
" Reyhan..."
Rendi dan suster terdiam mendengar suara itu,suara yang tidak asing buat Rendi.suara yang sangat Rendi rindukan.
"Re...y..han" suara itu kembali memanggil
Rendi langaung berbalik ke arah sumber suara.
dia melihat Reyna yang mengulurkan tangannya seolah dia ingin menggendong bayi nya.Rendi langsung kembali menghampiri Reyna sambil menggendong Reyhan " sayang...kamu bangun..terimakasih sayang kamu mau bertahan" Rendi tak henti hentinya mencium Reyna dia bahagia sekali.
"a...aku..ma..mau gen..dong Rey..han" suara Reyna masih terbata-bata dia belum sembuh sepenuhnya.
"tentu sayang...ini..lihatlah dia tampan bukan.hati hati kamu belum kuat"
"nak...ayah senang kamu sudah sadar" ayah reyna ikut bahagia dia menangis karna bahagia.
"saya akan panggil dokter dulu,permisi" suster pergi untuk memanggil dokter.tidak lama dokter datang dia memeriksa Reyna ." syukurlah nona sudah membaik tapi nona masih butuh perawatan sekitar seminggu lagi .nanti kita lihat perkembangannya karna nona masih belum pulih sepenuhnya.cara bicara anda masih belum lancar.jadi kita lihat nanti ke depannya bagai mana.kalau begitu saya permisi"
"terimakasih dok"
Reyna bahagia karna dia sudah bisa meliahat anak nya.tapi sayang Reyhan kembali di bawa ke ruangan bayi,karna kondisinya masih belum setabil. Rendi tak henti hentinya mengelus pipi reyna dia seperti tidak ingin Reyna tertidur lama lagi. "sayang..kamu tidur?"
reyna membuka matanya dia hanya tersenyum pada Rendi. "sayang jangan tidur lama lama lagi aku takut " kini Rendi ikut berbaring di ranjang Reyna.
"iyah"
"janji padaku ?"
__ADS_1
reyna hanya menganggukan kepalanya.
"kamu tau sayang,wanita ular yang katamu itu sudah aku bikin tersiksa di penjara,aku tidak mau orang yang sudah membuat mu seperti ini hidup tenang. sayang...aku juga di pukul oleh mantan terindah mu itu." tiba tiba Reyna mendongakan kepala nya karna reyna tidur di dadanya Rendi.
"kenapa melihatku begitu? kamu tidak suka aku bilang dia mantan terindah mu?.bagus kalau begitu "
Reyna memukul dada rendi pelan.
"mau mendengar ceritaku lagi?" Rendi sengaja bercerita semua hal saat Reyna tidak sadarkan diri.karna rendi tidak ingin ada yang di tutupi. Reyna mengangguk kembali,dia juga ingin tau apa yang terjadi.
"ok dengarkan...saar kamu tidak sadarkan diri Dina dan Dewa menjengukmu.tapi mantanmu itu dia mengajak ku ke taman.aku kira dia mu mengajak ku untuk bersantai menenangkan diri ,tapi ternyata di memukuli ku.dia marah padaku karna telah lalai menjaga mu. aku tau sebenarnta dia sangat sayang padamu,karna kamu sudah lama mengenalnya menjalani hari hari baik dan buruk.tapi aku yakin dia menyayangi mu hanya sebatas teman,aku harap begitu" Rendi terus membelai rambut Reyna. Reyna kembalu mendongakan kepalanya saat mendengar cerita Rendi,Reyna mencoba mengusap wajah Rendi dia tersenyum dan berkata
" aku...ba..ha..gia.memiliki...mu"
"oh...sayang.aku juga bahagia memiliki mu.kau adalah ke bahagiaan ku dan juga Reyhan" rendi kembali memeluk Reyna.
*
*
"ibu...bu..sayang...kamu di mana?"
istrinya yang sedang di taman bersama ibunya rendi berlari menghampiri suaminya." iyah aku di sini ada apa?"
"aku punya kabar gembira..."
"kabar gembira apa?"
__ADS_1
"anak kita sudah sdar sayang"
ibu Reyna kaget dia menutup mulut nya sambil menangis " terimakasih tuhan doa ku akhirnya terkabulkan"
ibu rendi yang mendengar ribut ribut dia pun menghampiri mereka " ada apa?"
"Reyna sudah sadar jeng..ayo kita ke rumah sakit"
"apa? menantu sudah sadar...syukurlah.ayo kita ke sana sekarng"
mereka berdua heboh langsung ingin pergi ke rumah sakit ,tapi ayah Reyna melarang nya.
"tunggu jangan..jangan.ke sana sekarang"
"ayah ini kenapa melarang kami.ibu sudah tidak sabar ingin bertemu Reyna"
"bukan begitu bu...ayah hanya tidak mau kalian malu"
"malu...malu..kenapa harus malu?"mereka berdua bicara bersamaan.
"lihat pakaian kalian..mau begini ke rumah sakit?"
mereka berdua pun melihat dari bawah sampai ke atas pakaian mereka. mereka hanya memakai celana trening dan kaos pendek juga memakai topi pantai.
" haha...ha..haaaa..haa." mereka tertawa bersamaan
"ya ampun sampai lupa saking bahagianya.tadi kita habis berkebun yah. yah sudah kita ganti baju dulu jeng.habis itu kita langaung jengukin Reyna."
__ADS_1