Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Membebaskan Dimas.


__ADS_3

Mendengar hembusan napas istrinya yang mulai teratur Hantara pun turun dari ranjang dan kembali ke ruang kerjanya.


Berulang kali Hantara membaca pesan yang Tadi di kirim Abimanyu ke aplikasi hijau yang berada di ponsel milik Dimas.


Setelah mempertimbangkan, Hantara pun menghubungi Armada dan meminta asisten pribadinya tersebut untuk membebaskan Dimas mengingat kondisi ibu dari pria tersebut sangat memperihatinkan dan keberadaan Dimas pastinya sangat di butuhkan saat ini.


"Bebaskan pria itu." titah Hantara saat panggilannya tersambung pada ponsel Armada.


"Apa anda yakin tuan??." tanya Armada meyakinkan.


"Tidak perlu bertanya lakukan saja apa yang saya perintahkan!!." titahnya dan Armada pun mengiyakannya."Baik tuan." jawab Armada patuh.


Sebelum panggilan terputus Hantara di kejutkan dengan informasi yang baru saja di berikan Armada padanya.


"Apa kau yakin dengan informasi yang kau terima???." tanya Hantara setelah mendengar informasi yang baru saja di berikan Armada.


"Saya yakin tuan, karena informasi ini saya dapat langsung dari salah satu tetangga dari mertua Anda dulu." jawab Armada yakin.


"Teruslah cari informasi lebih dalam lagi dan secepatnya kabari saya jika ada informasi terbaru!!." lanjut Titah Hantara sebelum mematikan sambungan telepon.


Hantara nampak menghela napas berat"Mengapa semua harus serumit ini, semoga semua cepat terselesaikan??." gumamnya kala teringat informasi dari Armada tadi.


***


Andika yang baru saja selesai mandi beranjak membuka pintu saat mendengar bel apartemennya berbunyi.

__ADS_1


Kedua bola mata Andika nampak membulat sempurna saat melihat kondisi sepupunya saat ini.


"Apa yang terjadi padamu, kenapa kau bisa sampai seperti ini??." dengan wajah khawatir Andika bertanya saat melihat luka lebam serta noda darah yang sudah mengering di wajah sepupunya tersebut.


"Jangan terlalu banyak tanya, sebaiknya segera ambilkan es batu untuk mengompres lukaku." ucapan sepupunya tersebut membuat Andika menghentikan pertanyaannya untuk sementara guna mengambil es batu di kulkas.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi padamu, sudah hampir dua tahun kau bertahan dengan keras kepalamu dan tidak pernah mau datang padaku, sekalinya datang kau malah membuatku khawatir seperti ini." meski kesal namun Andika tetap membantu sepupunya itu untuk mengompres lukanya.


"Siapa yang sudah melakukan semua ini padamu??." Andika terus mencecar dan mau tidak mau sepupunya tersebut pun menjawab.


"Hantara putra Adipura Sanjaya." jawabnya.


"Memangnya apa yang membuatmu sampai berurusan dengan tuan Hantara, Dimas??." kembali cecar Andika di sela aktivitasnya mengompres luka lebam di wajah Dimas.


Dimas terlihat menghela napas berat sebelum menjawab."Aku telah menghamili adik perempuannya." Dimas hanya mengatakan salah satu dari alasan mengapa sampai dirinya babak belur seperti ini.


Menurut Andika sekalipun berhasil membalaskan dendamnya tetap tidak akan mengembalikan keadaan. begitulah pola pikir Andika yang jauh lebih dewasa dan bijak di banding Dimas. apalagi menurut Andika, Dimas sendiri belum tahu pasti akan kejadian saat itu karena usia Dimas saat itu masih kecil.


"Aaaapaaaa???." saking terkejutnya mendengar pengakuan Dimas sampai sampai Andika tidak sadar menekan es batu ke wajah Dimas sehingga membuat sepupunya tersebut meringis.


"Arrrggghhh si_alan...apa kau ingin membunuhku??." umpat Dimas dengan wajah kesal.


"Maaf, habisnya kamu membuatku terkejut, bagaimana kau sampai berani menghamili adik dari tuan Hantara,Dimas?? apa kau punya sembilan nyawa hingga berani berurusan dengan pria itu??." ucap Andika ketus.


