Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Merindukanmu.


__ADS_3

Setelah puas melepas rindu pada kedua putrinya, Gita dan Hantara kembali ke kamar mereka.


Hantara memutar handle pintu, kemudian mempersilahkan Gita masuk lebih dulu setelahnya pria itu turut masuk ke kamar. Gita yang selangkah di Depan Hantara di kejutkan dengan pria itu yang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Meski sempat terkejut namun Gita tidak menolak perlakuan suaminya itu hingga beberapa saat kemudian Hantara memutar tubuh Gita memandang ke arahnya.


Di tatapnya kedua bola mata indah istrinya dengan intens, sampai dengan beberapa saat kemudian. "Cup." Hantara mengecup lembut bibir Gita. kecupan yang terasa begitu hangat serta penuh kasih sayang membuat Gita perlahan memejamkan matanya sampai beberapa saat kemudian Hantara pun melepaskan kecupannya lalu menyatukan keningnya pada kening sang istri. Gita perlahan membuka pejaman matanya. kini Hantara dan Gita pun bersitatap.


"Aku merindukanmu." ucap Hantara dengan suara berat dan mampu membuat bulu kuduk Gita mulai meremang. Gita yang paham dengan maksud ucapan suaminya hanya diam saat pria itu kembali mengecup bibirnya. namun kini kecupan Hantara perlahan berubah menjadi sebuah lum_atan lembut yang menciptakan sensasi yang memabukkan bagi keduanya.


Hantara menggiring tubuh istrinya menuju ranjang tanpa melepas pagutannya. pria itu merebahkan tubuh istrinya terlentang sedangkan Hantara sendiri terus melancarkan aksinya di atas tubuh istrinya dengan menjadikan lengannya sebagai tumpuan.


"Maass." suara Gita terdengar mendayuh dan itu semakin membuat Hantara tidak sabar menjamah tubuh sang istri. "Apa aku boleh melakukannya??." tanya Hantara mengingat sang istri baru saja keluar dari rumah sakit, sedangkan Gita hanya mengangguk malu sebagai jawaban.


Dua jam berlalu keinginan pria itu pun terpenuhi. Gita yang kelelahan usai melayani suaminya nampak mulai memejamkan matanya begitu pun dengan Hantara yang ikut memejamkan mata sembari memeluk istrinya dari belakang.


Meski baru saja kembali dari rumah sakit namun pada kenyataannya kondisi Gita tak begitu serius bisa di bilang kondisi wanita itu baik baik saja, hanya saja Hantara yang terlalu posesif sengaja meminta agar istrinya tetap mendapat perawatan opname. meski tidak habis pikir dengan pemikiran serta keputusan Hantara namun pihak rumah sakit tetap menuruti permintaan pria itu, mengingat Hantara cukup berpengaruh di rumah sakit tersebut.


Hantara lebih dulu terbangun saat mendengar ketukan di balik pintu. Hantara yang baru saja bangkit dari tempat tidur meraih sebuah handuk kemudian melilitkan pada pinggangnya sebelum melangkah untuk membuka pintu kamar setengahnya. sedangkan Gita masih terlelap di balik selimut.


"Maaf sudah mengganggu waktu anda tuan,,,,sudah waktunya makan malam, non Akila dan non Asyifa sudah menunggu di meja makan." ucap bi Ela yang merupakan salah satu ART yang bekerja di rumahnya. Wanita paru baya tersebut nampak menundukkan pandangannya mengingat saat ini majikannya tersebut tengah bertelanjang dada.

__ADS_1


Pandangan Hantara langsung tertuju pada jam dinding bermerk yang menggantung di dinding kamarnya. "Astaga." Ucap Hantara saat melihat ternyata waktu kini telah menunjukkan pukul setengah delapan malam.


"Baiklah....kami akan segera turun." Bi Ela segera kembali ke dapur setelah mendengar jawaban dari majikannya itu. sedangkan Hantara kembali menutup pintu dan melangkah menuju ranjang.


Hantara kini duduk di sisi ranjang yang kosong. "Maaf sudah membuat kamu kelelahan sayang." gumam Hantara dan pastinya tak terdengar oleh Gita yang kini masih terlelap dalam tidurnya. Hantara mulai membelai rambut panjang Gita untuk membangunkan wanita itu dari tidurnya. beberapa kali merasakan usapan di kepalanya membuat Gita mulai mengerjapkan matanya.


"Mas." ucap Gita dengan suara berat khas Bangun tidur. "Bangunlah...!!! sudah waktunya makan malam." ucap Hantara masih dengan mengelus lembut rambut panjang istrinya.


Gita yang belum sepenuhnya sadar memandang ke arah tubuhnya yang kini masih polos hanya sebuah selimut putih yang kini menutupi tubuh polosnya.


