Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
dia anak kita


__ADS_3

"ada apa ini,sepertinya senang sekali" tanpa Reyna dan nindi tau ternyata Rendi sudah ada di sana melihat mereka berpelukan.


" mau tau aja ini urusan wanita jangan kepo" Reyna mendekati Rendi


"ok baiklah parawanita...,aku hanya ingin bilang kalau bayi Amira sudah bisa di bawa ke ruangan ibu nya. dan besok kalian sudah boleh pulang" nindi tersenyum bahagia karna dia sudah bisa bertemu anak nya.tapi dia juga sedih kemana mereka harus pulang.


Reyna yang melihat perubahan raut wajah nindi setelah mendengar kabar dari rendi dia tau kalu nindi pasti bingung harus tinggal di mana.


"kamu tenang saja,kami akan carikan tempat tinggal untuk kalain.dan aku juga akan siap kan suster untuk bantu kamu ngurusin amira.kamu tenang saja semuanya biar aku dan Rendi yang urus. percayalah padaku" Reyna menggenggam tangan Nindi.


"terimakasih..aku tidak tau harus bagai mana membalasnya"


"sudah lah..eh itu Bayi A datang....haiii sayang,kamu cantik banget " Reyna langsung mengendong bayi A saat suster mengantarkan nya.


"Lihat nin..dia cantik sepertimu" Reyna memberikan Amira pada ibunya.


"iyah dia cantik...hay sayang anak ibu cantik sekali. kenalkan nak ini momi dan papi kamu,mereka juga akan jadi orang tua mu" nindi melirik pada Reyna dan Rendi.

__ADS_1


" bolehkan amira menganggap kalian orang tuanya juga?"


Rendi melirik pada Reyna dan Reyna pun mengangguk


" tentu boleh kita senang bisa punya anak perempuan yang cantik begini.nanti bisa main sama kaka Reyhan,iyah kan sayang"


"iyah..tentu saja" ucap rendi


" oh yah..kalian sudah punya anak laki laki.pasti dia jadi anak yang tampan" nindi antusias membayangkan wajah Reyhan


"tentu saja papi nya juga tampan.,pasti anak nya tampan" dengan Percaya dirinya Rendi memuji dirinya sendiri.


"uuhh tentu saja karna mominya juga cantik ,iyah kan?" Reyna tidak mau kalah. dan akhirnya mereka tertawa bersama.Reyna dan Rendi pamit pulang dan berjanji akan kembali besok untuk membantu mereka berkemas.


ke esokan harinya Reyna dan Rendi sudah siap untuk pergi ke rumah sakit." sayang apa rumah yang akan di tempati Nindi sudah siap?" reyna ingin tau


"aku sudah menyuruh Roy untuk mengurusnya.nanti tinggal pilih saja mana yang cocok"

__ADS_1


"ok kalau bagitu cepat akau sudah gak sabar ingin ketemu amira" Reyna sangat antusias


sesampainya di tumah sakit Reyna dan rendi tidak mendapati Nindi di sana,hanya ada Amira di box bayi.mereka sudah mencari nya tapi tidak ketemu. kemudian saat akan menanyakan nya pada perawat tiba tiba seorang suster mendekati Rendi dan Reyna


" maaf bu,bp tadi bu nindi sudah pulang tapi dia menitipkan anak nya di sini katanya nanti di jemput sama ibu dan bp,dan ini ada titipan buat ibu" suater itu memberikan secarik kertas pada Reyna.


Reyna menerimanya dia langsung membukanya


"DEAR...REYNA. maaf aku terpaksa melakukan ini.aku tidak pantas mendapatkan semua ini dari kalian .kamu adalah wanita yang paling baik yang pernah saya temui.jujur saya malu tapi ini terpaksa saya lakukan .terima kasih kamu mau berteman dengan saya,aku tidak mungkin tinggal di antara kalain.aku takut akan ada percikan api di dalam rumah tangga kalian kalau aku terus saja ada di antara kalian.


aku pergi...maaf aku titip amira pada mu. aku yakain kamu bisa menyayangi nya karna kamu wanita terbaik yang pantas jadi ibu Amira.aku tidak bisa merawatnya.maaf kan aku,tolong sayangi dia seprti anak mu sendiri. aku pamit,salam sayang ku untuk kalian..NINDI". Air mata reyna mengalir saat membacanya.


"sayang kamu kenapa? apa isi suratnya?" Rendi mengambil suratnya dan membacanya.


"jadi menurut mu bagai mana sayang,kalau kamu tidak mau mengurus nya kita bawa ke panti saja" rendi bertanya pada reyna


"jangan...aku akan merawatnya dia anak kita sekarang.tolong kamu urus semuanya sayang.aku akan membawanya pulang sekarang"

__ADS_1


"baik lah sayang,aku akan menyuruh roy untuk mengurus nya"


__ADS_2