
Rendi mencoba menemui Reyna dia ingin menjelaskan tentang semuanya.tapi Reyna masih sangat emosi dia tidak mau bertemu Rendi. akhirnya Rendi hanya bisa menghabiskan waktunya di kamar Reyhan bermain bersama anaknya itu bisa mengurangi rasa gelisah nya meski hanya sedikit sampai akhirnya anaknya itu tertidur pulas.pintu kamar Reyhan terbuka Reyna masuk kedalam dia tidak tau kalau Rendi ada di dalam,saat Reyna mendekati Ranjang Reyhan dia baru sadar kalau ada Rendi di sana,reyna berbalik dia ingin kembali tapi terlambat Rendi tau kalau reyna di sana dia menarik tangan Reyna meski Reyna mencoba melepaskannya tapi tetap tidak bisa karna Rendi menariknya dalam pelukannya dia memeluk dengan erat meski Reyna berontak. Reyna terus memukul dada bidang Rendi sambil menangis tapi Rendi hanya diam dia malah mencium kepala Reyna sambil terus memeluknya
"pukul saja sayang sepuas mu,marah lah padaku semau mu tapi tolong jangan tinggalkan aku.,jangan diam kan aku.aku tidak sanggup,maaf kan aku" Rendi terus memeluk Reyna.
"ternyata kamu sadar kalau kamu salah, sekarang jelas kan semuanya siapa wanita yang kamu temui di rumah sakit?"
degg ..... jantung rendi seakan berhenti berdetak.
"jadi kamu tau soal itu"
"lebih tepatnya aku melihatnya,bagaimana kamu begitu perhatian terhadapnya membelikan kue ke sukaannya.dan dia bergelayut manja padamu.aku rasa sudah jelas dengan apa yang aku lihat ,sekarng aku minta kamu memilih ,aku atau dia yang akan jadi pendampingmu aku harap kamu bisa memilih salah satu" Reyna terus terisak
__ADS_1
"sayang dengarkan penjelasan ku dulu,aku tidak pernah mau memilih karna aku hanya suami mu ,hanya mencintaimu."Rendi berusaha meyakinkan nya.
"suadahlah tidak perlu berbohong lagi,bukan kah kamu dan dia sudah punya bayi.kamu mau menyangkalnya"
" huuuaaaaaa.....huuuaaaa . " Reyhan menangis
Reyna langsung menggendongnya dan menidurkan nya kembali.setelah melihat Reyhan tertidur Rendi menggendong Reyna ke kamar mereka,meski lagi lagi Reyna menolak Rendi "lepasin kamu apa apan sih"
"sudah diam sayang kita bicara di kamar saja,nanti Rey bangun" Rendi menurunkan Reyna di tepi ranjang.
flashback
__ADS_1
saat Rendi mengendarai mobilnya menuju kantor tiba tiba ponsel Rendi berdering dreeettt.." halo.."
" Ren..ini aku winda,aku tau harusnya aku tidak menelpon mu tapi aku gak tau harus minta bantuan siapa lagi.nindi masuk rumah sakit"
"kenapa? di mana sekarng?aku akan ke sana sekarng"
"dia ada di rumah sakit harapan,aku tunggu"
begitu sampai di sana winda menceritakan semuanya. setelah meninggalkan Rendi nindi menikah dengan tom suaminya yang sekarng,mereka menikah tanpa restu orang tua nindi karna nindi di usir oleh kedua orang tuanya. begitu juga sodara sodaranya membenci nindi,karna ulah nindi ibu nindi sakit sakitan sampai dia meninggal dunia. nindi menikah dengan tom kemudian hamil tapi pernikahannya hancur karna tom memilih wanita lain dan nindi di usir dari rumahnya dalam ke adaan hamil besar." jadi setelah di usir dia hanya menyewa rumah kontrakan kecil dan kumuh bahakan dia bekerja di warung pinggir jalan sebagi tukang cuci piring.aku bertemu dia di sana saat kebetulan aku makan di sana.dia tidak pernah memeriksa kandungan nya bahkan saat masih dengan suaminya,suaminya itu sering memukulnya beberapa kali kandungan nya hampir ke guguran dan tadi dia kelelahan kandungan nya harus segera di selamatkan makannya aku menghubungi mu.karna aku tidak bisa membantunya,karna ke uangan ku buruk."
winda menceritakan semua tentang nindi.
__ADS_1
"yah terimakasih sudah memberitaukan ku dengan begitu anaknya selamat.aku sudah membayar semua biyaya nya.tapi aku tidak bisa membantu lebih karna aku sudah berkeluarga.jadi aku harap kamu mengerti,aku membantunya hanya karna kemanusiaan saja"
"baiklah nanti kalu dia sudah sadar aku akan bilang kalau kamu yang menolongnya. sekarang pulang lah sudah larut malam biar aku yang menjaganya" Rendi hanya menganggukan kepala nya dan dia segera pulang.