Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Kenyataan pahit.


__ADS_3

Gita terlihat menyambut kedatangan Hantara yang baru saja pulang kerja.


"Kelihatannya mas lelah sekali hari ini??." Sembari mengambil alih jas di lengan Hantara, Gita berujar.


"Lumayan sayang." jawab Hantara, padahal pada kenyataannya dirinya sedikit lelah memikirkan cara untuk menyampaikan hal tentang Dimas kepada istrinya


Keduanya berjalan menuju kamar mereka berada.


Hantara yang berada beberapa langkah di belakang istrinya menyeru nama sang istri sehingga membuat Gita spontan menoleh.


"Sayang."


"Ada apa mas??." Gita bisa menebak saat ini suaminya ingin membicarakan hal serius terlihat dari raut wajahnya.


"Mas ingin membicarakan sesuatu padamu tetapi mas harap kamu tetap tenang mendengarnya." Hantara melangkah ke arah Sofa kemudian mulai menjatuhkan bokongnya di sana, kemudian menepuk bagian yang kosong Seolah meminta istrinya untuk duduk di sisinya


"Apa yang sebenarnya ingin mas bicarakan??." Gita yang telah duduk tepat di sisi suaminya nampak menggenggam tangan Hantara, seolah ingin menyampaikan jika dirinya siap mendengarkan.


Hantara diam sejenak, pria nampak memejamkan matanya seraya menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa, sebelum beberapa saat kemudian kembali membuka mata dan kembali menegakan tubuhnya menghadap sang istri.


Hantara menghela napas sebelum menghembuskannya perlahan. "Apa kamu begitu menyayangi ibu kamu???." pertanyaan Hantara membuat Gita tersenyum kecil karena menganggap suaminya tersebut ada ada saja mempertanyakan sesuatu yang sudah pasti jawabannya tentu saya iya.

__ADS_1


"Kamu gimana sih mas, tentu saja aku sangat menyayangi ibu karena beliau lah yang telah melahirkan dan membesarkan aku meski hanya sampai usiaku lima belas tahun." jawab Gita dengan wajah berubah sendu karena kembali teringat saat dirinya harus kehilangan orang tuanya akibat sebuah kecelakaan di usianya yang baru Lima belas tahun.


Tetapi beberapa saat kemudian Gita kembali menampilkan senyum di wajahnya seolah mengisyaratkan dirinya baik baik saja, dan Hantara boleh melanjutkan pembicaraannya.


"Bagaimana jika ternyata dia bukanlah ibu kandung kamu ???." Jujur, Gita semakin tidak mengerti dengan maksud pembicaraan suaminya.


"Apa maksud kamu mas, aku tidak mengerti??." dengan kening berkerut Gita bertanya.


Hantara nampak menghela napas dalam seolah kali ini paru parunya membutuhkan oksigen lebih, sebelum meraih sebuah amplop coklat di dalam tas kerjanya kemudian menyerahkannya kepada Gita.


"Apa ini mas??." Gita semakin di buat kebingungan saat suaminya tersebut bukannya menjawab justru menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat kepadanya.


"Bukalah sayang!!! seru Hantara seraya mengelus punggung istrinya yang kini tengah menatap amplop yang ada di tangannya.


Kedua tangan Gita mulai bergetar saat membaca setiap kata yang tertera di kertas putih tersebut.


"Apa maksudnya semua ini mas??." dengan suara tangis tercegat Gita bertanya.


"Seperti yang kamu lihat sayang, bahwa kamu dan Dimas ternyata memiliki ayah dan ibu yang sama."


Deg

__ADS_1


Jantung Gita seakan berhenti berdetak, bukan hanya karena Dimas yang ternyata kakak kandungnya, tetapi karena wanita yang di anggapnya ibu kandung selama ini ternyata bukanlah ibu kandungnya.


"Jika benar dia ibu kandungku lalu mengapa bukan dia yang membesarkan aku?? kenapa dia tidak pernah ada di saat aku membutuhkannya??? kenapa dia tidak pernah ada di saat Gita kecil membutuhkan kasih sayang darinya??." pecah sudah tangis Gita kala teringat betapa menderitanya hidupnya setelah kematian ayah dan wanita yang selama ini di anggap ibu olehnya, sementara wanita yang ternyata adalah ibu kandungnya sama sekali tidak pernah menampakkan diri di hadapannya.


"Sayang...." Hantara merangkul tubuh istrinya yang kini tengah terisak, sebagai seorang suami Hantara bisa merasakan apa yang kini di rasakan istrinya.


"Mas menyampaikan semua ini padamu bukan untuk membuat kamu bersedih, mas hanya tidak ingin menyembunyikan kebenaran dari kamu, sayang." secara tidak langsung ada rasa sesal di hati Hantara saat menyampaikan kabar tersebut di saat istrinya tengah mengandung, tetapi dengan menyembunyikannya lebih lama lagi, juga tidak akan lebih baik.


"Mungkin beliau punya alasan sampai melakukan semua itu sayang, sekarang lebih baik kamu istirahat saja dulu tenangkan dirimu!!!! kita akan membahasnya lagi besok setelah keadaan kamu lebih baik!!." Hantara menuntun tubuh Gita menuju ranjang kemudian membantunya untuk merebahkan tubuhnya, kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya sebatas perut.


Mungkin karena lelah menangis kini Gita telah masuk ke alam mimpi. sedangkan Hantara memilih membersihkan tubuhnya sebelum nantinya ikut merebahkan tubuhnya di sisi sang istri.


Di waktu yang sama, Dimas nampak tak tenang saat Renata menyuruhnya untuk tidur di sofa.


"Sayang.... tidak bisakah mas ikut tidur bersama di ranjang??." dengan wajah memelas Dimas berucap berharap istrinya itu bisa sedikit iba dan menyetujui permintaannya.


"Mas ingin tidur bersamamu karena ada yang ingin mas bicarakan padamu, boleh ya sayang...??." masih dengan wajah memelas Dimas merayu di saat Renata belum juga menanggapi permintaannya.


"Memangnya apa yang ingin mas bicarakan?? kakak iparku lagi??." tebak Renata dengan tatapan tak suka, bukannya benci dengan Gita namun Renata tidak suka ada yang mengganggu ketentraman rumah tangga kakaknya, apalagi pria itu adalah suaminya.


Penyebab Dimas kini berakhir tidur di sofa akibat dirinya yang tadi mengatakan pada sang istri jika dirinya ingin membicarakan hal serius dan itu ada hubungannya dengan Gita.

__ADS_1


Melihat suaminya mengangguk tanpa keraguan membuat Renata merasa semakin kecewa dan memilih untuk meninggalkan Dimas di kamar dengan wajah bingung.


Dimas menyusul langkah Renata saat wanita itu keluar dari kamar."Kamu mau ke mana sayang??? ini sudah malam." tanya Dimas seraya menahan pergerakan Renata saat melihat wanita itu meraih kunci mobilnya sebelum hendak meninggalkan kamar dan entah hendak ke mana.


__ADS_2