
setelah beberapa hari berlalu amira akhirnya akan wisuda dia minta raja untuk menemaninya.tapi sudah berkali kali di menghubungi nya tidak ada balasan ataupun jawaban.entah ada apa dengan raja ,amira tidak mau berpikiran buruk dia mencoba berpikir positif terhadap raja " mungkin dia sibuk,biar aku yang ke kantornya saja" amira memutusakan untuk bertemu langsung dengan raja ,meski sudah berkali kali dia mengirim pesan tapi tidak pernah di balas oleh raja .amira bergegas pergi ke perusahaan yang kini raja kelola dia pergi naik taksi karna memang amira tidak suka di antar oleh sopir bahakan dia tidak suka bawa mobil sendiri,dia lebih suka naik taksi ke mana mana katanya itu bisa membantu orang lain.
amira tiba di kantornya raja dan kebetulan bertemu dengan asistennya raja. " bram...maaf apa raja ada di kantor,aku ingin menemuinya.aku sudah telpon tapi tidak di angkat jadi aku kemari.bisa aku bertemu dia?" amira bertanya pada bram yang ke betulan dia juga sangat akrab dengannya.
tapi bram diam saja dia gelagapan ,dia tidak tau harus bicara apa sama amira . " hmmm itu...emmm raja.."
amira bingung dengan sikap bram,tapi amira merasa ada hal yang terjadi .tanpa menunggu perkataan bram amira langsung pergi ke ruangan raja,tapi bram mencoba menahannya " mira...tunggu .tunggu dulu,lebih baik kamu jangan masuk ."
" kenapa?bukannya dia tidak sedang meeting kan? biarkan aku masuk bram,aku mohon " amira menatap tajam bram dan itu membuat bram tidak bisa berkutik lagi.
__ADS_1
braaakkkkk.... pintu ruangan kantor raja di buka paksa oleh amira ,betapa terkejutnya amira melihat apa yang ada di hadapannya saat ini . badannya gemetar,hatinya bergemuruh . tangannya mengepal dan matanya melotot melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. air matanya lolos membasahi pipinya,dia hanya diam mematung .
"mira...." raja kaget melihat amira dia bergegas menurunkan wanita yang ada di pangkuannya dengan pakaian yang sudah tidak beraturan berserakan di mana mana .
amira syok dia bergegas pergi meninggalkan ruangan itu sambil menangis,sedangkan raja tidak bisa mengejarnya dengan ke adaan yang seperti itu.
bram mencoba mengejar amira karena dia tidak ingin temannya itu kenapa napa.
" apa lagi bram ... kamu tega sama aku .kamu sama bajingan nya dengan dia.dengan cara kamu menutupi kelakuannya dan membiarkannya berbuat itu di perusahaan.aku rasa kalian sakit " amira mengibaskan tangan bram
__ADS_1
" aku tau aku salah,aku sebagai teman mu aku minta maaf karna tidak memberi tau kamu.aku hanya menjaga perasaan mu saja "
" tapi apa dengan begini aku tidak terluka? apa kamu tau ini semua membuatku sangat sakit." amira pergi meninggalkan bram,tapi bram mencegah nya
"tunggu mira biarkan aku mengantarmu,aku akan lebih merasa bersalah jika membiarkan mu pulang sendiri dalam ke adaan begini" bram membawa amira ke mobilnya dia ingin mengantar amira pulang.hening di dalam mobil hanya ada suara isak tangis amira sesekali yang terdengar.
amira mulai menenangkan hati dan pikirannya.dia mulai bicara pada bram " sejak kapan dia begitu ?" amira bicara tanpa melihat wajah bram
" baru baru ini ,dia mulai berubah sikapnya setelah ketemu kamu waktu di kafe.aku lihat saat kamu ke toilet membersihkan baju yang ke tumpahan jus waktu itu dia melihat buku harian mu yang terjatuh di tasmu . aku tidak tau apa yang dia baca,namun setelah pamit pulang padamu waktu itu dia mulai marah marah tidak jelas,dan sering membawa wanita ke kantor. aku coba untuk mengingatkan nya,tapi dia tidak mau dengar. aku rasa kamu pasti tau kenapa,karna kamu yang punya buku itu"
__ADS_1
Deg.....jantung amira seakan berhenti berdetak".
apa mungkin raja membaca semuanya? meski tidak membaca semuanya aku rasa raja tau isi hati ku " amira terdiam