Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Kejadian tak terduga.


__ADS_3

Ternyata naluri seorang ibu tidak pernah salah, setidaknya itu yang kini ada dibenak Dimas saat mendengar tebakan mamanya tentang sosok Gita.


Dimas langsung menjawab sorot mata Abimanyu dengan sebuah anggukan pasti, sebelum melangkah mendekati mamanya dan juga adik perempuannya.


"Benar mah, Gita adik kandung Dimas, putri mama." timpal Dimas yang kini berdiri di antara keduanya.


Nyonya Veronica yang mendengarnya sontak berlutut dihadapan Gita sehingga membuat Gita yang tidak menyangka akan tindakan ibunya tersebut di buat terkejut. "Jangan seperti ini, mah!!" pinta Gita. untuk pertama kalinya wanita itu memanggil ibu kandungnya dengan sebutan mama sehingga membuat Nyonya Veronica tak sanggup membendung air matanya. "Maafkan mama Nak, mama adalah ibu yang jahat." ucapnya berurai air mata.


"Berdiri mah, jangan seperti ini!! ." Gita yang memiliki hati yang lembut itu pun ikut menangis saat membantu nyonya Veronica berdiri dari posisinya saat ini.


Kini nyonya Veronica telah duduk di sofa dengan bantuan dari Gita dan juga Dimas.


"Sejak lima belas tahun yang lalu mama selalu berusaha mencari kamu nak tetapi semua usaha mama seakan sia sia karena ayahmu memutuskan untuk pindah dari ibu kota. sejak saat itu mama selalu kepikiran sampai mama melupakan kehadiran kakak kamu Dimas, yang saat itu juga membutuhkan kasih sayang mama." dari pengakuan nyonya Veronica, Gita bisa menebak karena terus memikirkan dirinya sehingga ibu kandungnya tersebut sampai mengalami depresiasi.


"Yang telah berlalu biarlah berlalu, sekarang tinggal bagaimana kita menjalani kehidupan selanjutnya !!! Gita sudah memaafkan mama sebelum mama meminta maaf pada Gita. mama tidak perlu terlalu merasa bersalah meski Gita tidak bisa merasakan kasih sayang dari ibu kandung Gita saat kecil dulu tetapi tuhan begitu baik dengan mengirimkan seorang wanita luar biasa seperti ibu." ingatan Gita seolah membawanya pada masa lalu di mana dirinya begitu bahagia karena mendapat kasih sayang yang begitu besar dari wanita yang selama ini di anggapnya sebagai ibu kandungnya.


"Tetapi sayangnya itu hanya bertahan sampai usia Gita lima belas tahun, karena ayah dan ibu harus pergi untuk selamanya dalam sebuah kecelakaan." lanjut Gita yang kini berurai air mata kala teringat masa masa tersulit dalam hidupnya ketika kehilangan ayah dan ibunya.


Hantara yang duduk di samping Abimanyu segera berdiri dan melangkah mendekati istrinya. Kini Hantara berdiri di samping istrinya yang tengah duduk, pria itu nampak mengusap punggung istrinya yang tengah menangis seolah ingin menenangkan wanitanya tersebut.


"Sekali lagi maafkan mama nak !!! mama telah melahirkan kamu ke dunia ini tetapi mama tidak menunaikan kewajiban mama untuk menjaga dan membesarkan kamu." dari sorot matanya nyonya Veronica menyimpan penyesalan yang begitu dalam.


"Mungkin kamu menyesal telah lahir dari rahim wanita seperti mama. tetapi asal kamu tahu nak, sesuatu yang baru mama syukuri setelah terpisah darimu nak adalah memiliki kesempatan untuk mengandung dan melahirkan kamu ke dunia ini putriku sayang." Gita dibuat tersentuh saat mendengar pengakuan ibu kandungnya itu.


Cukup lama akhirnya adegan mengharukan itu pun usai saat seorang dr spesial Jiwa masuk ke ruang perawatan nyonya Veronica.


Beberapa saat kemudian sesi konsultasi pada Dr spesialis Jiwa hampir usai. dokter menyatakan jika kondisi nyonya Veronica menunjukkan kemanjuran yang signifikan.


Sebuah keajaiban yang luar biasa. beberapa tahun lalu saat pertama kali menangani kasus yang di alami nyonya Veronica, dr bahkan hampir putus asa. bagaimana tidak, hampir sepuluh tahun mendapatkan perawatan intensif tetapi pasien sama sekali tidak menunjukkan perkembangan sedikit pun.

