
"Sepertinya berendam air hangat solusi yang Baik." Riko yang melangkah menuju apartemennya nampak bergumam. namun saat baru beberapa langkah pandangan Riko tak sengaja menangkap keberadaan Armada berdiri di depan Apartemen milik Hantara.
Sudah beberapa hari Riko menempati apartemennya yang berada di gedung dan lantai yang sama dengan milik Hantara.
Riko melangkah mendekati Armada. "Sedang apa kau di sini??." tanya Riko sebelum kemudian pandangan pria itu tertuju pada pintu apartemen. "Tuan Hantara sedang ada di dalam." ucap Armada, seolah menjawab sorot mata Riko.
"Lalu kenapa kau masih berdiri di sini, kenapa tidak masuk ke dalam sekalian??." lanjut Tanya Riko dengan kening berkerut.
Awalnya Armada enggan menjawab, namun jika ia memilih diam sudah pasti Riko akan terus mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan. dengan terpaksa Armada pun mengatakan alasan mengapa ia Masih berada di tempat itu. lagi pula menurut Armada, Riko merupakan sahabat dari Hantara sepertinya tuannya itu tidak akan keberatan. begitu pikir Armada.
"Sudah berapa lama mereka berada di dalam??." tanya Riko mengkhawatirkan kondisi Gita saat ini. sebagai sahabat Hantara, Riko tahu betul bagaimana jika Hantara sedang marah.
Kekhwatiran di wajah Riko semakin bertambah saat Armada mengatakan jika Hantara dan istrinya telah tiga jam berada di dalam.
Riko yang khawatir Hantara sampai bersikap kasar pada istrinya, mengusulkan pada Armada untuk masuk ke dalam. tentunya hal itu ditolak oleh Armada, biar bagaimanapun pria itu sangat menghargai privasi tuannya, sehingga Armada memilih menekan bel.
Sedangkan di dalam apartemen, Hantara nampak berbagi selimut dengan sang istri. pria itu nampak membelai sayang puncak kepala istrinya yang kini terlelap dengan beralaskan lengannya usai pergulatan panas mereka.
Tiba tiba suara bel membuat Hantara terpaksa meletakkan dengan lembut kepala sang istri pada bantal sebelum turun dari ranjang. Hantara menarik sebuah handuk untuk menutupi tubuh polosnya.
Hantara melangkah keluar dari kamar menuju pintu apartemen hendak membuka pintu. ketika baru saja membuka pintu apartemen, pria itu di kejutkan dengan keberadaan Armada serta sahabatnya Riko.
"Sedang apa kalian di sini??."tanya Hantara dengan kening berkerut. Pria itu mengira jika Armada telah pergi meninggalkan apartemennya sejak tadi.
__ADS_1
"Maafkan saya tuan." hanya itu yang bisa keluar dari mulut Armada saat melihat penampilan Hantara saat ini yang hanya mengenakan sebuah handuk di lilit pada pinggangnya.
Sedangkan Riko bukannya menjawab pertanyaan Hantara justru menyapu pandangannya ke dalam apartemen, seolah tengah mencari keberadaan seseorang.
"Siapa yang kau cari??." tanya Hantara dengan mengeryitkan kening.
"Siapa lagi kalau bukan istrimu, kamu tidak sampai berbuat gila kan??." tanya Riko dengan wajah curiga saat menatap Hantara.
"Apa maksudmu??." tanya Hantara tidak paham sepenuhnya dengan maksud pertanyaan Riko. baru saja hendak kembali melayangkan pertanyaan, Riko di buat tersadar dengan penampilan Hantara saat ini.
Seketika itu juga Riko tersadar jika dugaannya itu ternyata hanya isapan jempol belaka. "Syukurlah ternyata kau tidak sampai menyakitinya." ucap Riko yang kini merasa tenang karena dugaannya ternyata salah.
"Memangnya apa yang kau pikirkan??." tanya Hantara Dengan dahi berkerut.
