
Sepertinya dugaan Hantara tidak akan meleset saat melihat senyuman manis di wajah adiknya, senyuman manis yang justru terlihat mengerikan di mata Hantara.
"Mas, Rena pengen nasi goreng yang mangkal di depan sekolah Rena dulu." dengan wajah berubah memelas Renata mengutarakan keinginannya pada Hantara.
"Tapi Rena inikan susah jam sembilan malam abangnya juga pasti sudah tutup." jawab Hantara berusaha mempengaruhi adiknya agar membatalkan keinginannya.
"Baru juga jam sembilan malam mas, biasanya Abang Abangnya tutup jam sebelas malam, mas." kata Renata yang begitu kekeh ingin di belikan langsung oleh Hantara.
"Tapi Rena, kenapa bukan suami kamu saja yang pergi membelinya untukmu." lagi lagi Hantara mencari alasan untuk melimpahkannya pada Dimas, seseorang yang sudah seharusnya memenuhi keinginannya.
Hantara berucap dengan nada selembut mungkin agar tidak merubah mood adiknya yang sewaktu waktu bisa berubah melow.
"Tapi Rena maunya mas Hantara yang membelikannya." Seperti dugaan Hantara kini wajah Rena berubah sendu, terbukti wanita hamil tersebut langsung menekuk wajahnya .
"Baiklah, mas akan membelikannya untukmu." pada akhirnya Hantara pun menyerah lalu Meraih kunci mobilnya di atas meja. "Sayang mas pergi dulu sebentar, apa kamu juga menginginkan sesuatu??." sebelum berdiri dari duduknya Hantara pamit kemudian mencium kening istrinya tak peduli kedua orang tuanya yang saat ini Nampak tersenyum kecil melihatnya.
Gita pun menggeleng sebagai jawaban jika dirinya tidak menginginkan apapun."Pergilah mas!!." ucapnya sebelum mencium punggung tangan suaminya.
Tentunya Hantara tak ingin menjadi korban seorang diri, ia mengajak serta Dimas bersamanya. kini keduanya pun berangkat dengan menggunakan mobil milik Hantara.
Karena lokasinya cukup jauh, butuh waktu satu jam untuk mereka tiba di tujuan.
Untungnya jalanan ibukota tidak sedang padat sehingga Hantara pun tiba sesuai perkiraan di tempat penjual nasi goreng.
"Maaf jika istriku sudah merepotkan mu." tutur Dimas merasa sungkan.
"Tidak masalah, jangankan membelikan nasi goreng yang mangkal di depan Sekolahnya dulu, bahkan Sebelum kalian menikah Rena sering meminta sesuatu yang membuatku hampir gila." jawab Hantara seraya mengembangkan senyumnya kala teringat akan beberapa permintaan Gila adiknya sebelum mereka menikah dengan pasangan masing-masing.
Meski tidak tahu ceritanya namun Dimas ikut menyunggingkan senyum kala melihat Hantara tersenyum.
__ADS_1
"Mungkin bagi orang yang melihat sikap dingin dan wibawa adikku tidak akan percaya ketika melihat sikap manjanya pada keluarganya." lanjut Gama dan diangguki Oleh Dimas.
Sebab dulu itu juga yang pernah di rasakan Dimas saat pertama kali melihat istrinya itu bersikap manja pada mama mertuanya.
"Apalagi kini Hanya tinggal Rena adikku yang tersisa setelah kepergian Lesmana akibat kecelakaan hampir setahun yang lalu. itulah mengapa baik aku, papa dan mama begitu menyayanginya. meski begitu sebenarnya Rena tidak begitu manja hanya saja sesekali permintaannya akan membuat kepala berdenyut untuk menuruti permintaannya." tutur Hantara kala teringat Rena yang pernah meminta bekerja di perusahaan milik Rival dari tuan Adipura Sanjaya. untuk alasannya hingga saat ini Renata tak pernah mau mengatakan mengapa ia sampai kepikiran ingin bekerja di perusahaan yang merupakan Rival bisnis ayahnya.
Tetapi kala itu dengan tegas papanya menolak sehingga membuat Renata menampilkan wajah cemberut hingga berhari-hari.
"Kau pria satu-satunya yang mampu mengetuk pintu hati adikku." tutur Hantara seolah ingin menyampaikan pada Dimas bahwa tak ada pria lain selain dirinya yang pernah singgah di hati adiknya. Meksi tidak sedikit yang berusaha mendekati Renata saat ia belum menikah.
