
tut...tut...
" halo mami..."
" halo reyhan apa bagai mana kabar mu ?"
" kak ley..kay ley..atu mau bicala mam"
leyira merengek mencoba merebut ponsel mami nya
" iyah sebentar sayang,mami lagi bicara dulu "
" itu leyira yah mi? berikan saja ponselnya mi aku mau bicara" reyhan mengalihkan ke vidio
__ADS_1
" baik lah..ini sayang " lea memberikan ponselnya
" alo kak ley..kak ley ,kak mila nakal. dia ambil kak ley masuk kamal " leyira mengadu pada reyhan
" kak mira nakal? dia ambil kak rey? biar nanti kak rey marahi kak mira yah kalau pulang. leyira jangan nakal yah,jagain mami di sana .nanti kalau kakak pulang kakak bawakan oleh oleh untuk leyira " reyhan mencoba mencerna pembicaraan nya dengan leyira
" iyah ...leyira gak nakal ko .kak mila yang nakal. tadi..." belum selesai leyira bicara lagi ponselnya sudah di ambil oleh maminya
" halo reyhan "
" oh tadi leyira menunjukan majalah sama amira yang ada gambar kamu di halaman utama.eh majalahnya di ambil amira mera sempat rebutan ,tapi malah di ambil sama kakak nya itu ke kamarnya.makanya mami telpon kamu karna dia nangis " lea mencoba menjelaskannya
bibir reyhan tersenyum manis dalam hatinya dia senang sekali ternyata amira masih sama seperti dulu. " halo rey..." lea mencoba memanggil reyhan karna tidak ada sautan dari anaknya itu
__ADS_1
" yah mam...maaf tidak dengar"
" kamu melamun? atau sedang memikirkan seseorang?" maminya menggoda reyhan
" mami...jangan bahas hal itu lagi mam.oh yah mam perusahan papi yang disini akan di pegang oleh ponakannya angkel dewa.jadi mungkin nanti aku yang akan memegang perusahan yang di sana"
" oh jadi ponakan angkel kamu itu sudah selesai kuliah di ausinya? mami sih bagai mana kamu saja nak.oh yah amira kan sudah mau wisuda katanya amira mau kerja,tapi dia tidak mau mami suruh kerja di perusahaan papi kamu.coba deh kamu yang ngomong,siapa tau dia mau
tolong yah rey,bantu mami bujuk amira. mami khawatir sama dia kalau kerja di tempat lain,apa lagi dia sedang tidak baik baik saja.tolong yah nak " lea mencoba minta bantuan Reyhan.
reyhan bingung harus bagai mana,sedang kan dia sendiri sudah lama jaga jarak dengan amira bahkan komunikasi pun sudah tidak pernah,jika ingin tau tentang nya dia hanya bisa memantau lewat asistennya di sana.
" baiklah mami demi mami ..akan aku coba nanti bicara padanya.semoga saja dia mau mendengarkan aku" reyhan tidak yakin kalau amira akan setuju.
__ADS_1
" baiklah nak kalau begitu,mami tunggu kabar baiknya, dah sayang..kabarin mami kalau ada apa apa.mami tutup telponnya yah dah " lea menyudahi pembicaraan dengan reyhan karna memang leyira sudah tidak bisa di ajak damai.tangisannya kembali bergema karna ingin ketemu kakak nya.
Reyhan termenung sejenak,dia mulai ke pikiran soal perkataan maminya kalau amira sedang tidak baik baik saja " ada apa dengan nya? apa raja menyakitinya,bagai mana ke adaan nya,apa dia sedih? ah...aku tidak bisa terus memikirkannya begini,hanya menerka nerka saja akan membuat ku gila "