Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Kontraksi.


__ADS_3

Dari hotel Riko langsung kembali ke rumah di mana sejak tadi ayahnya nampak panik mencari keberadaannya.


"Dari mana saja kamu nak, jangan bilang kamu ingin mempermalukan ayah dengan melarikan diri dari pernikahan ini." baru juga tiba Riko sudah mendapat cecaran bahkan tudingan dari ayahnya sehingga membuat Riko jengah mendengarnya.


"Riko ada urusan mendadak tadi ayah." terpaksa Riko berdusta. Karena tidak mungkin ia menceritakan apa yang tadi dilihatnya di hotel kepada ayahnya. jika sampai ayahnya tahu bisa jadi pria paru baya tersebut akan terkena serangan jantung mendengarnya.


Ayahnya yang mendengarnya langsung bernapas lega. "Syukurlah, ayah pikir kamu berniat melahirkan diri. lagi pula Rahma adalah gadis yang baik jadi tidak ada alasan untuk kamu melarikan diri dari pernikahan ini." mendengar ucapan ayahnya membuat Riko merasa semakin jengah.


"Sayangnya gadis yang ayah puja puja tidak sebaik yang ayah kira. seandainya ayah tahu kelakuan calon menantu kesayangannya ayah itu, mungkin bukan Riko yang akan membatalkan pernikahan ini tetapi ayah sendiri yang akan melakukannya." tentunya Riko hanya berucap di dalam hati.


Dengan langkah tak bersemangat Riko menuju kamarnya berada karena tidak ingin berdebat dengan ayahnya.


***


Keesokan harinya


Riko terlihat begitu tampan dengan stelan jas berwarna putih yang kini membalut tubuh atletisnya.


Tepat pukul sembilan pagi rombongan mempelai pria segera menuju kediaman mempelai wanita, di mana prosesi ijab qobul akan segera di laksanakan.


Mobil Hantara yang juga ikut serta dalam rombongan mempelai pria berada di belakang mobil yang kini membawa Riko dan ayahnya.


Selain Hantara dan juga sang istri, Damar serta kedua orang tuanya juga ikut dalam rombongan tersebut.


"Mas aku jadi terharu, akhirnya sebentar lagi salah satu dari sahabatku akan segera melepas masa lajangnya." dengan kedua bola mata yang Mulai berkaca kaca Gita berucap pada suaminya yang kini fokus mengemudikan mobilnya.


Hantara yang mendengarnya nampak mengangguk kecil lalu menggenggam tangan istrinya dengan tangannya yang lepas.


"Sebagai sahabat aku hanya bisa mendoakan agar sahabatku senantiasa bahagia dalam menjalani kehidupan rumah tangganya nanti." lanjut Gita dan di Amin kan oleh sang suami.


Di antara rombongan mempelai pria terlihat pula Atala dan juga kedua orang tuanya serta kakaknya, Andika.


Kurang dari satu jam kini mobil rombongan mempelai pria telah tiba di kediaman mempelai wanita.


***

__ADS_1


Sah


Sah


sah.


Kata yang menggema di ruangan tersebut telah menandakan jika saat ini Riko telah resmi mempersunting Rahma sebagai istrinya.


Saat hendak menyematkan cincin pernikahan di jari manis istrinya sejenak tatapan Riko berubah dingin bahkan terkesan tajam terhadap Rahma, sebelum beberapa saat kemudian kembali bersikap datar seperti biasa.


Tatapan Dingin Riko terhadap istrinya tak luput dari perhatian Hantara.


"Ada apa dengan Riko?? bukankah dia telah bersedia menikah dengan gadis pilihan ayahnya lalu mengapa kini tatapan Riko pada Rahma seolah tersirat kebencian??." batin Hantara. untungnya hanya Hantara seorang yang memperhatikan sikap Riko, tidak dengan tamu undangan yang lain.


Sementara Rahma yang sudah mengetahui penyebab perubahan sikap Riko padanya tetap berusaha bersikap tenang agar tidak menimbulkan kecurigaan di hati kedua orang tua serta ayah mertuanya.


Sejak hari itu Rahma mulai menyandang status Baru sebagai seorang istri dari Riko. entah apa yang akan terjadi di dalam pernikahannya bersama dengan Riko nantinya, Rahma tetap berniat ingin menjadi istri yang baik bagi pria itu, termasuk memenuhi kebutuhan biologis suaminya. itupun jika Riko Sudi meminta haknya sebagai seorang suami. mengingat kejadian semalam Rahma berpikir suaminya tersebut mungkin akan merasa jijik padanya.


