
"kau ini mengagetkan saja" Dewa mencoba menghindar
"jangan bicara macam macam yah"
"aku gak macam macam,emang aku bicara apa?" dewa terus saja menghindar
"kau ini,ayo ikut aku kita bicara sebagi laki laki" rendi merangkul leher Dewa
"Dasar mereka tidak pernah berubah" dina masih saja heran sama kelakuan mereka.
"begitulah..,ayo aku akan tunjukan kamar kalian."
Reyna dan dina sibuk dengan anak anaknya sedangkan Rendi dan Dewa sibuk membicarakan bisnisnya ,sampai waktu tidak terasa sudah waktunya makan malam.Reyna dan anak anak sudah siap di meja makan begitu juga dengan dina,sedangkan bayi kembar sedang tidur dengan susternya .
Reyna memanggil Dewa dan Rendi karna mereka masih saja sibuk di ruang kerja.
"sayang...ayo makan dulu..oh yah apa ibu sudah bilang mau pulang jam berapa?"reyna heran karna mertuanya belum juga pulang
"emang nya ibu belum pulang? ini sudah malam,ibu belum kasih kabar ke aku sayang.biar aku coba telpon"
Rendi mencoba menghunungi ibunya tapi ponselnya tidak aktif
__ADS_1
"sayang ponselnya tidak aktif.apa semalam ibu lupa mengecas ponselnya"
"mungkin saja sayang,kita makan dulu saja nanti kita telpon lagi" Reyna mencoba menenangkan Rendi
"ayo dewa kita makan dina sudah menunggu "mereka akhirnya makan malam bersama,semua bahagia saling bertukar cerita bahkan ada yang menagih hadiah dari Dewa dan dina ,tentu saja siapa lagi kalau bukan Reyham dan Amira. saat sedang bercengkrama tiba tiba Rendi dapat telpon dari nomber yang tidak di kenal
Dreeettt...
"ya halo dengan siapa ini?"
"iyah halo saya dari ke polisian ,maaf pa apa benar ini dengan pa Rendi? saya dapat kartu nama bapa di dompet seorang ibu dia kecelakan sekarang sedang berada di rumah sakit harapan.apa bisa bapa ke mari untuk memastika korban" ucap seorang polisi yang menemukan korban ke celakan mobil.
pranggg .... ponsel Rendi jatuh berserakan.badan nya terasa gemetar . kakinya lemas tak kuat menahan beban badannya .rayna dan semua yang ada di meja makan panik dan langsung menghampiri Rendi " ada apa sayang,kenapa?" Reyna ingin tau apa yang terjadi
"Ren...sadar.coba minum dulu." Dewa memberikan segelas minum.
"papi kenapa? kenapa papi diam saja mi..?" amira sedih melihat papinya syok.
" tadi polisi telpon katanya ada korban tabrakan mobil ,korbannya seorang ibu dan di dalam tasnya ada kartu nama ku. apa mungkin itu ibu?":Rendi muali cemas
"kalau begitu kita kesana untuk memastikan korban nya ibumu atau bukan" Dewa mencoba memberi solusi
__ADS_1
" baik lah kita pergi sekarang ke rumah sakit harapan" rendi mengajak Dewa untuk melihatnya.
"Sayang tolong jaga anak anak dulu aku dan rendi pergi dulu" Dewa mencium kening dina
"hati hati"Dina melepas pelukannya
"sayang aku pergi dulu,nak papi pergi dulu" Rendi tak mau kalah dia mencium Reyna dan anak anak nya
mereka pergi menuju rumah sakit yang di tuju.di sana sudah ada polisi di depan ruang IGD. Rendi menghampirinya dan menanyakan siapa yang kecelakaan.polisi menyuruhnya menunggu karna pasien sedang di tangani oleh doktwr.dan saat dokter keluar rendi lamgsung minta penjelasan tentang kondisi pasien measki belum tau siapa orangnya. dokter menjelaskan bahwa pasien sudah tidak bernyawa lagi karna darah yang tidak berhenti dari kepalanya. Rendi akhirnya masuk setelah dokter mengijinkannya untuk melihatnya.
Bruuukkk......Tubuh Rendi jatuh dia tidak kuat saat kain penutup wajahnya di buka.seperti di sambar petir semua terasa sakit,hatinya hancur melihat orang yang di sayang sudah terbujur kaku.Dewa langsung menolong rendi untuk berdiri,rendi merangkul Dewa dia tidak tahan dengan ke sedihan nya.
"Ren...yang sabar .. aku turut berduka.kamu harus kuat ,ada anak anak dan istri mu yang membutuh kan mu. aku juga tau rasanya ke hilangan ibu itu seperti apa aku harap kamu bisa kuat menghadapinya." Dewa merangkuk bahu Rendi. tapi rendi hanya diam saja dia menatap wajah ibunya.Dewa segera keluar dan memberitaukan polisi kalau itu adalah ibunya rendi
dewa mengurus semuanya dia juga memberikabar pada orang rumah,semua mempersiapkan untuk peristirahatan terakhir ibu rendi .mobil jenazah telah tiba di pemakaman semua keluarga,sahabat dan rekan kerja rendi ikut mengantar kan hanya anak anak nya saja yang tidak hadir di sana.proses pakaman sudah selesai semua pelayat sudah berangsur pulang.kini hanya tinggal kelurga saja yang masih ada di pemakaman. saat semua sedang berdoa gadis kecil yang selalu di bencinya tiba tiba saja menangis sambil berbicara pada mominya
"mi..kenapa grenmah tidur di bawah sana,di sanakan gelap,kotor.kasian grenmah mi..ayo kita ajak pulang grenmah" air matanya terus mengalir membasi pipi mungilnya tangannya terus menarik tangan mominya memintanya untuk mengajak grenmah nya pulang.
"sayang...dengarkan mi.grenmah tidak bisa ikut sama kita.sekarang disini tempat grenmah tidur.tapi grenmah selalu ada di jati kita.grenmah sudah tidak akan pernah bangunlagi sayang" Reyna mengusap air matanya juga air mata amira.
"kenapa mi? apa grenmah marah sama mira lagi? karna mira nakal yah mi? mira janji ko mira gak akan nakal lagi grenmah,mira juga gak bakal nyusahin kak rey lagi.mira akan jadi anak yang mandiri seperti kata grenmah,biar gak nyusahin mi,pi,sama kak rey. mira juga janji gak akan ganggu grenmah lagi,asalkan grenmah ikut kita pulang.ayo mi..,ajal.grenmah pulang" amira terus meminta grenmahnya pulang.semua tak bisa menahan tangis nya melihat amira yang begitu sayang pada grenmahnya meski dia tidak pernah di sayang oleh grenmahnya.Reyna memeluk amira dia gak bisa menahan air matanya.begitu juga dengan Rendi dia menggendong gadis kecil itu.
__ADS_1
"sayang..kita pulang yah.jangan nangis lagi.pi tau kamu anak baik jadi mira harus nurut kalau ingin grenmah tidak marah lagi sama mira.grenmah tidak mau liat mira nangis.grenmah ingin mira kuat jadi anak yang baik harua nurut sama mi dan pi. jadi sekarang kita pulang yah" Rendi memcoba menghibur amira dan amira mengangguk menuruti apa yang rendi katakan.