Beberapa saat kemudian kesadaran Gita seketika kembali sepenuhnya saat merasa tubuhnya seakan melayang di udara. "Mas." Gita hendak protes saat Hantara menggendongnya namun semua itu urung di lakukan saat melihat tatapan suaminya.


"Apa yang ingin kamu lakukan mas??" tanya Gita penuh selidik saat Hantara ikut bergabung bersamanya masuk ke dalam bathtub.


'Haaahh" kedua mata Gita nyaris membulat sempurna mendengar ide gila suaminya. "Tidak mas...aku ingin segera mandi kemudian makan malam, lagipula anak anak pasti sudah menunggu kita." ucap Gita kemudian mencoba berdiri meninggalkan bathtub tetapi sepertinya usahanya Gita sia sia Karena tangan kekar suaminya lebih dulu mencegahnya. Sehingga saat itu Hantara bisa mewujudkan keinginannya dengan bercinta di bathtub.


Empat puluh lima menit akhirnya percintaan keduanya pun usai, itu pun Karena Hantara terpaksa mempercepat durasinya mengingat saat ini istrinya pasti sudah kelaparan. untuk Akila dan Asyifa, untungnya tadi Hantara meminta bi Ela untuk menyuruh Akila dan Asyifa untuk makan malam lebih dulu.


Gita yang kini masih mengenakan bathrob keluar dari kamar mandi dengan wajah cemberut, berbeda dengan wajah Hantara yang nampak berseri.

__ADS_1


Hantara yang tengah mengeringkan rambutnya dengan sehelai handuk sengaja menggoda Gita dengan sebuah cubitan kecil di dagunya.


"Apa sih mas." Ucap Gita sengaja memasang wajah sebal sedangkan Hantara nampak menarik sudut bibirnya ke samping saat melihat wajah istrinya yang nampak sebal.


Gita berjalan menuju ruang walk in closed untuk mengenakan pakaian. "Badanku rasanya mau remuk semua." di sela langkahnya Gita nampak menggerutu dengan wajah cemberut. dan tentu saja itu masih terdengar lirih di telinga Hantara.


"Maaf sudah membuatmu lelah sayang, aku hanya ingin kamu segera mengandung anakku." gumam Hantara lirih dan tentunya tak lagi terdengar oleh Gita yang kini menghilang di balik pintu walk in closed.


Kini baik Hantara maupun Gita telah selesai mengenakan piyama. keduanya kemudian segera turun untuk makan malam.


Hantara menggenggam tangan Gita saat hendak melangkah hal itu membuat Gita sontak memandang ke arah suaminya. "Ayo." ajak Hantara saat melihat Gita masih diam seraya memandangnya. "Aku tahu jika aku ini sangat tampan, tapi tidak perlu melihatku Sampai seperti itu." Sombong Hantara sembari mulai melangkah sedangkan Gita hanya nampak diam tak berniat menepis ucapan suaminya sebab apa yang di katakan Hantara bukanlah isapan jempol belaka, pria itu memang sangat tampan. tidak heran jika banyak wanita yang tergila-gila padanya, namun begitu Hantara bukanlah tipe pria yang mudah di dekati.


Setelah beberapa saat kemudian keduanya tiba di meja makan. pandangan Gita tertuju pada berbagai menu makanan yang kini tersaji di meja makan. "Apa hanya kita berdua saja yang akan menghabisi makanan sebayak ini??." tanya Gita dengan wajah tak percaya. sedangkan Hantara nampak menahan senyumnya melihat reaksi istrinya yang nampak lucu di matanya.


Beberapa saat kemudian Gita pun mengisi piring suaminya dengan nasi dan beberapa macam lauk yang tersedia, setelahnya baru wanita itu mengisi piring untuknya keduanya pun bersiap untuk makam malam atau lebih tepatnya makan malam yang hampir terlewatkan, karena saat ini waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam.


"Aku sengaja meminta bi Ela memasak semua ini untuk memastikan asupan nutrisi bagi istriku yang sedang kelelahan akibat olahraga ran_jang, dan tidak menutup kemungkinan malam ini kejadian tadi akan terulang kembali." ucap Hantara dengan santainya, berbeda dengan Gita yang kini nampak membulatkan matanya saat mendengar ucapan absurt suaminya.


"Uhuk...uhuk...uhuk...." Gita sampai tersedak mendengar ucapan absurt suaminya, dengan sigap Hantara menyerahkan segelas air pada istrinya itu.

__ADS_1


"Mas...bisa tidak kalau mau bicara lihat tempat dan situasi dulu!!." sungut Gita dengan wajah menahan malu. bagaimana tidak, saat ini bi Ela ada di antara keduanya guna melayani makan malam keduanya. bukannya menjawab Hantara malah nampak acuh seolah bi Ela adalah makhluk gaib yang tak kasat mata olehnya.


Jangan lupa tinggalkan komentar, like and vote ya....and don't forget to subscribe 😘😘😘😘😘


__ADS_2