
" terimakasih...,dan ada yang ingin aku katakan.maaf aku belum bisa menerima anda sebagai ayah ku,ini sulit untuk aku terima meski aku tau ini adalah kenyataan.setidaknya berikan aku waktu "
" tidak masalah aku paham itu.bagiku asalkan aku bisa melihat mu dan bersama mu sudah cukup,terlepas kamu mau menganggap aku siapa saja tidak masalah bagi ku ."
" terimakasih untuk pengertiannya"
" sama sama ,ayo kita ke luar mereka sudah menunggu" jonatan membukakan pintu untuk amira.
amira tersenyum meski canggung.
" bagai mana apa kita pergi sekarang?" ucap fernandes
" yah aku rasa lebih cepat lebih baik.terimaksih kamu sudah mau membantuku,meski aku sudah tidak baik padamu" jonatan merasa bersalah dan malu
" tidak masalah bagi ku,aku senang bisa membatu. oh yah tuan dewa kalian bisa pulang duluan saja bersama amira.biar aku membantunya dulu" ucap fernandes
" biar kami juga ikut membantu kalian ,siapa tau kalian butuh bantuan" ucap dewa
" tidak usah aku bisa mengatasinya kalian pasti capek ,pulanglah lagi pula reyhan butuh di obati " fernandes melihat tangan reyhan yang terluka
" tidak masalah ini hanya luka kecil saja" ucap reyhan
" ya ampun kak tangan kamu luka gitu,mending kamu ke dokter sama angkel dewa saja biar kak fernandes yang membantu" amira melihat tangan Reyhan yang terluka
__ADS_1
" baiklah kalau begitu hati hati,kalau ada apa apa hubungi kami" dewa menepuk bahu fernandes
" aku ikut kak fernandes yah angkel,aku ingin tau ke adaan nya boleh kan?" amira memaksa ingin ikut
dewa melirik fernandes dan dia mengangguk tanda setuju.
" baiklah jangan menyusahkan nya,ingat ikuti apa katanya ok"
" terimakasih angkel,terimakasih kak" amira bergantian memeluk dewa dan fernandes ,sontak saja reyhan kaget dengan apa yang di lakukan amira.
" apa apaan dia,bisa bisa nya memeluk cowok lain di depan ku.aih bikin jengkel saja ,aku tidak bisa membiarkannya ikut sendiri mereka bisa saja mencari cari kesempatan untuk berdua.aku harus ikut dengan mereka"
" reyhan ayo kita pulang" ucap dewa
" ya sudah semuanya ikut saja,repot banget " ucap roy kesal karena tidak ada yang mau mengalah
" baiklah ayo kita berangkat" fernandes berjalan di depan amira seketika amira memang mengaguminya.karena selain cerdas fernandes juga gagah,tampan sukses dalam segala bidang terlebih lagi dia orang yang kaya raya . amira memandanginya lalu tersenyum sendiri. tiba tiba reyhan menjitak jidatnya .
" aw..sakit kak,kamu ini sudah sakit juga masih iseng aja" amira mencubit tangan reyhan sambil menggandengnya .
" siapa suruh jelalatan" ucap reyhan
amira hanya tersenyum memperlihatkan barisan giginya sambil mengacungkan ke dua jari telunjuk dan jari tengah.tanda minta perdamaian.
__ADS_1
semuanya masuk ke mobil masing masing dengan di kawal puluhan orang bayaran fernandes juga anak buah dewa dan roy.melihat begitu banyak mobil yang berderet mengawal mereka tiba tiba saja amira berceloteh
" ya ampun sudah kaya putri kerajaan saja aku ini,.di kawal dengan pengawal yang begitu banyak apa lagi kalau ganteng ganteng kaya kak..." amira tersenyum senyum sambil melirik reyhan .reyhan kembali menjitaknya
" kaka ini apa sih ich,suka banget jitak kepala aku.lama lama ini kepala retak di jitak terus."
amira manyun karena kesal
" makanya jangan suka ngaco kalau ngomong,dan itu mirip siapa coba ...mau bilang mirip siapa?"
reyhan melotot sama amira
" hehee...mirip kaka lah " dia tersenyum kaku
"tapi ada benarnya juag sih kamu kan putri,putri mapia yang pasti akan di kawal oleh banyak pengawal" celoteh reyhan . tiba tiba saja amira cemberut aura wajahnya berubah sedih.
" maaf...aku hanya bercanda sayang.hey...jangan sedih dong. kamu memang putri sayang,putri di hati ku" reyhan menggenggam tangan amira dengan sebelah tangan.
" gombalnya kumat,.." amira memalingkan wajahnya sambil mengibaskan tangan reyhan,reflek Reyhan mengadu karena kesakitan.
" aaawwww .... "
" ah yah ampun maaf aku lupa kalau tangan kaka sakit" amira meniup tangan reyhan sambil mengusapnya reyhan tersenyum bahagia
__ADS_1