"Kami melakukannya atas dasar cinta dan tidak ada unsur paksaan." jawab Dimas tanpa beban.

__ADS_1


"Aku akan segera menikahi Renata." lanjut ucap Dimas sementara Andika yang mendengarnya nampak berdecak lidah."Ck...kau pikir tuan Hantara akan menyetujuinya begitu saja setelah dia tahu kalau kau telah menghamili adiknya sebelum kalian menikah." papar Andika seolah mengingatkan sepupunya tersebut.


"Dengan atau tanpa restu dari tuan Hantara aku akan tetap Menikahi adiknya karena aku mencintainya terlebih lagi saat ini ada buah cinta kami di dalam perut Renata." kembali Dimas mematahkan praduga Andika dengan penuh percaya diri.


"Apa kau benar-benar mencintai gadis itu??.tanya Andika dengan tatapan berubah serius.


"Jika aku tidak benar benar mencintainya mana mungkin aku sampai bertindak sejauh itu sampai membuatnya mengandung anakku." jawab Dimas dengan gurat wajah tak kalah serius.


"Baiklah, lakukan saja apa yang menurutmu baik, sebagai sepupu aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu." papar Andika yang kini baru saja selesai mengompres wajah Dimas yang di penuhi luka lebam. "Tetapi aku tidak yakin jika kekasihmu itu masih mau menerimamu dalam kondisi wajah seperti ini." Cibir Andika disertai senyum mengejek.


"Bahkan dengan luka lebam sekalipun aku lebih tampan darimu." Dimas menanggapi cibiran Andika dengan penuh percaya diri, sementara Andika sendiri bukannya marah pria itu justru tersenyum sembari menggelengkan kepalanya seraya kemudian menepuk pundak Dimas lalu berkata." Kau memang adik sepupuku yang paling percaya diri." ucapnya sebelum berlalu ke pantry untuk mengembalikan handuk dan baskom kecil yang tadi digunakan untuk mengompres luka di wajah Dimas.


Beberapa saat kemudian Andika pun kembali dengan segelas teh di tangannya.


"Minumlah mumpung masih hangat!!." ucapnya seraya menyerahkan segelas teh buatannya pada Dimas.


"Thanks." ucap Dimas sebelum kemudian mulai menyesap teh Tersebut beberapa kali sebelum meletakkan gelas di atas meja.


Suasana hening untuk sejenak, sebelum Andika kembali bersuara."Tiga bulan terakhir aku kembali bertemu dengan gadis itu secara tidak sengaja, mungkin ini suatu pertanda. jika kau ingin menemuinya aku bisa mengantarkanmu untuk bertemu dengannya."ucapan Andika seketika membuat raut di wajah Dimas berubah datar.


"Jujur saja, aku lelah membahas sesuatu yang tidak jelas Dika. aku tidak akan menemui gadis yang kau maksud itu dan sampai kapanpun aku tidak ingin melakukannya." papar Dimas dengan gurat wajah datarnya.


"Apa salahnya mencoba, sejak dua tahun yang lalu aku yakin gadis itu adalah gadis kecil yang berada di foto itu." Andika begitu yakin sebab dua tahun yang lalu saat dirinya di undang oleh sebuah kampus untuk memberikan motivasi bagi mahasiswa, suatu kejadian yang menyebabkan buku milik seorang gadis terjatuh ke lantai dan saat itu ada sebuah Foto yang tak sengaja terjatuh dari sela buku milik gadis itu. yang paling mengejutkan Andika ketika itu, foto tersebut Sama persis dengan foto anak kecil yang di miliki tantenya, Nyonya Veronica.


Sejak saat itu Andika terus mencoba mengikuti gadis itu secara diam diam untuk memastikan dugaannya. tetapi karena sesuatu dan lain hal terpaksa saat itu Andika tidak meneruskan niatnya untuk mencari tahu kebenaran gadis itu dan siapa sangka dua tahun setelahnya Andika kembali bertemu dengan gadis itu.

__ADS_1


Jangan lupa like, koment and Vote ya,,,,and jangan lupa kirim bunga ke kebon ya,,,,😊😊😊😊 biar aku masih semangat melanjutkan karya recehku 🙏🙏🙏🙏🙏😘😘😘😘😘🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2