Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
siang yang panas


__ADS_3

"kak..aku gak.tau kenapa aku merasa bahagia kalau dekat kamu" Amira pun merasakan hal yang sam.


saat sampai di Rumah papi dan mominya sudah menunggu ke pulangan mereka,Reyhan tau kalau pasti sudah tai apa yang dia lakukan di sekolahnya amira. mereka masuk ke rumah dan mominya langsung meminta mereka duduk.


"ada yang bisa kamu jelaskan sama papi Rey?"


Rendi ingin tau apa yang terjadi sebenarnya,karna pihak sekolah amira bilang kaka amira memukuli anak murid mereka.tapi Reyhan hanya diam saja.


"pi...ini bukan salah kak Rey,maaf kan mira tidak bisa jaga diri sendiri" amita menundukan kepalanya


'sayang jangan begitu,mi boleh minta penjelasan mita kenapa mira bilang mira tidak bisa jaga diri?" Reyna tau ada sesuatu yang tidak beres.


"tadi si sekolah mira kak rey nolongin mira mi,ada teman mira yang akan..." mira.tidak melanjutkan ceritanya


"akan apa sayang?"

__ADS_1


"melakukan hal tidak baik pada mira mi.mira takut" amira menangis.Reyna langsung memeluk anak nya itu.dia mengerti sekarang kenapa Reyhan memukuli teman nya amira.


" bagus boy...kamu sudah melindungi adik mu,papi bangga padamu.biar nanti papi urus ke sekolah amira."


Rendi mendukung anaknya itu.


"sudah sekarang kalian bersihkan diri lalu kita makan siang,momi tunggu kalian "


"baik mom"


mereka berdua mencium pipi mominya dan langsubg pergi ke kamarnya masing masing.setelah selesai berganti pakaian mereka makan bersama Rendi dan Reyna menanyakan sekolah mana yang akan amira masuki nanti.


Reyna bertanya pada amira


"aku terserah mi sama pi aja" amira memang tidak pernah mau memilih dia selalu terserah apa kata orang tuanya.

__ADS_1


"masuk sekolah aku aja mi,biar aku bisa jaga mira" Rey tidak mau pisah sama mira.papi dan mominya mengerutkan keningnya " kamu gak salah Rey? sekolah mu kan khusua laki laki.kamu mau adik kamu di krubutin laki laki" Rendi gak habis pikir sama pikiran Rey. Rey menggaruk tengkuk kepalanya " oh iah aku lupa pah"


"kalau gitu biar nanti mi yang cari sekolah nya,mira juga harus kasih pendapat mira yah,jangan apa apa tetserah mi,mira juga harus keluarin pendapat nya mira yah sayang" Reyna mengusap pipi amira.


"iyah mi."


*


*


*


setelah makan siang Reyna dan Rendi sedang santai di kamar nya. " yang...menurut mu Amira kita sekoalahkan di mana yah?" Reyna meminta pendapat Rendi " aku terserah kamu saja yang..aku ngikut aja yang penting itu hal yang baik buat dia" Rendi hanya ingin Reyna yang memutuskan nya


"gak seru kamu mah kalau di minta pendapat pasti bilangnya terserah" Reyna cemberut

__ADS_1


"haha...kamu itu yang kalau ngambek gitu bikin aku ingin gigit bibir kamu" Rendi selalu saja menggoda Reyna.


"ah kamu mah gak asik" Reyna berdiri dari sopa niatnya ingin pergi ninggalin rendi ,tapi rendi menarik tangannya dan akhirnya Reyna duduk di pangkuan Rendi. " lepasin yang kamu apa apan sih" Reyna berusaha unutuk berdiri dia menggoyang goyangkan duduknya agar bisa lepas dari pelukan Rendi dan itu justru membuat Rendi makin mengencangkan pelukan di pinggang Reyna. "kamu sengaja memggoda ku sayang? apa kamu mau kita bikin adik buat Rey?" juniornya Rendi menegang karna ulah Reyna yang tidak bisa diam duduk di pangkuan Rendi.seketika Reyna langsung diam karma merasakan ada benda yang mengeras yang dia duduki. " sayang..aku tidak bermaksud begitu.." tapi sia sia Reyna mencoba kabur karna Rendi sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi. Rendi menyibak rok mini yang Reyna pakai,tangannya sudah masuk kedalam ****** ***** Reyna. meski Reyna mencoba menahannya tapi sia sia.."sayang..ah..aku" Reyna ingin bicara tapi Rendi tetus saja bermain di bagian intim Reyna.bahakan posisi Reyna sudah di bawah Rendi .Reyna sudah berbaring di atas sopa.semua pakaian Reyna sudah berserakan di bawah Rendi memang jago kalu soal membuka pakain Reyna. semua bagian tubuh Rryna di jelajahi Rendi me****ap payudara Reyna sedangkan tangannya bermain di bawah. Reyna terus mengeluarkan desahannya karna permainan Rendi dan siang itu jadi siang yang penuh dengan peluh dan keringat. membuat ke dua insan itu terlelap karna ke lelahan


__ADS_2