
setelah percakapan nya dengan Reyna Lea lebih banyak melamun dia terus saja ke pikiran kata kata Reyna." bagai mana mungkin aku tega merebut ke bahagiaan wanita sebaik mba Reyna.rasanya aku tidak bisa. bu....apa ibu akan tenang di sana,jika aku menolak permintaan ibu? aku rasa akan ada pria lain yang benar benar bisa bertanggung jawab atas diri ku,tapi bukan mas Rendi.mereka sudah bahagia aku tidak tau harus bagai mana bu". lea masih bingung apa yang harus dia putus kan.karna terlalu asik dengan pikirannya sendiri sampai dia tidak sadar ada yang duduk di samping nya.
"ekhmmmm.....jangan melamun di bawah pohon.nanti ke sambet kamu" Suara Roy yang khas membuat Lea kaget karna tiba tiba ada orang di dekat nya.
"eh...tuan.maaf saya tidak lihat" lea gugup
" bagai mana bisa liat kamu melamun,kalau ada pencuri masuk juga kamu gak akan sadar kayanya" sindir Roy pada Lea
"emmm....ada apa tuan ke mari.apa ad yang bisa saya bantu?" lea mencoba seramah mungkin
"aku hanya menyampai kan pesan nyonya Reyna kalau kamu di undang pesta malam ini dan ini gaun yang harus kamu pakai" Roy menyodorkan sebuah gaun berwarna merah tua ,gaun yang sangat cantik .
"tapi ada acara apa? aku...aku tidak bisa apa lagi pakai gaun sebagus ini" Lea merasa canggung.
"sudah lah ikuti saja.dan ini juga untuk mu.jangan lupa jam tujuh malam aku menjemput kamu"
__ADS_1
Roy memberikan peper bag yang banyk pada Lea dan pergi begitu saja. sebenarnya lea sebel sama Roy yang sikap nya terkadang dingin .Lea menatap ke pergian Roy lalu dia penasaran dengan apa yang Roy bawa.
"isi nya apa yah,coba aku buka" Lea membuka satu persatu ternyata isinya dua buah pasang sepatu dengan model dan warna yang berbeda,lea.kemudiab mencobanya dab ternyata ukuran nya pas.
"pas..tapi kenapa mereka bisa tau ukuran kaki aku? benar benar aneh" gumam Lea. kemudian dia membuka tas satu lagi sunggung lea di buat kaget hampir pingsan saat melihat isi di dalam nya.
"apa mereka sudah gila,..apa ini asli.oh ya ampun ini pertama kali nya dalam hidup ku bisa memegang bahka memakainya.satu set perbiasan yang di penuhi berlian....ya ampun aku bisa pingsan" lea terkagum kagum dengan apa yang di berikan Reyna.
"mungkin ini rasanya kalau jadi orang kaya,aahhh andai saja.mas Rendi belum menikah,aku pasti sudah mau di nikahinya. bagai mana nantinya kalau aku harus jadi yang ke dua,apa aku sanggup.aaaahhh...entah lah aki pusing" Lea mengacak acak rambut nya. dia kemudian masuk ke dalam rumahnya.baru saja lea membereskan apa yang Roy bawa ponselnya berbunyi,lea segera melihatny. ternyata yang menelpon Rendi.
"lea apa Roy sudah menemui mu?"
"sudah mas,baru saja dia pulang"
"jadi kamu sudah terima semuanya? aku harap kamu bisa datanh karna Reyna memaksa aku untuk mengajak mu" Ucap Rendi jujur,dia tidak mau Lea salah paham padanya.Lea sedih karna ternyata semuanya hanya demi Reyna. " apa aku bisa hidup bersama mu mas,?sementara segala segala sesuatu kamu hanya lakukan demi mba Reyna.apa aku bisa jadi bagian di hati mu walau hanya se titik saja"
__ADS_1
air matanya menetes dia sangat sedih.
"hallo lea..apa kau mendengarku?"
"oh...iah mas.terimakasih aku akan datang" ucap lea pada Rendi
" baiklah kalau begitu,aku akan menunggu mu di acara nanti malam.aku sudah menyuruh penata rias untuk ke rumah mu nanti sore .tampilah yang cantik aku tidak ingin kamu di kucilkan nantinya" ucap Rendi jujur karna memang yang hadir nanti kalangan menengah ke atas jadi Rendi tidak mau ada yang merendahkan Lea.
"baik mas" lea sedikit tersenyum mendengar ucapan Rendi.
"ya sudah kamu istirahat dulu,masih banyak waktu .jangan ke capean yah aku tidak mau kamu sakit,sudah dulu yah .aku mau miting sampai ketemu nanti"
" baik mas..mas juga jaga ke sehatan.samapi jumpa lagi" lea menutup telpon nya . hatinya berbunga bunga dia merasa bahagia di perhatiakan oleh rendi.
senyum nya terus merekah sepertinya sudah mulai tumbuh benih benih cinta di hatinya
__ADS_1