
setelah selesai amira menemui raja di bangku taman." maaf nunggu lama" amira duduk di samping raja " ah tidak apa apa aku sudah biasa menunggu" raja tersenyum pada amira. " oh yah..jadi apa yang ingin di bicarakan?" amura mencoba mencairkan suasana yang sedikit agak aneh rasanya karena mungkin raja yang sudah mengatakan perasaannya jadi rasa nya aneh kalau dulu mereka begitu dekat karena satu alasan yang berdasarkan sahabat,lain ceritanya sekarang ini. " emmm aku mau minta maaf atas kata kata ku kemarin,aku rasa aku mungkin keterlaluan.karna sudah berani menyukaimu dan aku..." raja belum selesai dengan kata katanya amira sudah memotong pembicaraannya " aku menerima perasaan mu terhadap ku " amira bicara sambil tertunduk karena malu ,raja melongo dengan kata kata amira dia belum mencerna betul apa yang amira katakan " aaapa? kamu bilang apa tadi?" amira menghela nafasnya " aku menerima perasaanmu,kamu dengar dan aku tidak mau mengulangnya jika kamu masih tidak .._" raja langsung memegang tangan amira " aku dengar....terimakasih amira.jadi itu artinya sekarang kita pacaran?" raja begitu bahagia karena amira membalas perasaannya
" sssstttt...jangan kenceng kenceng aku gak mau anak anak tau soal ini aku mau kita rahasiakan dulu setidaknya sampai kita lulus" amira tidak mau semua tau tentang hubungan yang saat ini akan mereka jalani " ok..ok..aku akan mengikuti semua mau kamu termasuk merahasiakan hubungan kita" raja tau kalau amira tidak mau hubungan mereka mengganggu sekolahnya.
praaakkkkkkk.......
__ADS_1
sebuah ponsel mendarat di sebuah tembok dan hancur berceceran." aku tidak menyangka kamu bisa melakukan ini padaku ,kita lihat sampai mana hubungan kalian akan bertahan " reyhan sangat marah dia tau dia tidak bisa memiliki amira karena status mereka adik kaka tapi hatinya tidak bisa di bohongi kalau dia juga mencintainya. reyhan baru saja mendapat kabar dari sahabatnya yang memang reyhan menugaskannya untuk memantau amira.
*
*
__ADS_1
*
Rendi ingin semuanya cepat selesai karena kehamilan lea yang sudah memasuki 9 bulan sangat butuh dirinya " baik tuan sudah saya siapkan semuanya kita tinggal berangkat" rendi mengangguk dan kemudian mencoba menelpon reyhan " kenapa tidak aktif,dasar anak nakal" rendi tidak habis pikir kenapa anaknya itu sulit di hubungi akhir akhir ini . reyhan memang sibuk karena mata kuliah yang mulai menumpuk dia berniat menggantikan papinya karena hanya dia harapan satu satunya.
waktu kelulusan tiba dan hubungan amira dan raja semakin membaik sudah waktunya mereka melepas masa SMA dan amira yang ingin lanjut kuliah di jogja membuat raja ikut kuliah di sana juga karena dia tidak mau jauh dengan kekasihnya itu.amira sudah bicara sama mami dan papinya tentang rencana kuliah nya di jogja karta awalnya mereka menolak kemauan amura tapi amira memaksa dan terus meyakinkan orang tuanya bahwa dia bisa jaga dirinya. lea yang awalnya sempat nangis nangis karena tidak mau pisah dengan anak gadisnya itu harus rela melepasnya karena ini keputusan yang sudah amira buat. waktu libur sekolah pun sudah tiba tapi reyhan tidak pulang karena dia sibuk dengan segala urusannya,amira juga sudah tidak mau tau lagi apa yang reyhan lakukan karena saat ini raja sudah membuatnya nyaman meski dia belum mencintai raja.
__ADS_1
" mam...mam kenapa?" amira melihat lea yang penuh dengan keringat dan nafasnya yang naik turun membuat amira panik." mam...mami apa mami mau melahirkan?" amira gugup dia malah bolak balik keluar dan masuk kembali ke kamar lea " panggil bibi sekarang amira...perut mami sakit" lea sudah akan melahirkan sedangkan rendi tidak ada di rumah dia pergi untuk pekerjaan ke luar kota. " baik mam...bibi...tolong mami bi" amira berteriak teriak memanggil bibi.semua penghuni rumah berhamburan karena teriakan amira " ada apa non.." bibi langsung naik ke kamar lea " mami mau melahirkan bi cepat kita ke rumah sakit" amira panik " pa...ayo bawa nyonya ke mobil cepat" bibi menyuruh paman sam.membawa lea.amira dan bibi ikut ke rumah sakit di perjalanan amira menelpon oma dan opanya " halo oma..mami mau melahirkan sekarang kita lagi di jalan mau ke rumah sakit m *****a oma nyusul kita yah" amira.memberi tau omanya " sudah mau melahirkan bukannya harusnya dua minggu lagi ya ampun baik lah oma dan opa ke sana sekarang"
rendi mendapat kabar dari amira kalau lea akan melahirkan dia segera meninggalkan pekerjaannya dan segera kembali pulang " roy...ayo kita pulang biarkan semua urusan di sini rahmat yang urus kita berangkat sekarang juga* rendi tidak sabar lagi " tapi pa..cuaca buruk penerbangan semua di tunda sampai besok pagi"