Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Curahan hati.


__ADS_3

Kedatangan Hantara dan Gita di mansion di sambut hangat oleh nyonya Merina sedangkan tuan Adipura Sanjaya sedang tidak di rumah.


Renata yang baru saja turun dari kamarnya cukup terkejut dengan kedatangan kakaknya dan juga sang istri. karena biasanya mereka akan memberi kabar lebih dulu jika akan datang ke Mansion.


Gita yang menyadari keberadaan adik iparnya segera melangkah menghampiri Renata. memeluk adik iparnya barang sejenak. Renata bersikap seperti biasanya pada kakak iparnya tidak ada perubahan sedikitpun dengan sikap yang di tunjukkan Renata setelah kejadian yang membuat hubungannya dengan Dimas kandas beberapa bulan yang lalu.


Sembari menunggu Hantara dan ibunya membuat bakso untuk memenuhi ngidamnya, Gita memilih mengikuti ajakan Renata untuk pergi ke kamarnya.


"Kau sangat beruntung bisa mendapatkan laki laki seperti mas Hantara." ucap Renata saat keduanya telah berada di kamar. dan Gita pun menanggapi ucapan Renata dengan sebuah senyuman.


Bagaimana tidak, pria itu bahkan rela turun langsung ke dapur untuk menuruti permintaan istrinya yang kini tengah mengidam. ini kali pertama bagi Hantara berkutat dengan barang barang yang asing baginya.


"Kamu juga tidak kalah beruntung memiliki kekasih seperti tuan Dimas." kata Gita yang kemudian menceritakan kebaikan Dimas yang pernah menolongnya tempo hari. tak urung kalimat pujian Gita pada mantan kekasihnya membuat senyum di wajah Renata perlahan pudar.


Bukan karena cemburu, justru semakin membuat gadis itu yakin akan dugaannya jika Dimas diam diam memiliki perasaan pada kakak iparnya tersebut.


"Git, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu, tapi aku mohon jawab dengan jujur??." pinta Renata dengan raut wajah berubah serius.


"Silahkan!!! memangnya apa yang ingin kau tanyakan??." jawab Gita masih dengan seulas senyum di wajahnya.


"Apa kau mencintai mas Hantara??." pertanyaan dari Renata membuat gurat wajah Gita berubah serius sebelum beberapa saat kemudian berucap."Kenapa kau bertanya seperti itu??." tanyanya.

__ADS_1


"Maaf jika pertanyaanku menyinggung perasaanmu, tetapi kita sama-sama tahu jika kau mencintai mas Lesmana dan karena rasa cintamu pada mas Lesmana jugalah yang saat itu membuatmu menunaikan amanahnya untuk menikah dengan mas Hantara." Akhirnya pertanyaan yang hampir dua bulan di pendam Renata diungkapkannya dengan hati hati tidak ingin kakak iparnya tersebut merasa tersinggung.


"Jika kau tidak ingin menjawabnya tidak mengapa itu hakmu, sekali lagi aku minta maaf jika pertanyaanku menyinggung perasaanmu." sekali lagi Renata mengulang permintaan maafnya, kini gadis itu mengatakannya dengan pandangan tertunduk, merasa tak enak apalagi saat ini Gita masih nampak diam.


Sementara Gita yang kini duduk di sisi ranjang yang berhadapan dengan Renata nampak mengukir senyum di wajah cantiknya sebelum berkata." Kenapa harus tersinggung, aku senang kau bertanya demikian, aku memang sangat mencintai mas Lesmana." ucapan Gita membuat Renata kembali mengangkat wajahnya menatap intens wajah kakak iparnya tersebut.


"Tetapi api itu dulu, meskipun awalnya aku menikah dengan mas Hantara karena amanah dari mas Lesmana tapi aku tidak pernah menyesalinya, aku justru merasa bersyukur karena kini aku memiliki suami seperti mas Hantara. percaya atau tidak, sejak awal kami menikah pun aku merasa tidak suka bahkan hatiku merasa cemburu saat mantan istrinya datang mencari suamiku." ungkap Gita, sebelum beberapa saat kemudian kembali melanjutkan kalimatnya.


"Kau tahu, saat mas Hantara belum mengungkapkan perasaannya padaku, aku bahkan selalu dihantui rasa takut. takut jika suatu saat nanti mas Hantara akan membuangku begitu saja dari kehidupannya. takut suatu saat nanti mas Hantara akan menceraikan aku begitu saja, karena tidak mencintaiku." teringat akan hal itu tanpa sadar buliran bening lolos di sudut matanya.


