
Reyna menceritakan semuanya tentang masalah yang sedang dia hadapi saat ini.Dina hanya bisa memberikan pendapatnya karna dia tidak tau ke benaran nya.
"setelah aku mendengar semua cerita mu. kalau aku jadi kamu aku tidak akan pergi dari Rendi,aku justru akan membuktikannya sendiri siapa sebenarnya yang salah.aku akan terus nempel sama Rendi gak akan aku kasih celah sedikitpun wanita lain masuk ke dalam rumah tangga ku.kecuali kalau memang orang yang kita cintai tidak mencintai kita" tiba tiba aura wajah dina berubah setelah kata kata terakhirnya.
"oh ..din.jangan sedih begitu.maaf aku jadi membuat mu sedih" Reyna tidak enak hati pada Dina.
"tidak apa apa,ini bukan salah kamu"
"baiklah jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?"
"kembalilah pulang,jangan sampai wanita itu bahagia meliat mu bertengkar dengan rendi.justru itu akan membuatnya bisa dengan mudah mendekati Rendi.pulanglah kalau bisa pepet terus suami mu itu" Dina tertawa kecil saat mengatakan kata terakhirnya.
"kamu bisa aja din,kamu benar aku harus nya bisa membuat wanita ular itu yakin kalau Suami ku hanya cinta padaku...baiklah aku akan pulang ."
"bagus...kalau begitu aku antar kamu pulang"
"ok..terimakasih"
"jangan sungkan"
akhirnya hanya beberapa jam saja Reyna pergi dari rumah.dia bertekad akan menyingkirkan wanita itu.
bibi yang melihat ke datangan Reyna langsung pergi ke ruang kerja Rendi memberitahu kalau Reyna sudah pulang
"tuan...tuan...nyonya sudah pulang"
"serius bi?? di mana dia sekarang" Rendi begitu bahagia mendengarnya
"tadi saya lihat nyonya pergi ke taman tuan."
Tanpa berpikir lagi Rendi langsung berlari menuju taman bunga mawar ke sukaan Reyna. di lihatnya wanita cantik ,yang sekarang hamil justru terlihat seksi karna lebih berisi .Reyna yang sedang berdiri memperhatikan bunga mawar yang bermekaran ,tiba tiba Rendi memeluk Reyna dari belakang .
"Sayang...kamu sudah pulang. tolong jangan tinggalkan aku.aku gak bisa jauh dari kamu dan buah hati kita ini" rendi mengelus perut Reyna yang memang sudah mulai membesar .
"aku tidak akan pergi.seprti aku merawat bunga bunga ku.seprti itu pula aku akan merawat pernikahan kita. aku sudah susah payah merawat nya tidak mungkin akan aku biarkan orang lain memetik bunga ke sayanganku."
Rendi memcium tengkuk reyna,dia memeluk Reyna dengan penuh perasaan." sayang...aku juga tidak akan membiarkan itu terjadi.karna aku hanya ingin bersamamu...dalam suka dan duka ku."
__ADS_1
" boleh aku minta sesuatu" Reyna ingin menguji Rendi
"apa pun itu,kamu bisa memintanya dari ku"
"mulai besok aku akan ikut kamu ke kantor,dan ke manapum kamu pergi ok!"
"oh baiklah sayng..kalau itu bisa membuatmu bahagia"
*
*
*
ke esokan harinya benar saja pagi sekali Reyna sudah mengobrak abrik lemari pakaian nya,dia bingung harus memakai baju apa untuk ke kantor rendi.karna perutnya yang sudah mulai membuncit jadi pakaian nya sudah mulai tidak muat.Rendi yang melihat istrinya belum siap langsung menghampirinya.
"sayang..ko belum siap.ini kenapa berantakan ,kamu cari apa sayang?"
"lihat deh yang...masa baju aku udah pada kecil gak muat .apa aku emang gendut banget yah sekarng?" Reyna murung dia menekuk wajahnya.
"emmm...modus"
"haha..haa...biarin sama istri sendiri ini"
"jadi gimana aku gak bisa pergi kalau begini"
"jangan sedih gitu..hari ini pakai baju biasa aja.kita gak usah ke kantor.kita cari baju buat kamu"
"serius...makasih sayang" Reyna mengalungkan tangannya di leher rendi dan dia mencium bibir rendi sekilas.
" sama sama istri ku ...aku tunggu di bawah.kamu siap siap yah"
"ok"
Rendi menunggu Reyna di bawah sambil menelpon Roy karma hari ini di tidak bisa masuk kamtor.jadi semua miting di serah kan pada Roy.
"ayo...aku udah siap" Reyna menarik tangan Rendi.
__ADS_1
"iyah sayang pelan pelan nanti jatuh"
dan mereka pergi ke butik khusus pakayan hamil. Disaat reyna sedang memilih pakaian.
"hai....kamu sedang belanja?" sapa Jesi pada Reyna
"ah..iyah. kamu sedang belanja juga?..emm tapi di sini kan untuk wanita hamil saja?" reyna mencoba tenang dan biasa saja.
"ah tidak...kebetulan ini butik saya."
"oowh yah...aku baru tau,saat aku belanja beberapa kali aku tidak melihatmu?"
"kebetulan aku punya beberapa butik jadi tidak selalu di satu tempat.kebetulan hari ini aku di sini.kamu sendiri?"
"oh tidak aku sama suami ku.kebetulan dia sedang mencari minuman yang aku mau."
"soswiit suami idaman" Jesi tersenyum sinis
"begitulah..permisi saya mau mencobanya dulu."
"oh silahkan"
saat sedang mencoba baju di ruang ganti.jesi mengganti kain keset yang ada di depan pintu dengan kain keset yang licin karna sudah di basahi minyak.
setelah mendapatkan minuman yang Reyna mau rendi kembali ke butik .dan dia di sambut oleh jesi.
"hai...apa kabar?"
"kamu di sini?"
"iyah aku yang punya butik ini"
saat Rendi sedang menggobrol tiba tiba terdengar suara...
bruuuggg." aawwww.....sakitttt....tolong...sakit"
"Reyna....sayang...." Rendi berlari ke arah suara Reyna
__ADS_1