Tujuan Rahma selanjutnya adalah bagaimana caranya agar bisa meyakinkan Riko jika semalam tidak terjadi apa apa antara dirinya dan juga Dr Atala.


Semalaman Rahma terus berpikir, jika bukan Riko yang mengirim pesan padanya semalam, lalu siapa??? jika benar bukan Riko yang mengirim pesan untuknya semalam, itu artinya ada seseorang yang sengaja menjebak dirinya.


***


Lima bulan kemudian.


Kini usia kandungan Gita telah berusia sembilan bulan. berdasarkan prediksi dari dokter Minggu depan dirinya akan segera melahirkan anaknya yang di perkirakan dokter berjenis kelamin laki-laki.


"Mas tidak perlu cemas, lagi pula perkiraan dokter aku baru akan melahirkan Minggu depan." Gita berusaha menenangkan Hantara yang nampak berat hati untuk meninggalkan dirinya bepergian ke luar kota untuk urusan pekerjaan.


Hantara tahu betul jika saat ini istrinya tengah berusaha menenangkan dirinya agar tidak terlalu mencemaskannya.


Hantara membawa Gita ke dalam pelukannya.


"Seandainya saja pekerjaan kali ini bisa di wakilkan oleh Armada, mas tidak akan pergi meninggalkan kamu sayang. karena mas takut kamu akan melahirkan di saat mas tidak ada di sisimu." ucapnya sebelum mengecup puncak kepala istrinya dengan sayang.

__ADS_1


"Sebaiknya kita berdoa, Semoga baby baru akan lahir setelah papanya kembali dua hari ke depan." Jawab Gita meragu. bagaimana tidak, semalam dirinya telah merasa perutnya mulai sakit namun berusaha tampil baik baik saja di hadapan suaminya.


Gita bersikap demikian karena wanita itu tahu jika kepergian suaminya kali ini sangatlah penting.


"Lagi pula ada papa dan mama yang akan siaga menjaga aku di sini." lanjutnya meyakinkan Hantara.


Sejak usia kandungan menantunya memasuki sembilan bulan nyonya Merina memutuskan untuk tinggal sementara waktu di kediaman putranya.


Sedangkan tuan Adipura Sanjaya yang tidak bisa jauh dari istrinya turut serta tinggal di kediaman putranya, Hantara.


"Mah..pah...Tara titip Gita selama Hantara pergi." pinta Hantara ketika kedua orang tuanya serta istrinya dan juga kedua anaknya mengantarkan dirinya di depan.


"Iya nak, tanpa kamu minta pun mama akan tetap menjaga menantu dan cucu mam dengan baik." jawab nyonya Merina setelah memeluk putranya.


Setelah berpamitan pada semua, Hantara segera masuk ke mobil yang akan di kendarai oleh Armada menuju bandara.


Dua jam kemudian, saat Hantara sudah berada di kota tujuan tiba tiba ponselnya bergetar tanda notifikasi pesan masuk ke aplikasi hijau miliknya. dan benar saja sebuah pesan Video baru saja di kirimkan oleh mamanya.


Jantung Hantara seakan berpacu lebih cepat saat melihat video yang memperlihatkan istrinya yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit lengkap dengan selang infus yang terpasang di tangannya. dari gurat wajahnya nampak jelas saat ini istrinya itu tengah menahan rasa sakit.


"Ada apa tuan??." tanya Armada saat melihat gurat cemas di wajah Hantara.


"Sepertinya istriku akan segera melahirkan." setelah berpikir sejenak Hantara kembali berkata. "Siapkan keberangkatan kembali ke ibu kota sekarang juga!!." titah Hantara.


Tanpa mengulur waktu Armada segera menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan jet pribadi untuk segera membawa mereka kembali ke ibu kota.


***


Di waktu yang sama, Gita terlihat tengah menahan sakitnya kontraksi saat pembukaan telah memasuki pembukaan lima.


Tubuh Gita nampak di penuhi Keringat karena menahan rasa sakit yang baru pertama kali dirasakannya.


"Mas...Sakit...." sejak tadi ditengah rintihannya Gita terus memanggil nama suaminya itulah mengapa tadi Nyonya Merina memilih mengirim Video menantunya untuk putranya.


Lengan Anis kini menjadi tameng untuk Gita melampiaskan rasa sakit akibat kontraksi.

__ADS_1


"Oh astaga....." keluh Anis tentunya hanya di dalam hati, saat Gita menarik lengannya hingga wajahnya hampir menabrak sisi tempat tidur.


Perhatian !! untuk kelanjutan kisah Rahma dan Riko akan aku buat judul kamar khusus ya,,,, setelah novel ini selesai.


__ADS_2