Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
pendapat reyna


__ADS_3

"jadi kamu belum percaya padanya" Reyna menebak nebak setelah Dina selesai cerita


"aku..aku masih ragu,aku takut dia hanya menjadikan aku pelarian saja"


Reyna menatap wajah Dina dia tau kalau gadis itu sangat tulus mencintai Dewa.


"apa kamu mau mendengarkan pendapat ku?" Reyna menggenggam tangan Dina


Dina mengangguk "iyah.."


"menurutku Dewa memang mencintaiku dulu. tapi setelah aku bertemu dengannya kembali ,aku lihat tatapan matanya tak seperti dulu terhadap ku,mata itu menatap ku penuh ambisi bukan lagi rasa cinta. dia hanya terobsesi padaku karna dulu ayah ku menjodohkan aku dengan orang yang berada.aku yakin dia saat ini sudah tak lagi mencintai ku,jadi cobalah untuk memberikan dia kesempatan , bukan kah kita tidak akan tau seprti apa jika tidak ada pembuktian" Reyna mengedipkan matanya


"Baiklah aku akan mencobanya,terimakasih atas segalanya.aku harap dia serius" Dina memeluk Reyna.


"aku tunggu kabar baiknya".


"oh tentu..,baiklah kalo gitu aku permisi pulang.salam buat Rendi."


"baik nanti di sampaikan..hati hati di jalan"


Reyna tersenyum melihat ke pergian Dina. "semoga kamu bahagia"


Reyna mengatakan seolah Dina masih ada


*


*


di kantor Rendi. " tuan ada yang ingin bertemu" ucap Roy


belum juga Rendi bicara,orang yang di maksud sudah masuk terlebih dahulu.

__ADS_1


" hai.. apa kabar?"


"jesi,mau apa kamu ke mari?"


"aku hanya berkunjung bolehkan? siapa tau kita bisa kerja sama" dengan lancangnya Jesi menggenggam tangan Rendi.


"kalau tidak ada hal penting silahkan keluar."


" jangan begitu,setidak nya ijinkan aku minum dulu.hamya sekedar mengobrol tentang perusahan mungkin bisa,aku tertarik untuk kerja sama dengan mu"


"baiklah hanya 10 menit.Roy..tolong suruh OB untuk bawa minuman "


"baik tuan" Roy melirik Jesi penuh curiga


" jadi apa yang membuat mu tertarik ingin bekerja sama dengan ku.? aku bukan perusahan yang besar . karir ku di sini tidak sebanding dengan perusahaan ayah mu nona jesi montara."


deg...


"kenapa? anda kaget saya tau siapa anda nona jesi? anda tidak bisa bermain main dengan saya nona.saya harap anda tidak berniat buruk terhdap saya"


tiba tiba OB datang membawa minuman " ini tuan minumannya"


"terimakasih" ucap Rendi.


"anda berpikir saya sejahat itu? tidak Ren saya hanya senang berbisnis itu saja" jesi berpura pura tersandung saat mendekati Rendi.dan dia jatuh di pelukan Rendi bibirnya tidak sengaja menempel di kerah baju rendi


"maaf...jadi bagai mana apa saya bisa berbisnis dengan anda?" ucap jesi


"baik akan saya pikirkan"


"kalau begitu saya permisi ,saya tunggu kabar baiknya"

__ADS_1


rendi hanya diam saja,jesi pun pergi.


" Roy..."


"iyah tuan"


"lain kali jangan kasih masuk kalau wanita itu kemari"


"baik tuan"


"saya mau pulang, kamu urus semua kerjaan.miting hari ini tunda saja ."


"baik tuan"


sesampainya di rumah Rendi segera mencari ke beradaan Reyna.termyata dia ada di halaman belakang.


"hai sayang...sedang apa?"


"ini sedang merangkai bunga" Rendi memeluk Reyna dari belakang.tiba tiba seja Reyna mencium bau farpum yang aneh di badan rendi.itu bukan farpum.Rendi atau pun Reyna.


"tunggu kamu sudah bertemu siapa?"


"oh..tadi jesi ke kantor ku dia bilang mau bekerja sama,tapi belum kasih keputusan." Reyna mengerutkan kening nya.


"oh..lalu"


"sudah tidak ada hal yang lain lagi"


'


"apa kamu.yakin?"

__ADS_1


__ADS_2