menatap satu sama lain .seolah ada magnet yang menariknya bibir Reyhan sudah menempel di bibir amira ,bagaikan tersihir amira memejamkan matanya dan reyhan m*****t bibir ranum milik amira .ciuman yang singkat itu kini malah semakin mendalam terbawa suasana . amira merasa jika terus begini dia tidak akan mampu mengontrolnya lagi,karena suasana yang sudah mulai sepi karena semua sudah beristirahat hanya ada mereka berdua yang masih terjaga.
amira buru buru mendorong reyhan agar menyudahinya ,tapi reyhan malah mengencangkan pelukannya. " emmm ..kak...su mmm" amira berusaha berontak,reyhan melihat amira yang sudah ke habisan nafas barulah melepaskannya.
" maaf " reyhan mengusap bibir amira yang basah,amira hanya cemberut karena dia tidak pernah melakukannya bahkan dengan raja yang bertahun tahun pacaran. tapi baru saja dia melakukan itu dengan reyhan rasnya ada rasa kecewa . amira tidak mau lama lama bersama reyhan dia takut akan ada hal yang lebih lagi terjadi.
" tunggu sayang ,maaf...aku minta maaf soal tadi" reyhan mengejar amira
" sudah lah kaka aku tidak mau membahasnya,selamat malam " amira masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
reyhan tau kalau amira marah," siiiiitttt....aku gak bisa ngontrol diri kalau melihat bibirnya.aaaggghhhh....dia pasti kecewa sama aku" reyhan mengacak acak rambutnya.
hari sudah pagi semua sudah siap untuk bertemu rendi karena andre memberitahu kalau sebentar lagi kapal akan menepi dan itu artinya sudah akan sampai.
reyhan mendekati amira tapi amira cuek saja,dia masih kesal sama ke jadian semalam. sudah terlihat sebuh pulau yang indah di depan mata semuanya terpesona melihatnya.
" mami...cana ada papi?" leyira menunjuk pulau itu
" iyah sayang...di situ ada papi kamu,kita mau ketemu papi,kamu senang kan nak?"
"cenang...leyi cenang mam.kak ley cana ada papi yuk cana yuk ..." leyira menarik narik reyhan minta di gendong.
Reyhan segera menggendongnya " iyah kita akan ketemu papi,akhirnya kita akan berkumpul sama papi "
" asyiikkkk....kak mila kita temu papi ,kak mila cenang nda?" leyira bertanya pada mila karena mila terlihat murung.
__ADS_1
" iyah kak mira senang sekali " jawab amira sambil tersenyum pada leyira
kapal sudah menepi mereka semua siap untuk turun. dan begitu mereka turun dari kapal,ternyata ada seorang pria berbadan tegap dan gagah juga masih muda,usianya selisih lima tahun dan reyhan dia mendorong seseorang du kursi roda. ternyata itu fernandes dan rendi yang menyambut mereka.