
melihat percakapan amira dan fernandes ada rasa cemburu di hati reyhan.karena amira masih ngambek dan tidak mau bicara padanya.
semuanya berkumpul saling melepas rindu dengan rendi ,berbagi cerita selama mereka tidak bertemu karena sudah cukup lama rendi terpisah dari keluarganya. fernandes menyarankan rendi untuk istirahat dulu karena kondisinya belum pulih benar dia juga harus terapi agar cepat kembali bisa berjalan . akhirnya keluarga harus menahan kembali rasa rindunya pada rendi karena harus istirahat . lea mengantarnya ke tempat tidur rendi sedangkan si kecil leyira bersama oma dan opanya .
dewa ,reyhan dan fernandes sedang membicarakan tentang siapa yang mereka curigai atas dalang yang menyebabkan kecelakaan itu . dina sedang asyik melihat lihat pemandangan di sekitar rumah fernandes,dan tidak sengaja dia melihat amira sedang duduk termenung dina segera menghampirinya.
" ekham...lagi apa amira?boleh aunty duduk di sini?"
" eh aunty..gak lagi apa apa,sini aunty duduk saja"
"kamu sedang melamun yah?"
__ADS_1
" ah gak ko aunty,aku hanya sedang iri saja melihat kucing kucing di sana,mereka itu banyak tapi ibu nya tetap merawat mereka.ibu kucing itu sangat hebat,dia bisa merawatnya meski mungkin akan kewalahan mengurusnya" kemudian amira diam sejenak seraya mengusap air matanya " mereka beruntung di cintai oleh ibu yang sudah melahirkan mereka,tidak seperti aku.hmmm....tapi aku juga lebih beruntung dari kucing itu,karena aku di cintai oleh momi,mami dan papi. aku sangat beruntung punya momi yang ikhlas merawat ku dari aku bayi.sayangnya sekarang momi sudah tidak lagi bersamaku " amira kembali mengusap air matanya yang mulai berjatuhan
dina sedih mendengar hal itu,dia tau bagai mana perasaan amira saat ini. " sayang .... sudah jangan menangis,kamu kan punya segalanya ada papi ada mami,kak reyhan,oma,opa dan juga ada aunty dan angkel tentunya yang siap kapan pun amira butuh kami ,kami akan selalu membantu jika amira butuh kami. jangan sedih sayang ... aunty yakin ibu kandungmu bukan tanpa alasan meninggalkan mu.percayalah dia juga sayang padamu" dina berusaha membuat amira yakin kalau memang segala ke putusan yang di ambil ibunya pasti ada alasannya
" entahlah aunty,aku tidak perduli lagi apa itu alasannya .harusnya jika memang dia sayang padaku,sesekali dia melihat ku ,menjengukku bukannya dia tau di mana aku tinggal bukan? kenapa dia tidak pernah muncul sama sekali.? sampai aku sebesar ini dia belum pernah menemui ku"
amira menarik nafasnya perlahan karena dia sudah mulai emosi jika membicarakan ibu kandungnya.
" iyah aunty...aku gak akan sedih lagi" amira menarik ujung bibir nya ke atas
" nah gitu dong itu baru ponakannya aunty yang cantik dan pintar " dina mencubit pipi amira
__ADS_1
mereka segera masuk ke dalam untuk istirahat dan membersihkan diri. sedangkan les tidak hentinya menatap wajah rendi seakan seperti mimpi baginya bisa melihat suaminya lagi.lea mengusap wajah rendi dan terus memeluknya seakan takut rendi pergi lagi. karena lea terus saja menggerakkan jarinya mengusap wajah rendi dia akhirnya terbangun.
" sayang kamu tidak tidur? "
" eh mas...maaf aku ganggu kamu yah?aku gak bisa tidur mas,aku takut nanti pas bangun kamu gak ada lagi ,aku takut ini mimpi"
" ya ampun sayang ..ini bukan mimpi aku sudah ada di sampingmu dan gak akan pergi lagi.maaf kan aku yah,sudah membuat mu bersedih." rendi mengusap kepala lea dengan lembut dan lea bersandar di dada bidang rendi.
" aku takut kehilangan kamu lagi..kamu harus janji jangan pernah pergi tanpa aku lagi"
" iyah sayang aku janji..sudah tidur dulu sebentar,nanti kita makan malam bersama." rendi memeluk erat lea dan mencium keningnya.lea pun memejamkan matanya untuk istirahat
__ADS_1