
Dalam perjalanan pulang Reyna dan Rendi mampir ke toko peralatan bayi.mereka membeli pakaian bayi perempuan untuk Amira,baegitu banyak pakaian yang Reyna beli,setelah selesai membeli pakaian dan peralatan bayi lain nya Rendi juga menyuruh Roy untuk mempersiapkan kamar bayi perempuan semua dekorasinya harus secantik mungkin.sampainya mereka di rumah asisten rumah tangganya sibuk membereskan belanjaan yang Reyna bawa,ibu Rendi pun bingung kenapa Roy ingin mempersiapkan kamar bayi lagi dan pelayan semua sibuk membereskan perlengkapan bayi. tidak mau membuang waktu untuk menerka nerka ibu Rendi langsung menghampiri Rendi dan Reyna begitu melihat mereka datang.
"jelaskan pada ibu ada apa ini? dan anak siapa yang kamu bawa?"
Reyna dan Rendi saling pandang " nanti aku jelas kan bu,tunggu sebentar lagi ibu dan ayah kemari nanti aku akan jelaskan pada kalian semua"
"baiklah kalau begitu ibu tunggu" ibu rendi duduk di sopa menunggu ke datangan besan nya.
"bi...tolong bawa Amira ke kamar Reyhan dulu untuk sementara kamarnya belum selesai"
__ADS_1
"baik nyonya" bibi membawa Amira
Tidak lama kemudian orang tua Reyna datang ,mereka semua berkumpul di ruang keluarga.
" jadi ada apa sayang kamu menyuruh ibu dan ayah datang kemari?"
"jadi begini bu..Rendi kemarin menolong nindi dia mantan tunangannya mas Rendi. nindi pergi dengan laki laki lain saat akan menikah ,dan nindi menikah dengan laki laki yang dia pilih ,tapi pernikahan mereka tidak baik baik saja,suaminya memilih wanita lain dan nindi juga sering di aniyaya oleh suaminya dalam ke adaan hamil.dia hampir ke hilangan bayinya kalau saja Rendi tidak cepat menolong nya.tapi karna ke adaan nya dia menitip kan Amira pada kami ..jadi aku dan Rendi akan mengangkat Amira jadi anak kami." Reyna menggenggam tangan Rendi seolah meminta ke kuatan .
"tentu bu ..aku tidak akan membedankan dia anak kami sama seperti Reyhan" Reyna senang karna ibunya mendukungnya.
__ADS_1
"kalau ibu tidak setuju,kenapa harus kalain yang merawatnya benar benar ibu tidak bertanggung jawab.wanita tidak tau diri sudah di tolong masih saja nyusahin.lebih baik kalian kasih saja pada sodara nya atau ke pantiasuhan atau lebih baik kasih pada ayahnya"ibu rendi tidak setuju kalau amira jadi anak mereka.
Reyna mencoba menenangkan mertuanya." bu... aku tau ibu kecewa tapi kasihan bayi nya dia tidak punya salah.jadi biarkan aku merawatnya iyah bu" Reyna mencium tangan ibu mertuanya.
"kamu itu terlalu baik ,jadi mereka sengaja manfaatin kamu. yah sudah terserah saja, ibu tidak mau tau" ibu Rendi pergi ke kamarnya.Reyna menghela nafas panjang.
"yah sudah kalau begitu ayah dan ibu mau jenguk cucu cucu dulu,ayo yah.." ibu Reyna pergi ke kamar Reyhan.
"sayang...kamu yakin dengan ke putusan mu?bagai mana nanti jika ayah atau ibu nya mengambilnya lagi dari kita,apa kamu siap?" Rendi memastikannya sekali lagi.
__ADS_1
"aku siap sayang..karna walau bagai mana pun mereka adalah orang tua nya.aku tidak akan melarang mereka jika ingin bertemu atau menganbilnya lagi.yang pasti untuk saat ini dia butuh kita sayang.aku kan menjaganya,aku akan mencintainya dengan tulus" Reyna menitikan air mata nya