Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Healing.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Gita sedang menyiapkan perlengkapan yang hendak mereka bawa termasuk bekal makanan untuk Akila dan Asyifa. pagi ini rencananya Hantara akan mengajak keluarga kecilnya untuk menghabiskan weekend memancing di sebuah danau buatan yang kini menjadi salah satu objek wisata yang banyak di kunjungi. letaknya berada di pinggiran ibu kota.


Awalnya semalam Gita merasa berat untuk meninggalkan putranya namun ibu mertuanya berhasil meyakinkan dirinya. Wanita paru baya tersebut berjanji akan segera menghubungi dirinya kalau saja Baby Kay sampai rewel.


Setelah beberapa saat menimbang nimbang akhirnya Gita pun setuju.


"Bagaimana sayang, apa semuanya sudah siap??." tanya Hantara saat pria itu baru saja menemui istrinya.


"Sudah hampir selesai mas." jawabnya.


"Ada apa Sayang??." tanya Hantara saat melihat wajah istrinya yang seperti belum sepenuhnya rela meninggalkan baby Kay. Terbukti saat wanita terus saja menatap wajah Putranya yang kini berada di gendongan ibu mertuanya.


Nyonya Merina mengelus bahu Gita. " Kamu tenang saja sayang, mama akan menjaga cucu ganteng mama dengan baik. Lagi pula persiapan ASI untuk baby Kay masih banyak di kulkas jadi kamu tidak perlu cemas." ucapnya meyakinkan menantunya.


Gita kemudian tersenyum kecil. "Maaf ya mah, Gita sudah merepotkan mama." ucapnya merasa tak enak hati.


"Kamu ngomong apa sih, mama sama sekali tidak merasa direpotkan Mama justru merasa sangat senang karena memiliki waktu lebih lama bersama cucu ganteng mama." sanggah nyonya Merina.


Setelah melewati drama cukup lama akhirnya kini mobil yang di kendarai Hantara telah melaju membelah jalanan ibukota, untungnya hari ini weekend sehingga jalanan tidak sepadat hari kerja.


"Apa kita akan menjemput mas Riko dan Rahma dulu mas??." tanya Gita saat menyadari jalan yang kini mereka lalui mengarah ke apartemen milik Riko.


"Iya sayang, lagi pula Damar dan Armada telah menunggu di sana." jawab Hantara seadanya.


Gita yang mendengar suaminya menyebut nama Armada spontan menoleh ke arah suaminya dengan wajah penuh semangat.


"Apa pak Armada juga akan ikut bersama dengan kita mas???." tanya Gita dengan mata berbinar. bukan apa apa, Gita merasa tertarik untuk bertanya karena semalam tanpa sepengetahuan suaminya ia menghubungi Anis dan mengajak sahabatnya itu untuk ikut serta dengan mereka, berhubung Rahma pun ikut bersama suaminya.

__ADS_1


Perlahan binar di mata Gita meredup saat menyadari tatapan tak bersahabat suaminya.


"Maaf."


Hanya itu yang terlontar dari mulut Gita saat menyadari jika saat ini perubahan di wajah suaminya akibat dirinya yang membahas pria lain di hadapannya, meskipun pria lain tersebut tak lain adalah asisten pribadinya sendiri yaitu Armada.


Seketika senyum kecil terbit di wajah Hantara saat istrinya ternyata menyadari kesalahannya. Sebuah kesalahan yang sejujurnya tidak bermakna apa apa sama sekali.


"Bagaimana aku bisa meminta bantuan mas Hantara untuk mendekatkan Anis dan pak Armada jika membahas pria lain saja raut wajah mas Hantara berubah menakutkan seperti itu??." batin Gita yang kini nampak sedang berpikir. Tentunya memikirkan cara agar bisa mendekatkan Anis dan Armada.


Dua puluh menit kemudian mobil yang di kendarai Hantara pun tiba di depan gedung apartemen, di mana kini terlihat Riko dan sang istri sedang memasukkan perlengkapan ke dalam mobil, sedangkan Damar dan Armada nampak menunggu di mobil masing-masing.


Gita yang telah turun dari mobil terlihat menyapu pandangannya.


"Kau mencari siapa??." tanya Rahma saat memperhatikan gelagat Gita.


