
" kamu di dalam mobil saya,karna tadi kamu pingsan jadi saya tidak tau harus bawa kamu kemana" Rendi mencoba menjelaskan
"oh iyah tadi saya di ganggu sama preman preman,mereka mau berbuat tidak senonoh pada saya"
"kamu tenang lah,mereka sudah tidak ada.kamu mau pulang ke mana biar saya antar kan pulang,wanita tidak baik berkeliaran malam malam begini sangat berbahaya"
Rendi menawarkan bantuan
"terimakasih tuan. maaf sudah merepotkan tuan" Gadis itu merasa bersalah
"syukurlah kalau kamu sadar sudah merepotkan orang lain" kali ini roy yang bicara dia kesal karna harus menunggu gadis itu sadar sampai hampir satu jam.
"maaf kan saya tuan" lagi lagi gadis itu tertunduk dan minta maaf
"sudah Roy kita antar dia pulang kasihan ini sudah malam" Rendi mencoba menengahi
"baik tuan"
mereka akhirnya pergi ke rumah gadis itu,dan sampainya di rumahnya dia pamit masuk kedalam rumah.baru saja Rendi akan pergi tiba tiba saja gadis itu berteriak minta tolong.Rendi dan Roy pun berlari kedalam rumahnya ternyata di sana ada seorang wanita paruh baya yang tergeletak di lantai tidak sadarkan diri " tolong ibu saya " Gadia itu menagis melihat ibunya tidak sadarkan diri" Roy ayo angkat dia kita harus segera ke rumah sakit" Roy membopong ibu itu ke dalam mobil dan mereka membawanya ke rumah sakit terdekat di sana.
sampainya di rumah sakit dokter langsung menangani pasiennya dan dokter mengatakan kalau ibu gadis itu terkena serangan jantung dan sekarang ke adaan nya kritis.gadis itu sangat terpukul mendengar penjelasan dokter hatinya hancur dia tidak tau harus bagai mana lagi,sedangkan dia sudah tidak punya siapa siapa lagi.bagai mana nanti dia hurus hidup dan dari mana dia harus membayar biyaya rumah sakit nya.saat gadis itu sedang menangis dan ke bingungan Rendi menghampirinya
"saya turut prihatin sama apa yang menimpa ibu mu.apa kamu tidak ada keluarga lain yang membantu kamu di sini menjaga ibu mi?" Rendi memcoba mencari tau soal ke hidupan gadis itu
__ADS_1
"saya sudah tidak punya siapa lagi ,saya hanyanhidup berdua dengan ibu" gadis itu terlihat sangat sedih
"maaf saya tidak tau,oh yah siapa nama mu?
"nama saya lea tuan" gadis itu memperkenalkan nama nya,gadis cantik usia nya masih dua puluh lima tahun
"saya Rendi dan itu Roy,saya sudah membayar biyaya rumah sakit ibu mu.kamu tidak perlu hawatir lagi,dan kalau ada apa apa kamu bisa minta bantuan saya atau Roy.nanti dia yang akan bantu kamu menjaga ibu kamu di sini.karna saya banyaj urusan"
"terimakasih tuan ,anda begitu baik dan banyak membantu saya"
" sama sama ,saya hanya bisa membantu semampu saya saj,kalu begitu saya pamit " Rendi kembali ke apartemen nya,sedangkan Roy dia menemani lea di rumah sakit.
*
*
*
"maaf yah sayang ,semalam tidak kasih kabar,karna saya dan Roy habja menolong seorang gadis yang hampir di perlakukan tidak senonoh oleh segerombolan preman,dan kami mengantarnya sampai rumahnya .baru saja mau pulang dia teriak minta tolong ternyata ibunya tidak sadarkan diri karna terkena serangan jantung.jadi kami membawanya ke rumah sakit" Rendi menjelaska apa yang terjadi di telpon
"kasihan..apa gadis itu cantik? pasti dia masih sangat muda" Reyna merasa cemburu
"hahahaaa...tidak lebih cantik dari kamu sayang dan kamu lebih terlihat awet muda di bandingkan wanita lain"Rendi mencoba merayu reyna.
__ADS_1
"gombal kamu, oh yah jadi sekarang bagai mana ke adaan ibu gadis itu,siapa nama nya?"
Reyna ingin tau nama gadis itu
"lea..namanya lea.kemarin masih kritis dan sekarng belum ada kabar dari Roy"
"jadi Roy yang menemani nya di sana,apa dia tidak punya ke luarga?"
"tidak sayang dia hanya berdua dengan ibu nya, momi kapan nemanin papi di sini? papi sudah sangat rindu" Rendi mulai merayu
"momi kira papi tidak butuh momi di sana" Reyna tertawa meledek
"momi ini,gak mungkin kalau papi gak rindu,rasanya sudah gak tahan pengen makan momi"Rendi memang sangat merindukan istrinya itu
"lusa momi ke sana yah pi,amira sudah selesai ko tugas dari sekolah nya,sudah mulai mau belajar.jadi momi bisa ke sana secepatnya"
"kenapa harua lusa? hari ini saja biar papi pesankan tiketnya,momi siap siap nanti Roy yang jemput momi kalau sudah sampai bandara.papi ada miting soalnya nanti siang."
"baiklah..terserah papi saja.kalu begitu sudah dulu telponnya.momi mau kasih tau anak anak dulu ,bay papi.love you"
"love you to sayang" rendi menutup telponnya
☘️☘️ maaf yah padahal sudah up di bab ini.tapi gak tau ke hapus kayanya,padahal udah kriting jari tangan ngetik dan sudah mikir juga otak malah sia sia deh..🤭🤭.mohon maaf yah mungkin ada sedikit berbeda buat yang udah baca bab ini..terpakasa author ualng kembali.mohon maaf 🙏 juga mohon di maklum 🥰🥰 terimakasih buat semuanya semoga sehat selalu
__ADS_1