Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Apa dia cemburu??.


__ADS_3

Tiga hari sudah Gita di rawat di rumah sakit, selama tiga hari juga Hantara setia menemani sang istri. Hantara bahkan mengerjakan pekerjaannya dari rumah sakit pria itu sama sekali tidak berniat meninggalkan sang istri.


Sedangkan kedua orang tua Hantara terutama nyonya Merina hampir setiap hari menjenguk menantu kesayangannya itu, dengan membawa masakan kesukaan Gita yang khusus di masak sendiri olehnya.


Sejak saat itu pula hubungan kekerabatan di antara Hantara dan Dimas semakin dekat. selain Dimas yang telah membawa Gita ke rumah sakit saat itu, tiga hari belakangan ini Dimas selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi Hantara yang tengah menemani sang istri di rumah sakit untuk sekedar memberi support.


"Mas...apa hari ini kamu kembali tidak pergi bekerja??." Gita yang kini tengah duduk di brankar rumah sakit nampak bertanya pada Hantara yang kini sibuk mengupas buah jeruk untuk dirinya.


"Hemt."nampaknya Gita sudah terbiasa dengan jawaban singkat dari suaminya.


"Jika kamu ingin pergi bekerja aku tidak masalah kamu tinggal lagi pula hari ini Anis bertugas jaga malam jadi aku bisa memintanya untuk menemaniku pagi ini." usul Gita. ia tidak ingin egois dengan membuat sang suami harus menunda pekerjaannya, apalagi sebagai pemilik perusahaan pastinya Hantara memiliki tanggung jawab besar.


Hantara memandang ke arah Gita."Tidak ada yang lebih penting daripada kesehatan istriku, lagi pula aku masih bisa bekerja selama menemanimu di sini." jawab Hantara. Gita pun memilih diam tak lagi memaksa jika itu sudah keputusan Hantara, karena sekalipun Gita terus memaksa hasilnya akan tetap sama, Hantara pasti tetap pada pendiriannya.


Beberapa saat kemudian Gita teringat akan sosok Dr Siren yang telah lama mendambakan sosok suaminya."Untungnya Sejak empat hari yang lalu dr Siren sedang cuti, jika tidak sudah pasti wanita itu akan semakin benci padaku saat melihat keberadaan mas Hantara di sini bersama ku." batin Gita.


Hantara nampak mengeryit saat melihat Gita seperti sedang melamun akan sesuatu." Apa kamu sedang memikirkan sesuatu??." tanya Hantara saat hendak menyuap jeruk untuk Gita.


"Ti_dak ada apa apa mas."dusta Gita sebelum membuka mulutnya karena saat ini Hantara mengarahkan potongan jeruk ke mulutnya.


"Pintar." Hantara mengusap rambut Gita layaknya anak kecil saat istrinya itu memakan jeruk tersebut.


"Kamu pikir aku ini anak kecil mas." sungut Gita. sedangkan Hantara nampak tersenyum menyaksikan tingkah Gita yang menurutnya sangat imut dan menggemaskan.


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika istri kecilku ini sedang mengandung buah hati kami nanti, pasti akan semakin menggemaskan dengan pipinya yang cabi serta tubuhnya yang semakin berisi" batin Hantara. Hantara yang kini tengah menatap intens wajah istrinya nampak senyum sendiri membayangkan hal itu.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih mas??." tanya Gita dengan kening berkerut. "Tidak ada apa apa." dusta Hantara.


Selama tiga hari menemani sang istri di rumah sakit sikap Hantara nampak begitu perhatian dan romantis, meski tak sekalipun pria itu mengucapkan kata cinta. tapi untuk saat ini bagi Gita semua itu sudah lebih dari cukup.


Sesekali Gita mulai membalas sikap manis Hantara meski awalnya kaku. bagaimana tidak, Gita kembali teringat akan ucapan Anis tempo hari. di mana sahabatnya itu mengatakan jika di zaman sekarang ini banyak sekali bibit pelakor yang doyan pada suami orang. sebagai seorang wanita yang memiliki suami setampan dan semapan Hantara sudah pasti Gita memiliki rasa khawatir akan hal itu, terlepas dari alasan Mengapa mereka sampai bisa menikah.


Saatnya makan siang, Hantara mengambil nampan khusus rumah sakit yang baru saja di letakkan di atas nakas.


"Sebaiknya kamu segera makan siang setelah itu Minum obat." ucap Hantara, namun Gita nampak menggeleng. " Aku masih kenyang mas, lagi pula kamu begitu banyak menyuapiku jeruk tadi." jawab Gita seadanya.


"Jangan memban_"Ucapan Hantara melayang begitu saja di udara saat mendengar ketukan di balik pintu kemudian meletakkan kembali nampan itu di atas nakas.