"Aku mencari keberadaan Anis, apa anak itu belum datang juga??." tanya Gita saat pandangannya belum juga menemukan keberadaan Anis.


Gita segera melangkah ke arah mobil Damar berada.


"Apa yang kau lakukan di situ, apa kau akan berangkat bersama mas Damar??." tanya Gita tidak habis pikir dengan sahabatnya itu. Bagaimana tidak, Anis mengaku menaruh hati pada Armada tetapi kenyataannya kini gadis itu malah berada di mobil Damar.


Anis yang paham dengan maksud Gita segera turun dari mobil Damar kemudian menarik lengan Gita agar sedikit menjauh dari mobil Damar.


"Apa kau sudah Gila hah ?? Tidak mungkin kan aku datang padanya dan meminta tumpangan sedangkan pria dingin itu Sama sekali tidak menawarkan tumpangan padaku." cetus Anis lirih agar tidak terdengar oleh yang lainnya, apalagi saat ini tanpa sengaja pandangan dingin Armada tertuju pada mereka.


Gita nampak mengangguk kecil saat mendengar penjelasan Anis.


"Sudah sana, sebaiknya kau segera kembali ke mobil bersama suami dan anak anakmu." seru Anis, dan Gita pun kembali mengangguk sebelum melangkah menuju mobil suaminya.

__ADS_1


"Ada apa sayang??." tanya Hantara saat Gita baru saja kembali ke mobil.


"Tidak ada apa apa mas." jawab Gita. namun wajahnya tak seirama dengan gurat wajahnya sehingga membuat Hantara menarik kesimpulan jika saat ini istrinya tengah memikirkan sesuatu.


Beberapa saat kemudian akhirnya Hantara mendapatkan jawabannya.


*


Di tengah perjalanan sesekali Hantara melihat sang istri tengah tersenyum dan hal itu membuatnya Menggelengkan kepalanya.


"Sekuat itu persahabatan kalian." batin Hantara saat pria itu nampak menarik sudut bibirnya ke samping hingga tercipta sebuah senyuman kecil.


Di mobil yang berbeda bibir Damar nampak cemberut, bagaimana tidak kini ia terpaksa bertugas menyetir mobil sahabatnya, Riko.


"Seharusnya kau yang menyetir karena aku hanya menumpang dan penumpang adalah tamu dan tamu sepatutnya duduk di belakang." sungut Damar pada Riko yang kini tengah duduk bersandar sembari memejamkan matanya dengan menyilangkan kedua tangannya di dada layaknya seorang majikan.


"Justru kau hanya menumpang maka kaulah yang sepatutnya menyetir mobilku." jawab Riko dengan nada datarnya tanpa membuka kedua matanya. Sedangkan Rahma yang kini duduk di samping Riko nampak tersenyum kecil saat menyaksikan perdebatan tak berfaedah di antara suaminya dan Damar.


"Ini semua karena ide gila si Hantara, demi menyenangkan istrinya dia sampai mengorbankan sahabat setampan diriku." tak hentinya Damar mengoceh tak jelas di sela aktivitasnya menyetir.


Tadi, sebelum mereka berangkat, Hantara meminta Damar untuk meminta tumpangan pada Riko dan Rahma dengan alasan mobilnya sedang mogok. dengan begitu Hantara memiliki alasan untuk meminta Armada untuk memberi tumpangan pada Anis. Dan pada akhirnya kini Anis dan Armada berada di dalam mobil yang sama.


"My husband memang the best." dalam hati Gita yang kini tengah menatap suaminya yang tengah fokus menatap jalanan.


"Jangan menatap mas seperti itu, mas sadar jika mas ini memang sangat tampan." ucap Hantara yang sebenarnya sejak tadi sadar jika istrinya itu terus menatapnya.


"Pede banget sih mas, orang biasa aja kok." sanggah Gita. padahal dalam hatinya ia tak bisa menyanggah bahwa pada kenyataannya suaminya itu memang sangat tampan.


Hantara yang mendengarnya hanya tersenyum. Sebuah senyuman yang mampu membuat Gita semakin terpesona melihatnya.

__ADS_1


"Aaaaarrrrrgggghhhhh...kenapa suamiku tampan sekali sih." dalam hati Gita meronta.


__ADS_2