Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Pernikahan Dimas dan Renata.


__ADS_3

Tanpa terasa seminggu berlalu, hari ini pernikahan Dimas dan Renata akan segera di langsungkan. Hanya tinggal menghitung menit status Renata akan segera berubah menjadi nyonya Dimas Satria Prayoga.


Pernikahan Dimas dan Renata di langsungkan di mansion keluarga Adipura Sanjaya. banyak tamu undangan yang hadir di mansion tersebut untuk menyaksikan ijab qobul.


Mulai dari keluarga inti hingga sanak saudara sampai dengan rekan bisnis Dimas dan juga Tuan Adipura Sanjaya nampak hadir di sana.


Sayangnya kondisi ibunya Dimas belum benar benar pulih sehingga nyonya Veronica tidak dapat menghadiri hari bahagia putranya.


Di dalam kamarnya Renata terlihat begitu cantik dengan balutan kebaya modern serta hasil karya seorang MUA profesional membuat Renata terlihat semakin cantik.


ke sepuluh jemarinya nampak saling bertaut di atas paha, nampak jelas jika saat ini Renata sedang melamun seperti sedang memikirkan sesuatu.


Kedatangan Hantara di kamarnya membuat Renata seakan tersadar dari lamunannya.


"Cantik sekali adiknya mas, pantas saja seorang Dimas satria Prayoga Sampai tergila gila." Dengan mengembangkan senyum di bibirnya Hantara memuji kecantikan adik perempuannya yang kecantikannya bukan hanya isapan jempol belaka. memiliki hidung mancung, kulit yang putih bersih. meski hanya memiliki tinggi badan sekitar 165 cm namun Renata memiliki body bak gitar spanyol, tidak heran jika selama ini banyak laki-laki yang mendambakan wanita itu untuk di jadikan pendamping hidup, dan sepertinya seorang Dimas satria Prayoga lah yang berhasil memenangkan hati Renata.


Tetapi sayangnya wanita itu berpikir jika pujaan hatinya menaruh hari terhadap wanita lain.


"Mas bisa saja." jawab Renata dengan wajah kurang bersemangat sehingga membuat Hantara melangkah mendekati adiknya itu, seolah mengerti apa yang kini ada di dalam benaknya.


"Percayalah, Seorang laki-laki yang begitu sayang terhadap ibunya tidak akan mungkin tega mempermainkan perasaan seorang wanita." ucapan Hantara tersirat makna dalam sehingga membuat Renata memutar badan menghadap ke arah kakaknya itu.


"Apa maksud mas Hantara??." tanya Renata dengan kening berkerut.


Hantara sedikit merunduk untuk mensejajarkan diri dengan posisi Renata yang kini duduk kursi hias." Mas yakin Dimas sangat mencintaimu Rena." ujar Hantara meyakinkan adiknya, meskipun belum bisa menceritakan se detail mungkin apa yang sebenarnya terjadi kepada Renata karena pria itu memiliki alasan untuk itu.

__ADS_1


Renata yang mendengarnya hanya terdiam.


"Bagaimana jika mas Hantara sampai tahu jika Sebenarnya mas Dimas menaruh hati pada istrinya." batin Renata yang kini nampak diam menatap intens wajah Hantara.


"Sudahlah, jangan berpikir yang tidak-tidak, sebentar lagi ijab qobul akan segera di langsungkan!!." kata Hantara mengusap punggung tangan Renata sebelum meninggalkan kamar.


Renata menghela napas." Tenang Renata, hanya sampai anak di dalam kandungan kamu lahir, setelah itu kalian akan berpisah dan kau tidak perlu terluka lagi setelah itu.!!." ucapnya pada diri sendiri seolah memberi semangat, setelah kepergian Hantara.


Bukannya karena tidak mencintai Dimas sampai Renata menginginkan perpisahan, Justru karena rasa cintanya kepada Dimas sehingga Renata tidak ingin membelenggu pria yang dicintainya tersebut dalam ikatan pernikahan yang tidak diinginkan oleh Dimas. begitulah pemikiran Renata saat ini yang menyangka Dimas menaruh rasa pada Gita.


Meskipun tidak mungkin baginya Dimas bisa memiliki kakak iparnya, tetapi setidaknya Renata tidak ingin dirinya hanya menjadi istri kiasan di dalam kehidupan Dimas.


Sementara di ruang tengah yang mampu menampung hingga ratusan tamu, Dimas nampak gagah dengan balutan jas yang senada dengan kebaya yang kini di kenakan Renata.


Dengan di dampingi oleh penghulu tuan Adipura Sanjaya terdengar menikahkan putrinya dengan Dimas satria Prayoga. hingga terdengar menggema suara para saksi yang mengucapkan kata.