"Dan kau tahu kenapa aku sampai merasakan semua itu??." kini Gita dan Renata nampak saling menatap satu sama lain untuk beberapa saat sebelum Gita kembali melanjutkan kalimatnya." Semua itu karena aku takut kehilangan pria yang aku cintai, aku takut kehilangan mas Hantara karena sangat mencintainya." Kini Renata pun ikut menitihkan air mata haru mendengar cerita Gita, secara spontan Renata memeluk kakak iparnya itu.


"Terima kasih telah hadir di dalam kehidupan mas Hantara, terima kasih telah mencintai kakakku dengan tulus." ucap Renata saat keduanya saling berpelukan, sebelum beberapa saat kemudian Renata melerai pelukannya.


"Selagi tuhan belum mengambil nyawa dari ragaku, aku tidak akan pernah meninggalkan suamiku, kecuali jika mas Hantara yang menginginkannya dengan berat hati akan aku lakukan demi kebahagiaan laki laki yang aku cintai, karena kebahagiaan mas Hantara jauh lebih penting bagiku di banding perasaanku sendiri." mendengar kelapangan hati Gita membuat Renata kembali teringat mantan kekasihnya.


"Aku pun begitu Gita, aku rela melepaskan laki laki yang sangat aku cintai karena aku tidak ingin ia terpaksa bertahan denganku, wanita yang tidak ia cintai." batin Renata, perasaan Renata kembali terasa sesak ketika mengingat kebersamaannya dengan Dimas dulu.


 


*****

__ADS_1


Di tempat yang berbeda kini Dimas kembali nampak tak bersemangat menyelesaikan pekerjaannya.


Sejak Renata memutuskan hubungan di antara mereka, Dimas nampak tak bersemangat bahkan pria itu sering menghabiskan waktunya di club malam untuk sekedar meneguk alkohol agar ingatannya tentang wanitanya itu hilang dari pikirannya.


Dimas nampak memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut."Apa selama ini hubungan kita tidak ada artinya bagimu Renata, sehingga kau memutuskan hubungan kita begitu saja." gumam Dimas di sela aktivitasnya memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut.


Meski sering mendatangi club malam bukan berarti Dimas suka bermain dengan wanita ma_lam, karena Dimas bukanlah tipe laki laki yang suka mempermainkan wanita. baginya cukup sang ibu yang menjadi korban dari ketidaksetiaan pria yang merupakan ayah kandungnya, ia tak ingin melanjutkan jejak sang ayah. begitulah pemikiran Dimas sejak dulu tentang sosok ayah kandungnya.


Tiba-tiba ingatan Dimas kembali mengingat kejadian malam itu, di mana ia dan Renata pernah melewati malam bersama."Semoga ada keajaiban yang akan membuatmu kembali kepadaku, Renata." batin Dimas.


Tok... tok...tok ..


Perhatian Dimas teralihkan saat mendengar ketukan dari balik pintu ruang kerjanya.


"Masuk!!!." titahnya. dan pintu pun terbuka, seorang pria dengan pakaian serba hitam masuk ke ruangan Dimas.


"Aku membawakan sesuatu yang anda inginkan sejak beberapa bulan yang lalu tuan." ucap pria itu seraya meletakkan amplop coklat di atas meja kerja Dimas. sementara Dimas yang sudah tidak sabar, segera membuka amplop tersebut.


Seketika senyuman seringai terbit di wajah pria itu." Bagus." pujinya, atas kerja keras anak buahnya.


"Kau pasti sudah tahu kan apa yang harus kau kerjakan selanjutnya!!." titah Dimas dan pria itu nampak mengangguk patuh sebelum kembali menerima amplop coklat tersebut dari tangan Dimas kemudian segera meninggalkan ruang kerja Dimas. hendak melaksanakan tugasnya selanjutnya.

__ADS_1


Terima kasih sayang sayangku telah Sudi meluangkan waktu untuk menikmati karya recehku 🙏🙏🙏🙏🙏 btw jangan lupa like,koment, Vote and subscribe untuk terus mendukung karyaku yang jauh dari kata sempurna ini....I LOVE YOU ALL 😘😘😘😘😍😍😍


__ADS_2