__ADS_1


"Sampai dengan sebulan ke depan kami akan melakukan observasi, jika kondisi pasien semakin menunjukkan perkembangan dan tak lagi menunjukkan sikap seperti sebelumnya, maka pasien akan di izinkan kembali bersama dengan keluarga." terang dokter sebelum kemudian pamit untuk memeriksa kondisi pasien yang lain.


***


Rasanya hari ini Gita merasa hatinya begitu plong. ibarat beban berat di pundaknya kini telah musnah usai bertemu dengan ibu kandungnya.


Hantara yang hendak menghidupkan mesin mobilnya terkejut dengan tindakan istrinya yang tiba tiba menggenggam erat tangan kirinya.


"Terima kasih mas." ucap Gita mengungkapkan isi hatinya pada sang suami.


Hantara membalas genggaman tangan Gita dengan mengelus lembut tangan wanitanya itu dengan tangan kanannya.


"Terima kasih untuk apa, hemt??? Kini Hantara menatap intens wajah istrinya.


"Aku sendiri sampai bingung harus berterima kasih untuk kebaikan mas yang mana, karena begitu banyak kebaikan yang telah mas lakukan untukku." tutur Gita dengan perasaan haru menyelubungi hati dan perasaannya akan besarnya cinta kasih suaminya. bahkan pertemuannya dengan ibu serta saudara kandungnya tidak luput dari usaha Hantara.


"Meskipun tidak terucap dari mulut Hantara sebuah ungkapan rasa namun Gita bisa merasakan kasih sayang serta cinta pria itu dari sikap dan perhatiannya. tetapi entah kenapa saat Hantara mengungkapkan perasaan lewat sebuah kata yang terdengar begitu manis, Gita merasa semakin bahagia dan tak henti hentinya bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan seorang pria seperti Hantara di dalam kehidupannya.


Setelahnya Gita dan Hantara segera meninggalkan rumah sakit hendak menuju sebuah butik langganan ibu mertuanya untuk mengambil baju pesanannya yang akan di gunakan di hari pernikahan Rahma besok.


"


Malam harinya.


Waktu telah menunjukkan pukul satu dini hari tetapi Rahma belum juga dapat memejamkan matanya. sampai perhatian wanita itu tertuju pada suara dering ponselnya yang berada di atas nakas.


"Siapa yang menelepon malam malam begini ??." gumam Rahma hendak meraih ponselnya. namun baru saja hendak menggeser ke atas icon Hijau pada ponselnya tiba tiba saja panggilan terputus.


"Siapa sih iseng banget." ucap Rahma yang kini memasang wajah sebal.

__ADS_1


Baru saja hendak meletakkan kembali ponselnya di atas nacas tiba tiba sebuah notifikasi pesan masuk ke aplikasi hijau miliknya.


Saat membaca pesan tersebut wajah Rahma berubah gusar. "Seenaknya saja dia ingin membatalkannya sedangkan ijab qobul akan di laksanakan besok." ucap Rahma dengan nada gusar sebelum kemudian membalas pesan dari nomor yang di duga Rahma adalah milik Riko.


Tak selang berapa lama nomor tersebut kembali mengirimkan pesan yang mengajak dirinya untuk bertemu di suatu tempat.


***


Brak.


Suara dentuman pintu yang sedang di dobrak pun menggema.


Kedua mata Riko nampak membola saat menyaksikan adegan di depan mata.


Tanpa berpikir apalagi bertanya, Riko langsung menarik tubuh Atala yang masih tergeletak di atas tempat tidur hotel.


Buk


buk


buk


tanpa berpikir apalagi bertanya setelah menarik kasar tubuh Atala dari tempat tidur Riko langsung menghujani wajah adik sepupunya itu dengan pukulan bertubi-tubi sehingga menyadarkan Atala seketika.


"Ada apa ini bang??." masih dengan setengah sadar Atala bertanya dengan wajah bingungnya, saat petugas hotel berhasil menghentikan aksi Riko yang terus melayangkan pukulannya ke wajah Atala.


Setelah sepersekian detik berikutnya pandangan Atala pun tertuju ke arah tempat tidur. saat melihat seseorang yang kini terlihat begitu ketakutan di balik selimut putih hotel, Atala bisa menebak penyebab Riko sampai kesetanan seperti ini.


Jangan lupa like, koment, vote and give ya,,,,,🥰🥰🥰 setiap komentar pasti aku baca dengan antusias. sembari menunggu suami pengganti update mampir ke karya recehku yang lain SEMUA BUKAN INGINKU. 🙏🙏🙏 harapanku semoga kalian semua terhibur dengan karya recehku 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2