
setelah bicara dengan ayah mertuanya Rendi rebahan di kamar dia melihat makanan di meja kecil deket ranjang nya.
" bibi bawa makanan rupanya. aku memang belum makan dari siang " Rendi mencoba makanannya...
" mmmmm....enak sekali tumben bibi masak se enak ini." Rendi menghabis kan semuanya.
sementara itu di kamar Lea sedang menangis.dia mengemasi barang barang nya. ke mudian dia pergi tidur.
pagi telah tiba seprti biasa Lea menyiapkan sarapan untuk semuanya .
"selamat pagi semua" tiba tiba rendi ikut makan di meja makan
" pagi papi...tumben papi ikut sarapan,papi gak lagi demam kan?" amira menyindir papi nya yang hampir sama sekali tidak pernah ikut makan bersama setelah ke pergian Reyna.
"jangan gitu sayang..bagus papi mu mau makan bersama"
"makasih bu" rendi senang karna mertuanya membelanya
"pi...cobain nui udang balado nya enak." reyhan memberikan udang ke piring Rendi.
"mmmm...yah sangat enak" ucap Rendi
"coba ini juga pi..ayam goreng nya enak banget" amira memberikan satu potong ayam ke piring papi nya.
"waah ini juga enak" ucap Rendi
" ini sup ayam ke sukaan ibu,maaf bu baru mateng soalnya aku ke siangan" Lea memberikan semangkuk sup buat ibu .
"sudah nak..ayo kamu juga makan.jangan sibuk masak terus kamu nya juga harus makan."
"iyah tanteu masakan tanteu top banget,papi juga suka..iyah kan pi?" amira minta pendapat papi nya
"ii.iyah enak" rendi gugup
__ADS_1
"terimakasih sukur lah kalu kalian suka" Lea pun ikut makan bersama mereka.
selesai makan Rendi dan Amira akan berangkat sekolah Lea buru buru menghampiri mereka.
"tunggu anak anak" Lea menghentikan langkah mereka
"ada apa tanteu" amira bertanya pada lea
" maaf sebelumnya,tanteu dapat amanat dari momi kalian untuk memberikan ini.maaf tanteu harus kasih ini sekarang.momi kalain minta untuk memberikan nya nanti tapi tanteu takut lupa" Lea sedikit berbohong padahal bukan takut lupa ,tapi karna dia akan pergi.
" oh ini kan ponsel momi " Reyhan hapal sama ponsel momi nya
"iyah..momi bilang ada pesan untuk kalian di sana.tanteu tidak tau apa,karna tanteu tidak pernah membukanya."
"terimakasih tanteu nanti kita lihat,sekarng kita berangkat dulu takut telat" mereka menyelamai Lea kemudian pergi ke sekolah.
saat lea ingin kembali ke dalam tiba tiba saja Rendi ada di belakangnya..
" maass....maaf saya tidak tau ada mas di sini" Lea takut Rendi marah dia menunsukan kepalanya.
"aku tau mas kamu terpaksa melakukan nya.aku tidak mungkin menyiksa mu untuk hidup bersama jika kamu benci padaku" lea masih berpikir Rendi tidak suka padanya
*
*
*
setelah semua berangkat Lea pamitan pada ibu dan ayah. dia bilang akan pergi menemui sepupunya di luar pulau untuk waktu yang tidak di tentukan.
ibu dan ayah tidak bisa menahannya karna Lea memaksa ingin pergi.
"baik lag nak...ibu hanya minta jangan lupakan ibu.kamu harus terus kasih kabar sama ibu" ibu tidak mau ke hilangan Lea
__ADS_1
"iyah bu...ibu jangan hawatir. hanya saja..boleh tidak lea minta bantuan sama ibu dan ayah"
"boleh nak...katakan apa yang bisa kami bantu"
" tolong jangan kasih nomber lea yang baru sama mas Rendi. Lea sudah menggantinya bu.ini hanya ibu dan ayah saja yang tau" lea memberiakan no ponselnya.
"baik lah..ibu tidak tau kalian sedang ada masalah apa,tapi ibu harap kalian bisa menyelesaikannya dengan baik" ibu berharap semua baik saja.
" Lea ayah sudah transper uang buat bekal kamu di sana tolong jangan menolaknya.karna seorang anak tidak akan menolak pemberian ayahnya"
Lea begitu terharu dia memeluk kedua orang tua barunya.
"oh ayah....kau begitu baik padaku.terimaksih ayah" Lea menangis di pelukan ayah nya.
"kalau begitu aku pergi dulu ayah...ibu. jaga diri kalain baik baik jangan makan makanan yang terlalu manis ayah. dan ibu tolong hindari makan sayuran mentah. aku sayang kalian"
"kami juga sayang padamu nak,hati hati dan jangan lupa kasih kabar " ibu memeluknya kembali dan lea mencium tangan ayah dan ibu. lea pergi dengan taksi menuju bandara.sepanjang perjalanan pikirannya melayang ke mana mana dia menghawatirkan Amira dan Reyhan juga perasaan nya terhadap Rendi.
" semoga mereka bisa menerima ke putusan ku.maaf kan tanteu anak anak, karna ini yang terbaik buat kalian.tanteu yakin pilihan papi kalian nati adalah yang terbaik buat kalian." Lea menangis dia tidak bisa menahan rasa yang ada dalam hatinya.
jam sekolah sudah selesai sepertu biasa amira akan menunggu di jemput oleh Reyhan. sudah cukup lama dia menunggu sang kaka belum juga datang menjemputnya. tin...tin... suara kelakson motor Reyhan berbunyi
" lama sekali sih ,kemana dulu?" amira kesal karna menunggu lama
" maaf tadi nganter dulu lia ke toko buku" Reyhan tersenyum jahil
"pacaran saja bisanya" amira naik sambil marah marah.Reyhan senang kalau amira marah itu artinya dia juga punya rasa yang sama.
"pegangan...nanti jatuh" Reyhan menarik tangan amira ke pinggangnya agar amira memeluknya.
amira diam saja tidak mau berdebat .mereka tidak langsung pulang tapi mempir dulu ke taman .
" di sini saja kita lihat apa isi pesan nya momi di ponselnya" Reyhan mengajak amira duduk di bangku taman. mereka membuka ponselnya di sana ada beberapa poto mereka dengan mominya juga dengan Rendi. ada juga foto Lea dan Reyna. amira menangis ketika melihatnya. "aku kangen momi" Reyhan memeluk amira "sudah jangan nangis kita liahat dulu.isi vidionya"
__ADS_1
disana ada juga beberapa vidio mereka saat bersama.Reyhan memutar vidio terakhir yang ada d sana.