"Masuk!!." setelah mendengar seruan dari Hantara seseorang di balik pintu segera memutar handle pintu hingga memperlihatkan seorang wanita cantik dengan style ala sekretaris.


"Selamat siang tuan....boleh saya masuk??." ucap wanita itu sopan dan Hantara nampak mengangguk sebagai jawaban sedangkan Gita kini memperhatikan penampilan wanita itu dari kaki hingga kepala. "Cantik." batin Gita saat memperhatikan dengan seksama penampilan wanita itu.


Entah mengapa Gita merasa tak suka saat mengetahui ternyata suaminya memiliki seorang pegawai yang cantik. apalagi Gita bisa menebak dari penampilannya jika posisi wanita itu merupakan sekretaris suaminya di kantor.


"Maaf mengganggu waktu anda tuan, saya di minta oleh tuan Armada untuk membawa dokumen yang harus segera anda tanda tangani." ucap Wanita bernama Sela pada Hantara.


Hantara beralih dari kursi yang berada di sisi brankar Gita menuju sofa kemudian Sela pun mengikuti. Sela duduk di sofa yang berseberangan dengan Hantara.


Beberapa saat kemudian Hantara pun selesai menandatangani dokumen penting yang di butuhkan untuk keperluan kerja sama dengan beberapa perusahaan yang akan melakukan kerja sama dengan perusahaan miliknya. setelahnya Sela pun pamit kembali ke perusahaan.


"Kalau begitu saya permisi tuan." pamit Sela. kembali wanita itu hanya pamit pada Hantara seolah Gita tak kasat mata baginya. dan Hantara kembali mengangguk sebagai jawaban. ya begitulah Hantara... Sangat irit bicara pada wanita, tapi ada pengecualian jika wanita itu adalah sang istri, Gita.

__ADS_1


"Sepertinya wanita itu punya niat terselubung pada suamiku??." batin Gita yang tanpa sadar menyebut Hantara dengan kata, suamiku.


"Ada apa??." Tanya Hantara saat Gita masih menatap ke arah pintu di mana wanita itu tak lagi terlihat.


Bukannya menjawab Gita malah balik melontarkan kalimat yang membuat Hantara menarik tipis sudut bibirnya.


"Enak ya punya sekretaris cantik." Sindir Gita, entah kenapa Gita merasa tak bisa menahan diri untuk berkata demikian. sedangkan Hantara nampak menahan senyumnya.


Hantara memandang ke arah Gita sedangkan Gita yang sadar akan hal itu segera memalingkan wajahnya ke sembarang arah.


"Kenapa,,,, kamu cemburu???" tanya Hantara dengan wajah tanpa ekspresi.


"Apa cemburu...ada ada saja kamu mas mana mungkin aku cem_." ucapan Gita melayang begitu saja di udara saat Hantara mulai mengecup lembut bibirnya. sebuah kecupan yang berakhir dengan luma_tan yang mampu menciptakan suara decapan yang menggema di kamar itu.


Beberapa saat kemudian Hantara melepaskan tautan bibirnya saat melihat istrinya Seolah kekurangan oksigen untuk bernapas. Hantara mengusap bibir istrinya yang masih nampak basah akibat aktivitas keduanya barusan.


"Ingat ya mas...!! aku tidak cemburu pada sekretarismu itu." ucap Gita, kemudian memalingkan wajahnya saat menyadari tatapan suaminya. sebuah tatapan yang membuat bulu kuduk Gita mulai meremang.


"Oh ya...." jawab Hantara seolah percaya dengan ucapan istrinya. "Tapi kenapa ucapanmu seolah tidak sinkron dengan raut wajahmu??" lanjut tanya Hantara. pria itu sengaja menggoda istrinya yang kini nampak merona.


"Aku mengantuk." dusta Gita sembari menarik selimut untuk menutupi tubuhnya hingga batas leher, wanita itu berbaring membelakangi suaminya. sedangkan Hantara kini tersenyum tanpa suara saat melihat istrinya yang nampak salah tingkah.


"Istriku begitu menggemaskan, Kalau seperti ini aku jadi tidak sabar untuk segera membawanya pulang ke rumah." Gumam Hantara lirih sehingga tak dapat di dengar oleh Gita. membayangkannya saja sudah membuat Bara_kuda milik Hantara mulai bereaksi.


"Astaga...kenapa dengan hal kecil seperti ini saja milikku bisa beraksi seperti ini." batin Hantara sembari menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil, seolah tidak habis pikir dengan keaktifan bara_Kuda miliknya jika berdekatan dengan sang istri.

__ADS_1


Sayang sayangku,,,, jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote ya,,,,,dan jangan lupa subscriber biar aku makin semangat lagi dalam menulis,,,,,🙏🙏🙏😘😘😘😘 I LOVE YOU ALL 😘😘🥰🥰🥰🥰😍😍😍


__ADS_2