
"silahkan masuk , jadi bagai mana?"
" begini pa ,sesuai perintah saya akan memberikan kunci rumah dan ini surat surat perusahaan atas nama ibu Reyna dan pa Rendi.jd mulai besok saya yang akan membantu bp."
"ok terimakasih atas bantuan dan kerja samanya.maaf nama anda"
" saya Roy." roy mengulurkan tangan nya
rendi menerima dan berjabat tangan.
" senang bisa bekerja sama "
"baik lah kalu begitu saya permisi tuan"
"baik..sekali lagi terimakasih"
setelah ke pergian Roy .Rendi kembali ke kamar untuk melihat istrinya. Tapi ternyata Reyna masih terlelap,Rendi pun bergegas pergi sebelum Reyna bangun karna dia akan mencari buah yang istrinya inginkan.
Rendi pergi naik taksi terpaksa dia harus berkeliling ke setiap toko buah dan saat memasuk toko buah Rendi bertemu dengan ibu nya . Rendi langsung menghampirinya ,dia menyapa ibunya.
" bu....,bagai mana kabar ibu?"
ibu nya melihat Rendi dan dia memeluk Rendi sambil terisak,
" maaf kan ibu nak...ibu benar benar menyesal.maaf kan ibu.kamu maukan memaafkan ibu nak?"
Rendi kaget karna tiba tiba saja ibunya meminta maaf.
"tentu bu..aku sudah memaafkan ibu jauh sebelum.ibu minta maaf.bagai mana kabar ibu?"
"ibu baik nak.kamu tinggal di mana sekarang?ibu mencari kamu tapi tidak ketemu"
"aku tinggal di rumah yang dulu aku belikan untuk bibi dan paman"
"maksud mu pembantu kita dulu?"
" iah bu..adik adik gimana kabarnya bu?"
saat Rendi menanyakan soal adik nya tiba tiba raut wajah nya berubah sendu" sudah lah jangan bicarakan mereka sekarng nanti ibu cerita.kalu begitu kalian tinggal sama ibu saja bagai mana?"
Rendi senang ternyata ibu nya sudah berubah
" tidak usah bu.,kami besok mau pindah rumah.Reyna di belikan rumah oleh ayah nya.kalu ibu mau ibu bisa tinggal dengan kita lagi."
ibu rendi malu karna ternyata anak nya itu sangat sayang dam selalu baik padanya. "terimakasih nak tawaran nya,tapi ibu malu.mungkin untuk saat ini ibu belum bisa.mungkin lain waktu"
"baik lah bu"
__ADS_1
tiba tiba ibunya menyadari kalau Rendi hanya sendiri.dan dia melihat kanan kiri
" Ren...kamu sendiri,istri kamu mana?"
"oh itu bu, dia sedang tidak enak badan tadi muntah muntah.dan sekarang aku mau cari buah bit.dia menyuruh ku membeli nya."
"tunggu tunggu...muntah..muntah....buah bit. apa dia sedang hamil?? "
Rendi tersenyum dan mengangguk.
" oh ya ampun....aku akan jadi nenek,benar begitu Ren?? ibu senang sekali.ayoohh..ibu bantu mencarikan nya.ibu akan pilih yang bagus bagus..dan apa boleh ibu ikut menemuinya?"
" tentu bu...ibu kan ibu kami.Reyna pasti senang ibu ikut dengan ku untuk menemui nya"
"terimakasih sayang...ayo kita cari buah bit nya"
mereka berdua sibuk mencari buah yang bagus.tapi nyata nya bukan hanya buah bit yang di beli semua jenis buah buahan di beli ibu nya katanya bagus untuk ibu hami. setelah pulang dari toko ibunya langsung membuat jus buah bit dan ada juga yang sudah di kupas di potong potong.sementara Rendi membangunkan Reyna.
" sayang..bangun sudah siang..katanya mau buah bit" Reyna langsung bangun dan bersandar di dada nga Rendi.
" mana buah nya..bawa ke sini saja aku males ke dapur sayang"
tok..tok.
" siapa sayang...ko ada orang yang mengetuk pintu kamar kita?
" masuk bu.."
Reyna pun menoleh ke arah rendi,
"ibu..,"
belum sempat Rendi menjawab nya ibunya masuk dan tersenyum pada Reyna,di bawanya jus dan buah bit.
"ibu....ibu ada di sini.bagai mana kabar ibu?' Reyna senang melihat mertuanya sudah di sini.itu artinya mereka sudah baikan
"ibu baik nak...maaf kan ibu nak."
"sudah lah bu..aku senang ibu di sini.maaf kan aku juga yah bu."
mereka pun saling berpelukan.Rendi senang karna sekarang mereka kembali bisa bersama sama.
dan Rendi membiarkan mereka berdua di kamar. Rendi keluar dan menelpon bibi dan suaminya.
Rendi minta bantuan mereka untuk beres beres besok di tempat barunya. dan tentunya mereka bekerja kembali bersama Rendi.
*
__ADS_1
*
esok hari nya Rendi mengajak Reyna pergi. tanpa Reyna tau kalau mereka akan pindah rumah.karna Rendi belum bilang akan hal itu.
"sebenarnya kita mau ke mana?"Reyna heran karna jalan yang ia lewati masuk ke rumah rumah tempat orang orang kaya.
" Kejutan sayang...duduk manis sebentar lagi sampai"
dan tidak lama mereka tiba di rumah yang mewah..tapi memang tidak semewah dan sebesar Rumah rendi dulu.
"sudah sampai sayang,ayo turun"
Reyna turun dari mobil.dia melihat rumah yang mewah itu " sayang...ini Rumah siapa?"
" Rumah kita sayang...hadiah dari ayah.kamu suka?"
"aku suka...tapi.._"
Rendi melihat ada raut kecewa di wajah Reyna
"tapi kenapa sayang? apa ada yang kurang bagus?"
"aku lebih suka Rumah lama kita" Reyna menundukan wajah nya..dan bulir bulir air matany menetes.
Rendi meresa bersalah karna tidak bisa membuat istrinya bahagia. "maaf kan aku sayang...tapi aku janji kita akan mengambil rumah itu kembali"
Rendi memeluk Reyna dengan penuh cinta.
ekhemmmm....
tiba tiba bibi mengagetkan mereka.
"maaf nyonya..tuan silahkan masuk,semuanya sudaj beres tuan.selamat datang nyonya."bibi tersenyum pada Reyna.
"oh bibi...terimakasih bi." Reyna memeluknya dengan tangis
"jangan nangis nyonya..harus nya nyonya bahagia"
"gak tau bi..rasanya pengen nangis aja"
"apa jangan jangan nyonya sedang hamil"
dan itu di jawab oleh Reyna dengan anggukan
***
makasih yang udah dukung...yang udah like .aku doa kan semoga bahagia dan sukses selalu..🥰😉😉
__ADS_1