
setelah sampai di pulau milik fernandes. dewa segera menemui rendi yang ternyata kesehatannya mulai berangsur membaik,dia sudah bisa berjalan dan menggerakkan tangannya seperti dulu lagi. tapi dia masih gampang lelah dan sering sakit kepala.
lea selalu menemaninya ,dia tidak pernah merasa lelah atau bosan mengurus rendi. si kecil leyira sangat nyaman tinggal di sana karena banyaknya pengasuh yang menemaninya khusus untuk mengasuh leyira Fernandes sudah mendatangkan beberapa beby sister untuk leyira.
" hei bagai mana ke adaan mu?" ucap dewa
" begini seperti yang kamu lihat,saya sudah jauh lebih baik . wah kalian barengan datangnya apa kalian habis ada kerja sama?" ucap rendi
" iyah kurang lebih begitu iyah kan paman"
" iyah benar"
" paman??? " rendi mengernyit karena baru sekarang Fernandes memanggil dewa paman.
" iyah dia ingin memanggil ku paman,sekarang nambah lagi ponakan "
" atau mungkin mau jadi calon menantu juga bisa kayanya ,iyah dewa " ucap rendi sambil menaik turunkan alis nya
" oh iyah aku baru ke pikiran hahaa....haaaa"
mereka berdua tertawa bersama sama dan itu membuat fernandes salah paman dia tersenyum senyum karena berfikir dia akan di jodohkan dengan amira.
" sudah sudah kalian ini,kalau sudah bergurau gak ada habisnya.lihat kasihan fernandes dia jadi malu" nindi berusaha menghentikan mereka
" tidak apa apa " ucap Fernandes
__ADS_1
" oh iyah sampai lupa aku ada berita untuk mu'
" berita apa?'
" ini soal amira"
" apa yang terjadi pada amira?"
" jadi begini rendi....." dewa dan fernandes menceritakan semuanya pada rendi.dan itu membuat rendi syok sekali dia tidak menyangka kalau jonatan yang membuatnya celaka dan berfikir rendi yang mencelakai nindi. dia juga sedih kalau ternyata nindi di siksa oleh clara .
" jadi kurang lebih begitu ren..aku rasa kamu harus ikhlas jika nanti amira akan kembali pada orang tua kandungnya"
" aku tau ...aku tidak masalah soal itu,karena walau bagai manapun mereka memang orang tau nya"
" syukurlah kalau begitu"
" iyah sayang aku tau amira tidak mungkin melupakan kita"
" kalau begitu kita pulang saja,aku sudah rindu rumah" lea sudah ingin kembali pulang
" baiklah aku rasa juga begitu,fernandes terimakasih sudah sangat baik pada kami.kamu bukan hanya membantu ku,kamu juga sudah membantu keluarga ku termasuk amira.aku beruntung bisa bertemu kamu" rendi sangat berterimakasih pada fernendes
" sama sama tuan rendi,aku senang bisa membantu .jangan sungkan kalau memang butuh bantuan tinggal hubungi saja aku tuan"
fernandes memang orang yang baik
__ADS_1
" tentu aku pasti akan merepotkan mu lagi lain waktu"
" dengan senang hati aku siap untuk di repot kan ahahahaa.. "
" ahaaaahaaa....."
semua tertawa bersama. rendi melakukan pemeriksaan dulu sebelum kembali pulang,fernandes sudah mempersiapkan segalanya untuk ke pulangan rendi .termasuk menyiapkan orang untuk mengawalnya pulang.
" kalau begitu paman juga pamit pulang fernades ,jangan lupa kalau belum dapat calon istri kasih tau paman ok" dewa menefuk pundak fernades
" ah paman ....hati hati di jalan paman.kabark aku kalau nanti sudah sampai.hati hati tuan rendi dan nyonya rendi kabari aku juga kalau ada apa apa"
" pasti kami akan kabari nanti,sekali lagi terimakasih untuk semuanya. tapi masih ada satu hal yang aku ingin minta dari mu"
" apa itu tuan"
" bisa kah kamu tidak memanggilku dengan sebutan tuan,aku terkesan seperti majikan" rendi bercanda
" tidak apa apa , kalu tidak mau di panggil tuan lalu aku harus panggil apa?bagai mana kalau aku panggil papi apa boleh? tuan bilang kalau aku sudah seperti anak tuan kan jadi boleh aku panggil papi?"
" tentu saja aku senang mendengarnya,sekarng kamu adalah anak ku,jadi sebagai seorang anak kamu harus sering pulang ke rumah "
" a....apa, eemmmm baik lah nanti aku pualang pi"
" bagus....anak pintar"
__ADS_1
" hahhaaa...aahhhaa "
sekali lagi tawa mereka bergema kembali