
"sayang....kamu kenapa" Rendi panik karna melihat Reyna berdarah.dia langsung menggendong Reyna keluar dari sana.
" istrimu kenapa Ren..jesi pura pura perduli
"aku tidak tau ,aku mau ke rumah sakit"
"hati hati" jesi tersenyum sinis.
Rendi membawa Reyna ke rumah sakit dengan sangat panik,dan terus saja menggenggam tangan Reyna.
"sayang...bersabar lah....aku akan membawamu kerumah sakit.sayang sadarlah.."
sesampainya di rumah sakit Rendi berlari manggil suster menuju ruang IGD.
" suster....tolong istri saya.tolong selamatkan dia dan anak saya"
"baik tuan...tolong anda tunggu di luar biar kita ambil tindakan "
rendi menunggu di luar dia mondar mandir sangat cemas.dokter keluar dari ruangan itu .rendi langsung menghampirinya.
"dok bagai mana kondisi istri saya?"
"maaf tuan dengan terpaksa kita harus lakukan oprasi demi ke selatan nyawa ibu dan anaknya.itu artinya anak anda akan lahir prematur.saya minta persetujuan anda karna kalau kita terlambat di antara mereka akan ada yang tidak bisa di selamatkan"
"baik dok saya setuju,lakukan yang terbaik dok.berapa pun akan saya bayar."
"silahkan anda tandatangan dulu ,saya akan melakukan yang terbaik.berdoa saja semoga semua nya lancar dan baik baik saja.saya permisi"
"baik dok."
Rendi segera menandatangani surat persetujuan oprasi.Reyna di bawa ke ruang oprasi ,Rendi memberi taukan ibunya kondisi Reyna saat ini. dia juga menelpon ibu dan ayah Reyna.
"halo bu...Reyna masuk rumah sakit,dia jatuh.dan sekarng harus di oprasi.ibu bisa ke sini,nanti Roy yang jemput ibu"
__ADS_1
"Apa...baik lah nak ibu ke sana sekarang ,kamu yang sabar nak."
"terimakasih bu"
"Halo...ayah..maaf kan aku,Reyna masuk rumah sakit sekarng sedang di opersi ."
" ada apa sebenar nya kenapa bisa begitu,bukan kah persalinannya masih lama?"
"nanti aku jelas kan di sini.apa ayah dan ibu bisa datang?"
"iyah nak.,ayah akan ambil penerbangan satu jam lagi.ayah minta tolong jaga Reyna.ayah dan ibu secepatnya ke sana"
"baik ayah...terimakasih"
tidak lama kemudian ibu Rendi dan Roy datang.
" nak...bagai mana bisa terjadi seperti ini .ibu bilang kan jaga dengan baik istrimu.bagai mana ke adaan nya"
"semoga baik baik saja" ibu Rendi hawatir sekali dia sadar kalau menantunya itu sangat lah baik.
"Roy..tolong kamu cek sisi tv di butik jesi.aku ingin tau bagi mana ini bisa terjadi"
"baik tuan." Roy pergi ke butik jesi.
tidak lama kemudian terdengar suara tangis bayi
"oooooaaaa....oooooaaaaaa"
"bu...itu suara bayi ku...dia sudah terlahir"
"syukurlah...semoga ibunya baik baik saja"
"kelurga ibu Reyna..." suara suster , dia membawa bayi nya yang akan di bawa ke incubator.
__ADS_1
"saya suaminya"
"selamat anak anda laki laki..tapi karna bayi anda prematur kita harus merawat nya khusus untuk bayi yang prematur.jadi saya akan membawa nya ke ruangan bayi "
"baik sus,tapi boleh saya melihat nya"
"silahkan pa"
Rendi melihat mahluk kecil mungil itu seprti bukan bayi pada umumnya karna sangat kecil,hanya sebesar botol minum.karna berat nya hanya 1,5.kg. Rendi menitikkan air matanya. dia tidak kuasa melihatnya.
"sayang...ini papi...yang kuat yah nak,cepet tumbuh besar.agar momi mu bahagia melihat mu nanti." tangannya mengusap air mata yang mulai menetes
"maaf pa kami harus segera membawanya"
perawat membawa bayi itu dan Rendi hanya bisa menatap nya. hatinya hancur karna dia tidak bisa menjaga istrinya dan anak nya.
"maaf kan papi mu ini nak ...karna lalai menjaga kalian.papi harap kamu mau memaafkan papi." lagi lagi air matanya lolos jatuh ke pipinya. Rendi mengusap nya di kembali menunggu di pintu oprasi. tidak lama kemudian Reyna di bawa keluar oleh suster.tapi mereka membawanya dengan tergesa gesa.
" dok...ada apa ini? istri saya mau di bawa ke mana?"
"sayang...sayang...ini aku" rendi mencoba membangunkan Reyna
"maaf pa,karna kondisi ibu kritis kami harus segera membawanya ke ruang ICU.sus cepat bawa pasiennya,maaf pa saya permisi"
bagai di sambar petir.. rendi mematung karna kaget.dia seperti ke hilangan separuh jiwanya.dia menangis memukul tembok dan menjambak rambut nya...
"tidak mungkin...aku bukan suami yang baik..aku gagal menjaga mereka bu ..aku jahat bu" Rendi jatuh di pelukan ibu nya
"sabar sayang...yang kuat.kamu harus bisa bertahan di kondisi ini. mereka butuh kamu.kalau kamu begini siapa yang akan menguatkan mereka nanti.berdoalah nak..agar mereka baik baik saja."
***
terimaksih yang udah setia mendukung novel ini...maaf yah masih pemula.kalau ada saran atau kritik silah kan saya akan terima untuk perbaikan ke depan nya. makasih yang udah like juga komen. semoga sehat selalu 🥰
__ADS_1