Sah.


Sah.


Dengan begitu saat ini status Renata telah berubah menjadi nyonya Dimas Satria Prayoga.


Tidak lama berselang, Renata yang di apit oleh ibunya serta seorang wanita yang merupakan saudari dari ayahnya berjalan menuju tempat duduk yang berada di sebelah Dimas, berhadapan dengan penghulu dan juga tuan Adipura.


Kedatangan Renata yang kini telah duduk di kursi di sebelahnya membuat kedua mata Dimas seolah tidak rela mengedipkan matanya barang sedetik pun, pria itu seolah begitu menikmati kecantikan wanita yang kini telah berstatus sebagai istrinya.

__ADS_1


"Ehem..." deheman ayah mertuanya membuat Dimas sontak memalingkan pandangannya dari wajah istrinya, beralih ke sumber suara.


"Anak papa memang sangat cantik, tapi setidaknya tanda tangan dulu berkas pernikahan kalian, setelahnya kau boleh menikmati kecantikan istrimu sepuasnya karena sekarang dia telah sah menjadi milikmu." seloroh tuan Adipura Sanjaya sehingga menimbulkan suara tawa bahagia dari para tamu undangan. dan hal itu membuat Dimas nampak mengusap tengkuknya menahan malu, karena tertangkap basah oleh ayah mertuanya tengah menatap intens wajah istrinya.


Sementara Hantara dan Gita serta kedua anak mereka yang duduk tidak jauh dari tempat ijab qobul ikut tersenyum bahagia." Aku percaya kau pria yang baik, hanya saja dendammu yang membuatmu sampai menjadi gelap mata. kau pasti bisa menjaga dan melindungi adikku dengan baik, karena aku yakin kau mencintai adikku." batin Hantara memandang ke arah Dimas dan juga Renata.


Ada rasa haru di hati Hantara saat melihat adik kecilnya dulu kini telah menjadi seorang istri.


Setelah usai menandatangani berkas pernikahan, selanjutnya prosesi penyematan cincin pernikahan yang di Antara kedua mempelai.


Renata mencium punggung tangan suaminya dengan khidmat kemudian di balas oleh Dimas dengan mengecup kening istrinya, tak urung adegan tersebut menjadi pusat perhatian para tamu undangan yang menyaksikan.


Beberapa jam berlalu, akhirnya acara ijab qobul pun usai. semua tamu undangan telah kembali ke rumah masing-masing, kini tersisa keluarga inti, di mansion milik Adipura Sanjaya. termasuk Hantara dan juga keluarga kecilnya masih berada di mansion, mereka memilih tetap berada di mansion karena nanti malam akan menghadiri acara resepsi pernikahan Dimas dan Renata di sebuah hotel.


Renata memilih kembali ke kamarnya untuk beristirahat mengingat malam nanti resepsi pernikahan mereka akan di langsungkan di salah satu hotel berbintang di ibukota dan ia pasti akan membutuhkan energi untuk itu apalagi saat ini ia tengah mengandung.


Setelah mengantar istri dan anak anaknya ke kamar, Hantara menghampiri Dimas yang terlihat duduk di ruang tengah bersama ayahnya.


Interaksi di antara Dimas dan Hantara masih terlihat canggung, sampai Hantara mengucapkan sesuatu dari lubuk hatinya kepada Dimas." Selamat atas pernikahan kalian, aku titipkan adikku padamu jaga dan lindungi Renata dengan baik, karena hanya tinggal dia adikku saat ini!!!. Dengan mata mulai berembun Hantara berucap pada Dimas di depan ayahnya.


"Tanpa Anda memintanya pun sebagai seorang suami aku akan tetap melakukannya dengan sepenuh hati." jawab Dimas dengan penuh keyakinan.


Hantara dan ayahnya nampak senang mendengar jawaban Dimas, hanya saja keduanya memberikan reaksi yang berbeda. jika Ayahnya mengembangkan senyum di bibirnya sedangkan Hantara hanya terlihat diam.


"Nak Dimas, sebaiknya kamu segera ke kamar Renata untuk beristirahat Karena malam ini resepsi pernikahan kalian pasti akan memakan banyak energi!!." ucap Tuan Adipura Sanjaya, ketika keheningan mulai tercipta. dan Dimas pun mengiyakannya, dengan di antarkan oleh BI Ela, Dimas pun beranjak menuju kamar Renata berada.

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, vote and give nya ya,,,, sayang sayangku,,,,!!!!😊🙏🙏🙏🙏🙏 biar aku makin semangat lagi melanjutkan karya recehku,,,,, 🙏


__ADS_2