
⁶setelah sampai di tempat yang di tuju . di dalam ruangan yang pengap tinggal seorang wanita dengan tangan dan kaki terikat,tatapannya kosong dia hanya diam saja ketika seorang wanita masuk ke dalam ruangan itu .
" bagai mana kabar mu hari ini sahabat ku? aku harap kamu masih hidup,karena aku masih ingin melihat mu terluka hahaha....."
yah dia adalah clara sahabat nindi,dan wanita yang terikat itu adalah nindi..
" bagai mana rasanya hidup bertahun tahun sendiri tanpa siapa pun yang perduli padamu hah? lihat mana mereka yang kata mu menyayangi mu,mencintai mu mereka tidak lagi perduli padamu nindi. kamu sekarang merasakan apa yang aku rasa selama ini . aku...yang selalu kamu dahului,aku yang selalu tidak pernah beruntung seperti mu.aku tidak akan membiarkan mu hidup bahagia bersama siapa pun di dunia ini cam kan itu" clara selalu berulang ulang kali mengatakan itu jika menemui nindi
tenyata selama berteman dengannya diam diam clara iri terhadap nindi yang selalu di kelilingi orang orang baik ,orang yang sayang dan mencintainya. berbeda dengannya yang selalu tidak pernah seberuntung nindi dalam hal apa pun. tetapi sebenarnya nindi sayang pada clara seperti saudara sendiri,tapi ternyata clara justru membencinya.
Di luar semuanya sudah mengepung tempat itu,bahkan dengan mudahnya penjaga penjaga di sana di lumpuhkan oleh fernandes dan dewa.
saat jonatan masuk ke dalam ruangan bawah tanah itu terdengar suara tertawa clara dengan di ikuti suara jeritan dari nindi.
" aaaahhhhhhhh......." nindi menahan sakit yang luar biasa karena clara menggores tangan nindi dengan belati.
" nindi....sayang" jonatan mengikuti sumber suara itu berasal dan di ikuti oleh yang lainnya di belakang.
"rasakan itu nindi....bagai mana rasanya hah...hahaahahaaaa.... aku senang melihat air mata mu keluar hahaaa..."
tiba tiba saja di kepala clara sudah ada pistol yang siap menembak
__ADS_1
" hentikan atau aku tembak kepala mu" ucap fernandes
" si...siapa kamu..." clara gugup
jonatan buru buru menghampiri nindi . hatinya hancur melihat wanita yang dia cintai dalam ke adaan yang sangat tidak manusiawi. jonatan menangis dia menyesal dengan apa yang telah terjadi.
" nindi..sayang... ini aku jonatan,kamu masih hidup sayang" jonatan memeluk nindi sambil menangis.
sedangkan anak buahnya mencoba membuka ikatannya. amira melotot melihat apa yang terjadi di depannya saat ini membuatnya kaget,hancur dan terasa sesak di dadanya.
" benarkah dia ibu ku ..ibu yang mengandung dan melahirkan ku? kenapa aku merasa sakit melihatnya seperti itu,apa ini yang di namakan ikatan batin."
amira mendekat dia melepaskan jaket nya lalu memakaikannya pada nindi. amira menangis dia tidak sanggup menaham air matanya. tiba tiba saja nindi mengulurkan tangannya dan meraba wajah amira dia mendekap wajah amira sambil menatap nya
tentu itu membuat amira semakin menangis.
" ibu mengenali aku?"
amira terharu meski tidak pernah bertemu tapi dia masih mengenalinya.amira memeluk ibu nya.rasa kecewa yang pernah ada seketika hilang begitu saja,karena sekarang dia paham kenapa ibunya tidak pernah menemuinya.
jonatan merangkul amira dan nindi hatinya terasa sejuk saat ini bisa bersama orang orang yang berarti baginya.
__ADS_1
" lepaskan aku....lepaskan ..aku akan membunuh kalian semua" clara berteriak teriak seperti orang tidak waras
" sebelum kamu melakukannya aku yang akan melakukannya padamu " ucap jonatan yang langsung berdiri dan menodongkan pistolnya.
" jangan ...jo. jangan lakukan" ucap fernandes
doooooorrrrr.......
jonatan menembak clara tanpa menghiraukan kata kata yang lain.meski mereka melarangnya untuk menembak.
"aaa....aaaaaa....." clara sudah tidak bernyawa lagi
" dia pantas untuk mati " ucap jonatan.
amira memejamkan matanya dan menutup telinga ibu nya,dia tidak mau ibunya mendengar hal yang mengerikan lagi ketika clara di tembak.
" sebaiknya kamu urus nindi ,dia harus di bawa ke rumah sakit secepatnya" ucap dewa pada fernandes
" baiklah...terimakasih atas bantuan kalian,dan maaf atas segala kebodohan ku,aku menyesal"
" tidak masalah..baiklah lebih baik kita segera pergi biar ini mereka yang urus " fernandes menyuruh pengawalnya membereskan semuanya termasuk clara.
__ADS_1
jonatan menggendong nindi dan di ikuti oleh amira dan reyhan di belakangnya.mereka bergegas pergi ke rumah sakit