"Apa sebelumnya Renata tidak pernah memiliki seorang kekasih???" tanya Dimas memastikan dugaannya dan Hantara pun mengangguk pasti sebagai jawaban.
Mendengar itu tentu saja membuat Dimas berbangga diri karena menjadi pria pertama dan satu satunya di dalam hati dan kehidupan istrinya.
Beberapa saat kemudian mobil yang di kendarai Hantara tiba di depan SMA Renata dulu dan untungnya Abang penjual nasi goreng belum tutup.
Dengan mata berbinar Renata memandang ke arah Hantara lebih tepatnya memandang ke arah kresek yang kini di tenteng Hantara.
"Thank you mas." tanpa mengulur waktu Renata meraih kresek dari tangan Hantara lalu meminta ART untuk menghidangkannya di piring.
Renata saling menggesekkan kedua telapak tangannya dengan antusias saat sepiring nasi goreng telah disajikan ART dihadapannya.
Tanpa menunggu lama wanita itu langsung menyantapnya setelah berdoa terlebih dahulu. "Enak banget mas." katanya saat menikmati suapan pertamanya.
"Apa rasanya tidak terlalu pedas sayang??." tanya Dimas dengan wajah ngeri mengingat istrinya tersebut meminta pedas level gila. dengan cepat Renata menggelengkan kepalanya sebelum kembali menyuap nasi goreng ke mulutnya.
"Apa kamu tidak menginginkannya juga sayang??." Giliran Hantara bertanya pada istrinya namun dengan cepat Gita Menggeleng tanda penolakan.
Karena waktu telah menunjukkan pukul dua belas malam maka nyonya Merina meminta anak dan menantunya untuk menginap di mansion malam ini.
__ADS_1
***
Keesokan harinya sesuai dengan permintaan Gita, mereka berempat bersiap ke rumah sakit untuk menemui ibu kandungnya, nyonya Veronica.
Semalam Gita meminta Dimas dan suaminya untuk mengantar dirinya bertemu dengan wanita yang telah melahirkannya tersebut.
Bagaimana pun wanita itu telah bertaruh nyawa untuk melahirkan dirinya ke dunia ini, terlepas dari kesalahan yang pernah di buatnya Gita tetap harus membuka hati untuk memaafkan serta menerima kehadirannya.
Sebentar lagi ia juga akan berada di posisi berjuang melahirkan buah hatinya ke dunia ini, ia tak ingin durhaka pada ibu kandungnya. di dalam hati terdalam Gita berharap wanita yang merupakan ibu kandungnya tersebut kini bisa menerima kehadirannya.
Kedatangan mereka di sambut hangat oleh Abimanyu, meski belum mengetahui siapa sebenarnya sosok wanita dan kini bersama dengan Dimas selain istrinya, Abimanyu tidak banyak bertanya. jika Hantara sendiri tentunya Abimanyu sangat mengenal sosoknya, lagi pula siapa yang tidak kenal dengan pria itu seorang pengusaha sukses di tanah air.
Pagi itu Nyonya Veronica sedang tidak berada ada di ruangannya. seorang perawat mengajaknya untuk berjalan jalan ke taman yang berada tidak jauh dari rumah sakit untuk mencari udara segar.
Mereka memutuskan untuk menunggu di ruang perawatan wanita itu sampai dengan beberapa saat kemudian yang di nantikan pun tiba bersama seorang perawat.
Deg.
Bukan hanya Gita yang merasakan Jantungnya berpacu lebih cepat tetapi nyonya Veronica pun sama saat pandangan keduanya bertemu.
Saat menatap intens wajah Gita seolah ada aura yang ingin menarik dirinya untuk mendekat.
Perlahan nyonya Veronica mendekati Gita yang kini telah berdiri dari duduknya ketika melihat kedatangannya. sebenarnya bukan hanya Gita yang Berdiri dari duduknya saat melihat kehadiran nyonya Veronica, Dimas, Renata, Hantara dan juga Dr Abimanyu pun melakukan hal yang sama.
Wanita paru baya tersebut nampak menyatukan kedua tangannya di wajah Gita sehingga membuat Gita sontak memejamkan matanya menikmati sentuhannya.
"Kau putriku....kau pasti putriku." tebak Nyonya Veronica tanpa ada keraguan di wajahnya, padahal Dimas belum mengatakan apapun padanya.
Jangan lupa untuk like, koment, vote and give nya sayang sayangku.....!!! 🥰🥰🥰 sembari menunggu suami pengganti Up silahkan menikmati karyaku yang juga on going saat ini SEMUA BUKAN INGINKU. 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1