
setelah mencari cari sekolah yang pas buat Amira Reyna mencoba memberikan pilihan pada Amira ."sayang ini sekolah sekolah yang mi pilih untuk mu.kamu tinggal pilih mau sekolah di mana." Reyna memberiakan daftar sekolah yang di pilihnya.
"mi aku mau sekolah di sini saja" amira menunjukan sekolah yang dia mau tapi bukan pilihan mominya.
"kamu yakin sayang mau sekolah di sana? itu kan sekolah biasa sayang apa tidak apa apa?" Reyna heran kenapa Amira memilih sekolah di kalangan biasa buka sekolah yang mewah karna ke banyakan anak muda sekarang justru ingin sekolah di tempat yang bagus.
"aku yakin mi..aku hanya ingin hidup biasa saja.aku ingin punya teman yang tulus mau jadi temanku bukan karna aku anak momi atau papi." Amira hanya ingin dapat teman yang ada saat susah dan senang.
"baiklah sayang..mi akan bilang dulu sama pi" Reyna mengusap rambut amira penuh sayang.
"mi..,boleh tidak mira ijin keluar mau ke toko buku." amira Ragu takut mominya tidak mengijinkan
"boleh sayang,nanti di antar paman sam saja yah"
__ADS_1
" biar aku yang antar mom" tiba tiba Reyhan datang,rupanya dia baru pulang sekolah.
"kamu sudah pulang sayang...baik lah biar kak Rey yang antar kamu"
"baik lah mi..makasih kak" Reyna tersenyum manis pada Rey. Deg...jantung rey seprti tersengat aliran listrik "ada apa dengan ku,kenapa setiap dia tersenyum bahkan berdekatan dengannya ada rasa yang aneh " Rey bingung dengan apa yang dia rasakan.
"cepat siap siap,aku tunggu di depan" karna tidak ingin terlihat salah tingkah Rey memutuskan menunggu amira di luar.
"baik lah kak.."amira pergi ke kamarnya
"ada apa dengan ku,kenapa aku jadi begini? apa mungkin aku suka pada adik ku sendiri? rasanya tidak mungkin.aku rasa ini hanya perasaan seorang kaka saha" Reyhan bermonolog dengan dirinya sendiri.
"Doorr...." amira mengagetkan Reyhan yang sedang bengong.
__ADS_1
" ngagetin aja kamu,sudah siap?ayo berangkat"
seperti biasa Rendi selalu memakaikan helem pada Amira lagi lagi jantung ke duanya berdebar hebat dan itu membut ke duanya salah tingkah. biasanya amira pegangan kalau di bonceng Reyhan ,tapi kali ini dia canggung entah kenapa dia malu. saat di perjalanan Reyhan menyalip mobil yang ada di depan nya ,dan itu membuat amira ke takutan.Replek dia memegang pinggang Reyhan,dan itu membuat Reyhan tersenyum dia memegang tangan amira agar amira memegangnya lebih erat. Amira merasa nyaman kalau berada dekat kaka nya itu.
"kak....itu toko bukunya kelewat.kaka mau ke mana sih ko lurus aja" Reyhan diam saja ." ih kak...ko diem aja di tanya juga" Amira terus saja ngomel karna kaka nya itu diam saja.Reyhan menghentikan motor nya di taman tempat anak anak muda nongkrong di sana.banyak pasangan muda yang sedang berduaan di sana.
"kak..mau ngapain kita ke sini.liat banyak yang pacaran di sini.kita kan mau ke toko buku."Amira risih melihat banyak yang pacaran di sana.
"sebentar saja,habis dari sini kita ke toko buku.kaka lagi pengen berdua sama kamu"
deg...tiba tiba amira merasa salah tingkah "sadar mir..dia kaka mu.lagian kamu masih kecil tidak tau apa itu rasa cinta.aku yakin ini hanya perasaan ku saja.ini hanya rasa adik kaka yah aku yakin" amira mencoba menepis perasaannya.
" apa ada yang ingin kaka bicarakan dengan ku?"
__ADS_1
"ada. .. aku...,"Reyhan bingung harua bilang apa
"apa sih kak..ngomong aja " Amira penasaran dia turun dari motor karna mereka hanya duduk di atas motor saja.tiba tiba amira terkilir saat turun dari motornya reyhan "aww..." amira memegang tangan Reyhan dan replek Reyhan menariknya hingga amira jatuh di pelukannya.mata mereka saling pandang,Reyhan mendekatkan wajahnya jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa inci bahkan bibir Reyhan dan amira sudah sangat deket