"Sebaiknya kau segera pergi dari sini, aku tidak ingin celotehanmu menganggu waktu istirahat istriku!!" Hantara berhenti sejenak kemudian memandang ke arah Armada "Segera Hubungi pihak rumah sakit sepertinya hari ini istriku kelelahan dan tidak akan kembali ke rumah sakit!!" titah Hantara sebelum menutup pintu apartemen menyisakan Riko yang kini menatap miring pada Armada."Sepertinya sejak tadi kau sedang menunggu atasanmu yang sedang berma_du kasih dengan istrinya." ledek Riko dengan tersenyum miring, sebelum pria itu melangkah menuju apartemen miliknya. sedangkan Armada kini bisa bernapas lega meninggalkan apartemen Hantara untuk segera kembali ke Perusahaan, setelah sebelumnya telah menghubungi pihak rumah sakit.
Hantara kembali ke kamar, di mana istrinya nampak lelap memasuki alam bawah sadarnya.
Tiga puluh menit kemudian Gita terbangun dari tidurnya karena perutnya terasa lapar. untungnya tadi sebelum ia bangun Hantara telah memesan makanan dari aplikasi online di ponselnya, sehingga saat bangun Gita bisa segera mengisi perutnya.
Setelah usai makan dan membersihkan tubuh Gita dan Hantara segera meninggalkan apartemen dan kembali ke rumah mereka.
Setibanya di rumah, Hantara menerima sebuah pesan dari Armada, pria itu pun segera berangkat menuju perusahaan setelah lebih dulu pamit pada sang istri.
__ADS_1
"Maaf mengganggu waktu anda bersama istri tuan." Ucap Armada saat mobil Hantara baru saja tiba di perusahaan. Armada merasa sungkan karena merasa telah menganggu mengingat penampilan Hantara di apartemen tadi.
Hantara pun memandang ke arah Armada, sorot mata pria itu seakan mengatakan it's ok.
Hantara segera berjalan menuju ruang kerjanya dengan di ikuti oleh Armada.
Ketika tiba di ruang kerja Pimpinan perusahaan, Armada segera membuka laptopnya di hadapan Hantara setelahnya pria itu memutar sebuah Video.
Tanpa banyak bertanya Hantara pun menyaksikan Video tersebut. sebuah Video CCTV yang memperlihatkan kejadian beberapa tahun yang lalu di sebuah hotel.
Sebuah video yang menampilkan Reva dan pria bernama Andika Mahendra tengah berjalan melintasi koridor hotel sebelum keduanya masuk ke dalam kamar hotel yang sama.
Hantara menatap ke arah Armada seolah meminta penjelasan.
"Tuan, berdasarkan informasi yang saya dapatkan, mantan istri anda dan pria itu pernah menjalin hubungan asmara. lebih tepatnya keduanya menjalin hubungan di saat Nyonya Reva masih berstatus istri anda. namun pria itu sama sekali tidak mengetahui Jika nyonya Reva telah menikah, karena saat itu Andika Mahendra baru saja kembali dari Amerika setelah menetap di sana selama sepuluh tahun terakhir sebelum bertemu dengan mantan istri anda". terang Armada.
Mendengar penjelasan Armada membuat Hantara bak di sambar petir di siang bolong dan juga bingung. bukan hanya karena mengetahui Hubungan terlarang pria itu bersama mantan istri di masa lalu, namun juga karena pria itu pernah menemui istrinya, Gita, beberapa tahun yang lalu saat Gita masih menjalani hubungan dengan almarhum Lesmana.
Hantara nampak memijat pangkal hidungnya saat kepalanya mulai terasa berdenyut, akibat memikirkan semua itu.
"Bawa secepatnya pria itu di hadapanku, Jika dengan cara baik baik dia menolak maka lakukan dengan cara kita!!!!." titah Hantara sebelum menutup laptop milik Armada. dan Armada pun mengangguk patuh sebelum kembali meraih laptopnya.
"Sepertinya pria itu telah salah memilih lawan." Hantara nampak tersenyum dengan pandangan sulit di artikan. sebuah senyuman yang terlihat begitu mengerikan, senyuman yang biasa membuat lawan bisnisnya tunggang langgang di buatnya.
__ADS_1
Melihat jarum jam yang kini melingkar di pergelangan tangannya telah menunjukkan pukul lima sore, Hantara memilih kembali ke rumah mengingat malam ini akan ada acara makan malam di mansion.