
Reyna kesal pada Rendi yang tak percaya pada nya.
"jadi kamu kira aku yang melakukan itu,aku memang menolak memberikan nya tapi justru mereka yang menghina ku.dan aku tidak akan pernah mau memberikan nya"
" aku harap nanti sore setelah pulang kerja,kamu sudah memberikan nya.aku berangkat dulu". Rendy keluar dari kamarnya dan tersenyum pada Reyna.iah seprti biasa Reyna tak pernah membalas senyum itu.
" aaaaahhh.....aku benci semu ini.aku tak tahan lagi .sebaiknya aku pergi,dia pikir dia siapa beraninya menyuruh ku. dan mereka semua .aahh..aku benci semuanya." Reyna memberes kan baju nya ke dalam koper,ia ingin pergi saja rasanya sakit dan kecewa. namun si bibi masuk ke kamar dan mencegah nya untuk pergi dari rumah.
" nyonya...nyonya mau ke mana? "
" aku mau pergi dari sini,aku mau pulang"
" nyonya ini kan rumah nyonya,jangan pergi nya.nanti mereka justru malah bahagia kalo nyonya pergi. ikut saya nyonya..ayo ikut saya dulu" si bibi langsung menarik tangan Reyna dan menuntunnya ke ruang tamu.
" coba lihat nyonya,dan dengar kan percakapan mereka" ea di sana ada ibu mertua dan sinta yang sedang berbincang membicarakan rencana mereka
__ADS_1
Reyna mendengarkan percakapan mereka di balik tembok deket ruangan itu.
" ah ibu...ekting mu bagus sekali tadi.aku yakin Rendi akan percaya padamu bu.dan wanita ****** itu pasti akan pergi dari rumah ini secepat nya."
" oh tentu saja sayang,harusnya ibu dapat penghargaan ea .kita liat saja dalam hitungan jam dia akan segera memberikan per hiasan nya pada ibu. karna Rendi si anak bodoh itu pasti tidak akan membiarkan ibu nya kecewa.ia selalu menurut pada ibu."
" iah dia itu kan bodoh,manusia paling bodoh.dia kira kita beneran sayang padanya.kalo saja bukan karna hartanya.kita gak sudi baik baik kin dia.kapan kita ambil semua miliknya bu aku sudah gak sabar lagi."
" secepat nya saja sayang,kita harus menyingkirkan wanita itu dulu,kita buat mereka bertengkar ok!"
"hahaa....hahaaaa.....ibu memang hebat!".
" lihat nyonya ,jadi aku mohon jangan pergi .kasihan tuan nyonya. nyonya harus bisa bertahan , mereka sengaja ingin memisah kan kalian.agar mereka bisa menguasai semua milik tuan nyonya.
" Baik bi,kita lihat saja nanti apa dia akan tetap membela mereka setelah tau semuanya".
__ADS_1
*
*
" Lama sekali sih dia pulang nya,mau jam berapa ini belum pulang juga."
Reyna mondar mandir di kamar nya nunggu kepulangan Rendi,namum sudah waktunya jam pulang kerja Rendi juga datang. akhirnya setelah sekian lama menunggu Rendi pulang juga.
" nunggu aku ? bagai mana,sudah kamu kasih perhiasan nya sama ibu"
" ibu....ibu kamu bilang. kamu tau seperti apa wanita yang kamu panggil ibu itu?. kamu ini memang tidak tau apa pura pura tidak tau? atau kamu terlalu bodoh hingga mudah sekali di bodohin olah mereka.
kamu tau ibu mu dan adik adik mu itu hanya pura pura baik di depan mu.mereka itu hanya memanfaat kan kamu saja,membodohi mu agar mereka bisa menguasai mu.menjadi kan mu seperti boneka nya.mereka itu selalu berbohong padamu.di depan mu saja mereka baik"
bukan nya kaget,Rendi justru tersenyum pada Reyna.
__ADS_1
" Jadi sekarang kamu sudah tau? dengar Reyna aku bukan tidak tau,hanya saja aku tak mau tau apa yang mereka laku kan terhadap ku,.ea aku tau mereka membenciku,membohongi ku dan selalu bersandiwara di depan ku. hanya saja aku ini bukan tuhan Reyna yang pantas menghakimi mereka,lagi pula ibu itu orang tua.bagi ku ,menghormatinya adalah suatu ke wajiban jadi tak ada salah nya kita menghormati nya meski ia benci pada kita. aku hanya berharap,membalas ke bencian merek dengan kasih sayang akan merubah rasa benci itu jadi kasih sayang. dan bukan berarti kalo kita mengalah berarti kita kalah,jadi aku mohon pada mu.berikan saja perhiasan itu,aku akan membelikan perhiasan yang kamu mau.kamu boleh membelinya sesuka mu,"
tatapan mata Rendi yang teduh,penuh dengan ke tulusan membuat Reyna terpana.kata kata nya yang penuh dengan kasih sayang,membuat nya tak terasa mengangguk-anggukkan kepalanya.tanda bahwa ia setuju dengan Rendi.