
mama nindi mencoba membuka pintu kamar nindi dengan kunci cadangan.nindi sedang tertidur namun air matanya masih membasahi pipinya.
" kamu kenapa nak," mama nindi mengusap rambutnya
" mama..." nindi terbangun karena sentuhan dari mamanya
" kamu kenapa sayang? coba cerita sama mama"
" aku gak apa apa ko ma..cuma cape aja ."
" tapi kamu tidak bisa bohong sama mama nak"
" mama ini kaya peramal aja.aku gak apa apa ko ma"
" syukurlah kalau tidak apa apa ,tadi rendi titip salam buat kamu,katanya kalian ada janji .tapi sudah mama batalkan dulu karena mama lihat kamu butuh istirahat"
" oh iyah aku ada janji sama rendi .yah sudah kalau begitu"
*
*
*
setelah ke jadian itu nindi memutuskan akan tetap melakukan pernikahannya dengan rendi,karena dia memang mencintainya .masalah ke keperawanan nya itu akan dia bicarakan nanti setelah menikah,nindi kembali ceria seperti biasanya dia tetap menjaga rahasianya. sedangkan jonatan tetap mengintai nindi setiap hari meski dia tau nindi akan menikah dengan rendi,jonatan tetap berharap nindi bisa jadi miliknya.
__ADS_1
sampai suatu hari di saat hari pernikahan mereka sudah mulai dekat.
saat ini nindi sedang menunggu temannya di kafe untuk memberikan undangan.tapi tiba tiba
" ooooeekkkk....ooooo...."
nindi merasa mual sekali badannya terasa lemas
" ada apa dengan ku? kenapa aku mual sekali dan badan rasanya lemas,kepala juga pusing.apa.mungkin masuk angin karena terlalu capek menyiapkan pernikahan ku" nindi memegang kepalanya yang mulai pening tapi tiba tiba saja bruuuukkkkkk..... nindi jatuh di pelukan jonatan yang memang mengikutinya.
jonatan langsung menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit.
" di mana aku?" nindi sudah sadar
" kamu di rumah sakit"
" tadi kamu pingsan,kebetulan aku juga sedang ada di sana jadi aku membawa mu ke rumah sakit"
" terimakasih.."
tiba tiba dokter datang untuk memberi tau hasil pemeriksaan
" dok ..bagai mana kondisinya? dia sakit apa?" jonatan sangat khawatir.nindi yang melihat sikap jonatan merasa dia seperti seorang suami yang menghawatirkan istrinya.
" istri anda tidak apa apa tuan jangan khawatir"
__ADS_1
" istri...istri.." mereka kompak
" yah istri anda , selamat yah kalian akan jadi orang tua. istri anda sedang hamil"
" apa....hamil dok?" nindi tidak percaya dengan kabar yang ia terima.impiannya hancur seketika .
" terimakasih dok...kami permisi" jonatan memapah nindi segera membawa nindi keluar.
" lepaskan aku ..." nindi mengibaskan tangannya agar jonatan melepaskan pegangannya.
" nanti kamu jatuh,kamu kan sedang hamil" jontan terlihat sangat bahagia sekali.
" jangan sentuh aku .." nindi pergi meninggalkan jontan
jonatan tau mungkin ini suatu kabar buruk untuk nindi tapi baginya ini sebuah kabar gembira,dia akan memiliki anak dari wanita yang sudah membuatnya tergila gila,dan itu artinya dia juga bisa memilik nindi seutuhnya.
meski nindi membencinya dia tetap menjaga nindi dari ke jauahan.dia mengikuti ke Mana nindi pergi dia takut nindi jatuh pingsan lagi.
setelah nindi tau kalau dia hamil dia berusaha menguatkan hatinya untuk melepaskan rendi,karena dia tidak mungkin menikah dengan ke adaan hamil.itu akan jauh lebih menyakitkan buat rendi.
nindi menarik nafanya dalam dia berniat untuk menemui calon suaminya itu ,untuk membatalkan pernikahan mereka. meski akan menghancurkan nama baik keluarganya tapi ini satu satunya jalan.
nindi sudah membuat janji dengan rendi akan bertemu di taman.
" hay sayang..ada apa ? apa ada yang kurang dengan persiapan pernikahan kita?"
__ADS_1
" bukan...ada hal lain yang ingin aku bicara kan"