
gak terasa usia kandungan nya sudah masuk 4 bulan.dan perusahaan nya Rendi makin besar .dia sukses bisa membuat perusahaan nya berkembang pesat.karna perusahaan nya sudah besar dia ingin membelikan kado untuk Reyna.
" pagi sayang...pagi sayang nya dedi" Rendi bergantian mencium Reyna dan mencium calon bayi nya.
"pagi juga dedi..,yang kamu mau berangkat sekarang?"
" yah kita akan keluar hari ini"
"maksudnya kamu dan aku? kita mau ke mana?"
"aku punya kejutan buat kamu" Rendi mencubit hidung Reyna
"ich apaan sih ..suka banget nyubitin hidung aku sekarang"
"habis nya kamu lucu yang...udah sana siap siap kita berangkat taksi nya sudah nunggu"
"ok aku siap siap dulu"
lumayan lama nunggu Reyna akhir nya dia keluar juga.mereka pergi ke sorum mobil mobil mewah.Reyna terkejut karna Rendi membawanya ke sana.karna Reyna tidak pernah tau kalu perusahaan yang di milikinya sekarang sudah sangat baik dari sebelum nya.Rendi meminta Reyna untuk memilih sesuai keinginan nya.
."sayang kau mau yang mana? pilih yang kamu suka"
Reyna ragu takut nya Rendi tidak bisa membelikan nya kalo dia pilih yang mahal."sayang kamu yakin?apa uang kamu cukup.?"
__ADS_1
Rendi tersenyum" cukup sayang buat beli 10 mobil yang ada di sini"
Reyna senang mendengarnya dia memilih mobil seperti yang dulu dia punya.begitu pun Rendi dia memilih untuk nya.
setelah memilih mereka langsung pergi ke dokter untuk periksa kandungan Reyna.tanpa di sengaja di sana mereka ketemu dengan Dina.yang sedang mengantar sepupunya untuk kontrol.
" hai apa kabar" Reyna mencoba menyapa dina. dan dina mencoba ngobrol bersama.
"aku baik.kamu bagai mana ?dd bayi nya rewel gak"?
"gak ko gak rewel,kamu bagai mana hubungan kamu dengan Dewa apa lancar?
hmmm ..Dina menarik nafas dalam
"hmmm...sabar aja aku yakin lama lama dia akan menyadari segalanya.oh yah maaf aku gk bisa lama lama aku ada urusan lain".tidak lama kemudian Rendi pun datang setelah ngambil obat Reyna.mereka pamit pulang pada Dina. entah kenapa hati dina sedih melihat ke mesraan mereka
"ah andai saja Dewa.Semanis itu padaku,andai dia juga mencintai ku .mungkin aku gak akan seperti ini , aku harus benar benar bisa melupakan nya"
dina benar benar merasa sulit melupakan nya,entah kenapa semakin mencoba melupakan justru bayangan Dewa semakin berkeliaran di dekat nya.
tiba tiba ada yang menepuk bahunya,dina kaget dan cepat menoleh ke belakang. di lihat nya Dewa yang tersenyum padanya
" aku benar benar sudah gila kaya nya.sampai sampai berhalusi nasi melihat nya di sini.oh ya ampun Dina.....bangun bangun " dina mengetuk ngetuk kepalanya tapi terasa sakit. dewa.segera menghentikan tangan Dina.
__ADS_1
"kamu ini kenapa,dan apa tadi kamu bilang berhalusinasi.oh ternyata kamu mikirin aku yah.." dewa menaik turunkan alis nya.
Dina kesal dan malu ternyata itu nyata. " apa perduli mu.lagian ngapain kamu di sini ganggu orang saja" dina cemberut karna kesal sama dewa..
" aku sengaja ke mari kata bi atun kamu pergi nganter sepupumu kontrol. abis aku tlp kamu gak pernah di angkat. kamu kenapa sih Din? masih marah sama aku?"
Makin kesel aja Dina dengan pertanyaan Dewa yang hl mutu.dima diam saja tidak menjawab pertanyaan Dewa. saat Dewa mau bicara sepupunya keluar dari ruangan dokter.
" aku sudah selesai,kita pulang" dia menarik tangan Dina dan mengajak nya pergi.dewa hanya melongo melihat Dina pergi gitu saja. dan seperdetik kemudian dewa mengejar Dina.
"tunggu din,aku mau bicara tolong kasih aku kesempatan buat bicara dengan kamu" dan dewa melirik sepupunya dina kemudian
" berdua,hanya berdua" jelas dewa saat melihat sepupunya melirik nya
"ok...nanti aku hubungi kamu,sekarang aku mau anter dia pulang"
Dina pun pergi tanpa permisi dulu pada Dewa.
Dewa manarik nafas nya dalam.,dia mulai merasa ada yang kurang saat beberapa hari tanpa Dina.
"entahlah din..aku gak tau ini perasaan apa,yang jelas aku merasa ada yang hilang saat kamu mulai menjauh."
itu lah yang ingin dewa katakan..tapi sayang hanya dalam hati.
__ADS_1