Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
amira pingsan


__ADS_3

Reyhan sudah siap siap berangkat ke bandara semua keluarga ikut mengantar kecuali amira yang tidak ikut mengantar kaka nya itu ke bandara. Reyhan menolak di antar dengan pesawat pribadinya alasannya ingin menikmati ke hidupan normal.mungkin selama ini dia merasa tidak normal karna ada embel embel nama papi dan opah nya . " hati hati di sana yah sayang,jangan lupa kasih kabar mami terus yah" lea memeluk reyhan " iyah mami aku akan kasih kabar terus sama mami asal jangan ada yang cemburu saja nantinya" Reyhan menggoda papinya


" cemburu. .. siapa,pacar kamu? " lea masih belum paham ,reyhan memegang jidat nya " ya ampun mami ini lama kalau mikir,yah papi lah yang cemburu di kan sugar dedi "


pletak...


Rendi menjitak kepala anak nya itu ," kalau ngomong tuh hati hati Rey" lea malah ikut tertawa " ampun pi.." reyhan mengusap kepalanya.


" titip salam buat mira yah mi..tolong hibur dia."


"tentu sayang mami pasti akan menjaga amira,ingat kasih kabar " lea kembali mengingatkan Reyhan.


"pasti mi..,oma ,opa rey berangkat yah jaga ke sehatan kalian ingat umur" Reyhan memeluk oma dan opa nya sekaligus mendapatkan pukulan dari oma " kamu ini gak sopan sama orang tua"


selesai pamitan Reyhan berangkat naik pesawat ,semua keluarga kembali ke rumah,lea langsung ke kamar amira dia hawatir terjadi sesuatu padanya

__ADS_1


" amira sayang.. ini mami na,boleh mami masuk?"


tidak ada jawaban dari amira,lea mencoba kembali mengetuk pintunya dan memanggil amira tapi tetap tidak ada jawaban dari amira.lea memanggil Rendi " mas....mas rendi amira mas.." Rendi yang mendengar lea teriak teriak buru buru menghampirinya


" ada apa sayang ,kenapa teriak teriak?"


"amira mas...aku ketok kamarnya tidak ada jawaban..pintu nya juga di kunci aku hawatir" lea panik sekali


"mungkin dia tertidur sayang ,ayo kita coba lagi" rendi mengajak lea mengecek kamar amira


"itu bu,..lea memanggil amira, kamarnya di kunci di panggil panggil tapi jawaban " rendi mencoba menjelaskan


"kalu gitu ayo kita cek kesana ibu hawatir" merka mengecek kamar amira dab benar saja berkali kali di panggil tetap saja tidak ada jawaban dari amira.rendi mengambil kunci cadangan dan akhirnya kamar amira bisa di buka. lea langsung memeluk amira yang terbaring di lantai " amira....mira...bangun nak,kamu kenapa sayang." lea menangis melihat amira yang tidak sadarkan diri. " sayang bangun nak,Rendi mencoba menyadarkan amira dia menggendong amira ke tempat tidur nya .


"lebih baik kamu panggil dokter ren,biar ibu dan lea yang menjaga nya" oma amira juga hawatir

__ADS_1


"baik bu,aku panggil dokter dulu" Rendi menelpon dokter keluarga untuk memeriksa ke adaan amira.


sambil menunggu dokter lea dan oma mencoba membangunkan amira dengan minyak angin tapi dia tetap tidak sadarkan diri.dokter datang untuk memeriksa ke adaan amira,setelah selesai memeriksa dokter berbicara pada rendi " tuan amira harus di rawat karna badan nya lemah kemungkinan dia tidak makan atau minum cukup lama.jadi saya sarankan dia harus di infus agar bisa pulih kembali,dan hindari stes berat itu bisa mengakibatkan kondisi nya drop" dokter menjelaskan kondisi amira saat ini " baik lah dokter,tapi saya minta di rawat di rumah saja"


"baik saya akan sediakan perawat untuk berjaga di sini.saya akan memantau nya juga" dokter kembali untuk mengurus untuk perawatan amira. Rendi menemui lea untuk berbicara soal amiara. " bagai mana mas,apa kata dokter?" lea cemas karna amira belum juga sadar " sepertinya amira terlalu sedih dia tidak makan dan minum juga terlalu setres jadi badannya lemah jadi dia harus di beri infus agar bisa pulih" rendi menjelaskan apa yang dokter katakan


" kasihan dia mas,apa sebaiknya kita katakan saja mas.aku tidak tega melihatnya seperti ini" lea sedih karna secara tidak langsung mereka telah menyiksa hati amira dengan tidak jujur padanya " kita tunggu saja sampai waktunya.aku yakin dia bisa melupakan Reyhan seiring berjalannya waktu.mungkin itu lebih baik" Rendi sebenarnya takut amira berubah jika tau kalau dia buakan anaknya dan dia takut amira membencinya " tapi mas kita kan sudah sepakat akan mengatakan nya,kenapa sekarang berubah?" lea tidak mengerti kenapa rendi berubah pikiran


"kita beri waktu untuk amira mengontrol perasaannya "


"tapi ini bukan soal perasaan mas,ini soal ke benaran . cepat atau lambat amira akan tau mas" lea mencoba menjelaskannya kembali. saat mereka sedang berdebat dokter datang dengan perawatnya" maaf tuan permisi saya mau memasang infus nona amira"


" silahkan dok" rendi dan lea saling pandang. dokter memasang kan infus dan memberikan obat pada amira." tuan dan nyonya saya harap jangan membuatnya banyak berpikir dulu tunggu samapi kondisinya stabil" dokter mendengar perdebat mereka jadi dia memberi saran pada pasangan suami istri itu.


"baik dok akan saya usahakan" lea mencoba mengrti.

__ADS_1


☘️ hai semua pecinta SUAMI KU CINTA KU maaf yah kalau masih banyak ke kurangan.terimaksih sudah setia selalu,semoga selalu di beri ke sehatan dan kw bahagaiaan 🥰🥰 semangat ☘️


__ADS_2