Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
pingsan


__ADS_3

"hix..hix...aku benci kamu.."


tiba tiba di belakang nya ada yang memberi tisyu pada Reyna,dan dia menerimanya tanpa dia lihat siapa yang memberinya.


"terimakasih...saya memang butuh ini" reyna mengusap air matanya.


dan orang itu duduk di depan Reyna. sambil mengusap air matanya Reyna menoleh ke arah orang tersebut,dan ternyata dia adalah Dewa.


"kamu.. ," Reyna beranjak dari duduknya dan berbalik badan akan pergi meninggalkannya.sayangnya Dewa memegang tangan nya.


"tunggu...aku mau bicara.sebentar saja"


Reyna diam dan dia kembali duduk,"mau bicara apa"


" aku hanya ingin bilang padamu,kalau dia membuatmu menangis tinggalkan dia.aku bisa membuatmu bahagia ,kembalilah padaku"


Reyna menarik nafas nya dalam "jangan berpraduga sendiri tanpa tau yang sebenarnya.saya tidak mengis oleh nya.dan saya ingat kan sama kamu.tolong berhenti ngurusin ke hidupan saya. cobalah untuk membuka hati kamu untuk wanita yang sangat perduli dan cinta sama kamu.aku tidak butuh perhatian mu.yang membutuhkan mu Dina.tolong hargai dia."


" jangan melindungi laki laki itu.sudah jelas dia menyakitimu.membuat mu nangis itu artinya dia menyakitimu,apa pun alasannya.jika dia membuatmu seperti ini lagi.jangan salahkan aku jika aku akan merebut mu kembali dan membuat dia jatuh lebih dari apa yang aku lakukan.dan jika kamu benar bahagia bersamanya aku janji tidak akan pernah mengganggumu lagi,aku akan berusaha membuka hatiku untuk Dina itu janji ku" Dewa pergi meninggalkan Reyna di sana sendiri.

__ADS_1


*


*


tak terasa air matanya kembali menetes "andai benar Rendi menduakan ku,andai benar wanita itu ...ah aku tidak sanggup membayangkan nya.bagai mana nantinya,Dewa pasti tidak main main dengan ucapannya".Reyna segera mengucap air matanya dan pergi meninggalkan tempat itu.dan di dalam mobil,Reyna terus saja melamun pikirannya melayang layang ke mana mana,dia bingung harus bagai mana menghadapi Rendi dan Dewa nantinya. sampai sampai ia merasa pusing,kepalanya berat ,pandangan matanya mulai kabur dia memegang kepalanya yang mulai terasa sakit,dan dia pingsan . sedangkan paman supir tidak tau Reyna pingsan dia hanya mengira Reyna tertidur karna ke kelelahan. sampainya di Rumah paman supir bingung karna Reyna di panggil panggil tidak bangun juga,akhirnya dia memberanikan diri mengguncang guncangkan badannya. tetapi tetap saja tidak ada respon,dia panik dan memanggil istrinya juga asisten rumah tangga yang lain.


" atun,jamal,ijah,..cepat ke mari bantu saya" paman supir panik dia gak tau harus bagai mana.


"ada apa? kenapa nyonya"


"cepat kalian bawa nyonya ke kamarnya saya mau panggil istri saya agar menelpon dokter"


"sayang...kamu di mana?cepat panggil dokter nyonya pingsan" paman pergi ke kamarnya mencari istrinya.


"aduh kokbisa sih..kamu telpon tuan saya mau telpon dokter"


mereka sibuk menelpon.dan paman menyampaikan berita itu pada Rendi. dia panik karna istrinya pingsan apalagi reyna sedang hamil.


"Roy..cepat bawa mobilnya,istri saya pingsan.cepat sedikit"

__ADS_1


"baik tuan .."


Roy membawa mobil dengan kecepatan tinggi hingga orang yang mengikuti mereka ke walahan dan ke hilangan jejak.


saat tiba di rumah saking panik nya dia berlari menemui istrinya.saat di dalam kamar dia melihat istrinya masih berbaring tidak sadarkan diri.


"bi bagai mana bisa begini?"


bibi bingung menjelaskan nya" jadi begini tua ,tadi pagi nyonya terlihat sedih dan dia minta di antar keluar untuk belanja,tapi tadi pas pulang sudah begini tuan"


"nyonya pergi sama paman bukan?lalu kenapa nyonya bisa begini "


sekarang giliran paman yang bingung" saya tadi menunggu di mobil karna saya di larang untuk ikut,katanya nyonya ingin sendiri dan baru keluar setelah hampir 7 jam nyonya di dalam,tapi tidak bawa belanjaan pas pulang.dan nyonya minta pulang.pas di mobil nyonya pingsan tuan"


"apa dokter sudah datang,sudah tuan tadi nyonya di periksa,kata dokter..._" bibi bingung menjawabnya


Rendi makin penasaran "katakan saja bi aku ingin tau"


"kandungan nyonya lemah tuan,jadi harus benar benar menjaganya..dan jika terjadi berulang ulang nyonya bisa ke hilangan nya." bibi tertunduk dan air matanya mengalir

__ADS_1


__ADS_2