Suami Ku Cinta Ku

Suami Ku Cinta Ku
Rendi menangis


__ADS_3

"Ren..kamu kenapa?" ibu nya rendi hawatir melihat Rendi yang babak belur.


"tidak apa apa bu. hanya kecelakaan kecil"


ibu rendi mengernyitkan dahinya." kecelakaan apa,kamu jatuh? tapi ko kaya habis di pukuli?


"sudah lah bu aku gak apa apa,aku mau cuci muka dulu "rendi pergi ke kamar mandi.


ayah Reyna tau kalau Rendi pasti berantem dengan dewa. dan tidak mau ikut campur lebih dalam ayah nya tidak menanyakan kenapa Rendi babak belur. sudah berhari hari Rendi menunggu Reyna di.sana.tapi tidak ada perubahan sama sekali. dokter pun putus asa. namun ada kabar baik dari bayi R kondisinya semakin membaik dan beratnya sudah bertambah.


Rendi selalu setia menunggu Reyna bahkan dia menyerahkan pekerjaan kantor nya pada Roy,karna tidak ingin saat Reyna bangun dia tidak ada.setiap hari.Rendi selalu mengajaknya bicara,karna Rendi tau meski Reyna tertidur dia masih bisa mendengarkan ceritanya.seperti hari ini


"sayang. . aku punya kabar baik buat kamu. bayi R sudah mulai membaik.beratnya juga sudah bertambah sekarang.. kata dokter kalau terus begini minggu depan bayi R boleh pulang,jadi kamu harua cepat bangun biar kita pulang sama sama.kamu mau kan sayang" Rendi membelai rambut Reyna .


dari ujung matanya keluar air mata,Rendi segera mengusapnya. ".sayang jangan nangis..kamu tau aku gak bisa tanpa kamu.aku berjanji akan menangkap orang yang menyebabkan semua ini" .


tiba tiba hp Rendi berbunyi di sana tertera nama Roy


"iyah Roy ada apa?"


"tuan nona jesi sudah kami tangkap sekarang dia di kantor polisi" suar roy di telpon.


"kerja bagus Roy,segera selesaikan semuanya saya ingin dia membusuk di penjara"

__ADS_1


"baik tuan"


Rendi kembali bercerita pada Reyna "sayang kamu dengar...wanita itu sudah di tangkap polisi.akau akan pastikan dia membusuk di penjara karna sudah berani berbuat ini padamu."Rendi mengecup puncak kepala Reyna.


" sayang aku akan keluar sebentar nanti ada ayah yang akan gantikan aku di sini.nanti aku akan kembali lagi"


rendi keluar dan ayah Reyna langsung masuk ke ruangan Reyna. Rendi sudah bilang akan keluar sebentar agar ayahnya bisa mendampingi Reyna.


Rendi ternyata pergi ke ruangan dokter anak.dia menemui Dokter siska ,dokter yang merawat bayi R.


Rendi minta ijin untuk bisa membawa bayi R ke ruangan Reyna. mungkin dengan begitu Reyna bisa sadar kembali.tadinya dokter tidak mengijinkan karna itu adalah peraturan rumahsakit.tapi karna Rendi memaksa dokter pun setuju.


"ingat pak Rendi hanya,10 menit saja."


"mari saya akan suruh suster siapkan bayi R dulu"


Rendi pun menunggu di luar ruangan bayi,bayi R di gendong oleh suster dengan infus masih terpasang .


"sus boleh saya yang menggendong nya"


"tentu boleh pak,silahkan dan hai hati"


Rendi menggendong bayi R dia sudah sangat mirip dengan ayahnya. rendi membawanya ke ruangan Reyna dan ayah Reyna senang bisa melihat cucunya.

__ADS_1


"nak..bangunlah.lihat ada anak mu di sini.dia tampan sekali nak"ayah Reyna menyeka air mata nya.dia tidak.kuat menahan rasa haru .


Rendi berjalan mendekati Reyna.dia menaruh bayi R di pinggir ranjang berdampingan dengan Reyna. Rendi memegang tangan Reyna,dia mengusap kan tangan Reyna ke wajah bayi R.


"sayang..coba rasakan kulit wajah bayi kita.dia tampan sekali. hidungnya seprti mu,matanya mirip denganku."


kemudian Rendi menyentuhkan tangan Reyna ke rambut bayi R. " dan ini rambutnya..mirip sekali dengan Rambut kamu sayang.pasti kamu ingin sekali melihat nya kan.ayo bangun sayang..nanti kamu bisa menyisir rambutnya,menatanya sesuka mu.".Rendi menahan isak tangis nya suaranya bergetar begitu pula dengan ayah dan suster yang ada di sana.mereka tidak kuat menahan air mata,karna pemandangan itu sangat mengharukan. tiba tiba jari jari tangan Reyna bergerak tapi matanya masih terpejam. Rendi melihat itu dia kembali memgajak Reyna bicara,mungkin itu adalah respon baik dari Reyna.


" kamu senang sayang..ayo gerakan tangan mu.agar kamu bisa menggendongnya nanti.buka mata mu agar kamu bisa melihatnya tertawa.bicaralah sayang,nyanyikan lagu saat dia akan tidur. sadar lah.sayang...dia butuh kamu. dia ingin momi nya yang mengurusnya.".Rendi meneteskan air matanya. dia terus melihat Reyna berharap akan ada respon lagi darinya.tapi sudah beberapa detik tidak ada respon,suater pun mengingatkan agar bayi R segera kembali ke ruangan bayi.


"pak sudah 10 menit bayinya harus saya bawa.'


" baik sus,..sayang ternyata momi masih tidak ingin bangun.maaf kan papi yah nak" Rendi mencium bayi R . Rendi menggendongnya dan akan membawanya kembali .


"ayah..tolong tunggu di sini dulu.saya akan ke ruangan bayi"


"baiklah nak..yang sabar.semoga ini cepat berlalu"


rendi dan suster membawa bayi R.baru saja akan membuka pintu tiba tiba


"Reyhan..."


***

__ADS_1


__ADS_2