Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
pelan pelan mas


__ADS_3

apa lagi gaun lea yang tersingkap ke atas karna terus di tarik oleh lea membuat Rendi tidak tahan untuk menyentuh paha lea yang mulus ,rendi mulai meraba ke bagain paha dan itu membuat lea merinding tidak karuan. " ya ampun mas rendi apa dia akan melakukannya malam ini,kenapa perasaan ku tidak enak." lea semakin merasa panas dingin karna setiap sentuhan yang Rendi berikan padanya .tangan Rendi sudah tidak bisa di kondisikan meraba ke bagian sensitif lea bibirnya menyesap p***ng payudara lea " mass ... aku_ " belum sempat bicara bibir lea sudah di bekap oleh bibir rendi lidah nya sudah menjelajah di mulut lea " bernafas sayang..mainkan lidah mu juga" Rendi memberi intruksi .gaun yang di pakai lea sudah terlepas tanpa lea sadari tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benangpin yang menutupinya.


Rendi memang bisa membuat lea nyaman dalam bercinta dia laki laki yang penuh kelembutan begitupun dalam hal berhubungan intim." mas..pelan pelan aku takut" lea menutupi bagian intim nya karna takut merasa sakit " iyah sayang aku pasti pelan pelan" Rendi memulai aksinya awalnya memang lea ke sakitan tapi setelah mencoba nya lagi lea mulai merasa ke enakan bahkan penyatuan yang mereka lakukan bukan hanya sekali bahkan berkali kali sampao akhirnya mereka terlelap tidur pulas sampai esok hari


hari sudah siang pasangan pengantin baru itu masih belum terbangun dari tidurnya ,kelaurga sudah menunggu untuk sarjapan tapi pasangan itu belum juga turun" oma..apa papih dan mami belum juga bangun?"amira mennyakan nya lagi setelah beberapa kali bertanya pada omanya " belum sayang lebih baik kita makan duluan saja ,mungkin mereka masih lelah " oma mencoba memberikan pengertian " yah mugkin saja mereka terlalu bersemangat untuk membuat adik bayi" uhuk...uhuk...uhum...oma ,dan opa terbatuk mendengar kata kata amira sedang kan rendi melirik amira dan geleng geleng kepalanya. " kenapa? aku benar kan" amira cekikikan karna geli membayangkannya


*


*

__ADS_1


*


lea membuka matanya ketika merasa ada yang mengusap kepalanya " sudah bangun sayang" Rendi mencium kening amira " ya ampun aku ke siangan maaf mas,aku harus buru buru aku belum menyiapkan sarapan" lea berusaha bangun dan menggerakan kakinya tetapi " aaawww..." lea.meringis ke sakitan "masih sakit kan,sudah gak usah bikin sarapan mereka sudah sarapaan ini kan sudah lewat jam sarapan. aku bantu yah,mau ke kamar mandi kan?" lea mengangguk, Rendi menggendong lea membantunya duduk " mas mau apa?" lea melihat rendi membuka boksernya " iyah mandilah sayang ,mas juga kan belum mandi jadi kita mandi berdua" Rendi ikut masuk ke bethup dan kemudian acara mandi itu jadi mandi yang tidak biasa lagi bahkan memakan waktu hampir dua jam di kamar mandi.


lea menggosok rambut nya yang basah di depan meja rias ,rendi sudah rapi dengan pakaian santai nya dia terlihat lebih muda memakai pakaian santainya. " sini mas bantu keringkan" Rendi membantu lea memakai hardayer dan menyisir rambut lea . " mas.."


"heeemmm"


"katakan saja"

__ADS_1


" aku gak bisa makan di bawah,boleh makan di kamar saja.aku masih sakit jalannya" lea malu malu meminta tolong rendi


"tentu saja boleh sayang,nanti mas bawakan yah,kita makan bareng.tunggu di sini mas ke bawah dulu" Rendi mencium kening lea dan pergi membawa makanan.


Rendi turun ke bawah ternyata ibu mertuanya sedang ada di dapur bersama pelayan lain nya." bibi tolong siapkan makanan untuk aku dan lea,biar nanti saya yang bawa ke atas.tolong bereskas kamar saya dan ganti sepreynya juga yah" Rendi sedikit malu sebenarnya meminta tolong mengganti seprey bekas semalm mereka bermain." baik tuan akan saya kerjakan " bibi tersenyum sambil menyiapkan makanan "lea gak turun ren,pasti dia ke capean yah.jangan terlalu berlebihan kasian dia" ibu bicara sambil senyum senyum dan para pelayan tertawa kecil mendengarnya "emmm...aku bawakan makanan dulu ke atas bu" rendi pergi ke kamarnya buru buru karna kalau dia lama lama di sana bisa bisa jadi bahan pembicaraan.


lea sedang rebahan di sopa karna tempat tidur mereka berantakan tidak karuan karna ulah mereka berdua tadi malam,Rendi melihat lea yang tertidur kembali merasa kasihan karna ulah nya istrinya itu jadi ke capean tapi mau bagai mana lagi namanya juga laki laki kalau sudah ingin sulit di kontrol apa lagi sama pasangannya. " sayang bangun... ini makanannya ,makan dulu kamu belum makan" rendi mengusap lembut kepala lea


" mas..kamu sudah datang,maaf aku ngantuk sekali mas" lea membuka matanya dan melihat makann yang sudah tersedia di meja " banyak sekali makanan nya mas,apa akan habis?" lea melihat begitu banyak makanan yang rendi bawa " kan untuk berdua sayang pasti habis lah,kalu tidak habis nanti lemes gak ada tenaganya" rendi menaik turun kan alis nya menggoda lea." memangnya mau olahraga mas harus banyak tenaga ?" lea belum paham maksud rendi " iyah olah raga malam " rendi membisikannya ke telinga lea ,baru lea paham makaud rendi otak nya langsung jalan mengingat ke jadian panas tadi malam dan pagi tadi di kamar mandi

__ADS_1


glek..


lea menelan selivanya mendengar ucapan rendi


__ADS_2