Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Baby mulai bergerak.


__ADS_3

Sejak malam itu di mana Hantara menceritakan kebenaran tentang rahasia besar padanya, Gita lebih banyak diam sehingga membuat Hantara menjadi cemas pada kondisi istrinya.


Apalagi saat ini kondisi istrinya tengah hamil, untungnya kondisi kehamilannya di nyatakan baik baik saja oleh dokter. namun begitu Hantara tetap tak ingin mengambil resiko.


Hantara sampai memutar otak untuk mencari solusi agar istrinya tersebut tidak terlalu memikirkan kenyataan yang ternyata dirinya bukanlah anak kandung dari wanita yang selama ini dianggap ibu kandung olehnya.


"Mas." Hantara yang tengah berdiri di balkon kamar sontak menoleh saat mendengar suara istrinya.


"Ya, sayang." jawab Hantara pada istrinya yang kini telah berdiri di sampingnya seraya memandang dengan tatapan kosong ke depan.


"Aku ingin bertemu dengannya." tutur Gita dengan nada datar.


Hantara paham siapa yang di maksud istrinya. "Apa kamu yakin ???." tanyanya memastikan dan di jawab anggukan pasti oleh Gita sebagai jawaban.


Awalnya memang berat bagi Gita menerima kenyataan, tetapi setelah beberapa hari terus memikirkannya ada rasa tak tega di hatinya. apalagi saat ini wanita yang ternyata adalah ibu kandungnya tersebut tengah di rawat di sebuah rumah sakit karena mengalami depresiasi.


Hantara merengkuh tubuh istrinya untuk bersandar pada bahunya. "Mas tahu ini pasti sangat berat untukmu sayang, tetapi bagaimanapun dia tetap ibu kandung kamu. dia yang telah berjuang melahirkan kamu ke dunia ini, terlepas dari kesalahan apa yang pernah di buatnya di masa lalu padamu. awalnya mas pun sama seperti kamu, berat menerima kenyataan saat mengetahui ternyata istrinya mas di perlakukan tak layak sejak bayi oleh ibu kandungnya sendiri. tetapi setelah berpikir mas menyadari tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. penyesalan selalu datang terlambat tinggal bagaimana kita menyikapinya, mungkin karena sebuah penyesalanlah yang kini membuat ibu kandung kamu sampai mengalami depresiasi." tutur Hantara. di dalam hati terdalam Hantara bisa merasakan betapa beratnya menerima kenyataan tak di anggap oleh ibu kandung sendiri apalagi di saat kita begitu membutuhkan kasih sayang darinya.


Gita hanya diam mendengarkan setiap kata yang terlontar dari mulut suaminya, meski dalam hati Gita pun membenarkan ucapan suaminya.


"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan nanti mas yang akan mengatur semuanya!!." lanjut Hantara sebelum kemudian melakukan sesuatu yang sudah yang sudah menjadi candu bagi pria itu.


"Ma_s." suara Gita terdengar terbata saat merasakan bibir suaminya yang kini mulai menelusuri bagian leher hingga tengkuknya yang membuat bulu kuduknya mulai meremang.


"Sayang....mas kangen sama kamu." Gita nampak menghela napas sebelum kemudian tersenyum karena paham kemana arahnya ucapan suaminya.


"Bukannya setiap hari kita bertemu bahkan tidur di ranjang yang sama lalu kenapa mas masih merindukan aku??." jawab Gita seolah tidak paham maksud ucapan Hantara. wanita itu sengaja ingin menggoda suaminya dengan berpura pura tak mengerti.

__ADS_1


Sedangkan Hantara yang mendengarnya memasang wajah cemberut. "Bukan itu maksud mas, maksudnya_." ucapan Hantara berakhir begitu saja saat merasakan hangatnya bibir mungil istrinya.


Cup


Gita menyatukan kedua tangannya pada wajah suaminya dengan sedikit mendongak. wanita itu berkata dengan nada lembut setelah menyudahi kecupannya. " Iya mas, aku tahu maksud suami aku." ucapnya lalu tersenyum manis pada Hantara, sebuah senyuman yang membuat Hantara semakin tak bisa menahan diri untuk melahap istrinya tersebut.


"Maaaassss." protes Gita dengan sedikit meninggikan suaranya karena takut tubuhnya terjatuh saat Hantara tiba tiba saja menggendong tubuh ala bridal style meninggalkan balkon hendak menuju ke kamar. sedangkan Hantara hanya tersenyum melihat kecemasan di wajah istrinya.


Barulah Gita bisa bernapas lega saat Hantara merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Kenapa sayang, kamu takut??." tebak Hantara di sisa senyumnya.


"Bagaimana kalau tadi aku sampai jatuh." tutur Gita memasang Wajah sebal pada suaminya.


"Astaga sayang.... mas bahkan mampu menggendongmu sambil berlari." jawab Hantara, sedangkan Gita langsung teringat jika suaminya itu rutin berolahraga tiga kali dalam seminggu, lalu bagaimana dia bisa meragukan kemampuan Hantara dalam menggendong tubuhnya.


"Astaga... bagaimana aku bisa lupa jika mas Hantara rutin berolahraga terutama mengangkat beban." batin Gita merutuki kebodohannya.


Ciu_man hangat Hantara seolah membuyarkan lamunan Gita atas kebodohannya tadi yang sempat meragukan kemampuan suaminya.


Ci_uman hangat perlahan menjadi sebuah lu_matan yang semakin menuntut lebih untuk memuaskan ha_srat.


Di tengah ciuman panasnya, tiba tiba Gita di kejutkan oleh pergerakan diperutnya untuk pertama kalinya, spontan Gita menyudahi ci_uman di antara keduanya sehingga membuat kening Hantara berkerut bingung melihat tindakan tiba tiba istrinya.


"Mas coba kamu pegang deh!!." pinta Gita seraya meraih tangan kekar suaminya lalu meletakkannya pada bagian perutnya yang kini masih terus bergerak karena pergerakan bayi di dalam perutnya.


"Mas bisa merasakannya kan??." tanya Gita dengan wajah berbinar dan diangguki Hantara dengan senyum bahagia. "Ya, sayang. apa ini untuk pertama kalinya baby bergerak di dalam perut kamu??." tebak Hantara saat melihat wajah istrinya yang begitu berseri.

__ADS_1


Gita mengangguk. "Iya mas, ini untuk pertama kalinya baby bergerak." kata Gita terharu.


"Sepertinya anak kita sudah tidak sabar ingin segera di jenguk papanya." tutur Hantara seraya menyunggingkan senyum sehingga membuat Gita spontan mendelik melihatnya.


"Itu sih maunya papanya." cetus Gita dan Hantara pun semakin mengembangkan senyum saat mendengarnya.


Dan malam itu terjadilah kunjung mengunjungi si jabang bayi, namun demi menjaga keselamatan anak dalam kandungan istrinya, Hantara melakukannya dengan sangat hati-hati.


"Terima kasih sayang." Hantara yang baru saja menuntaskan has_ratnya mengecup lembut kening istrinya.


"Istirahatlah!!! kamu pasti lelah." lanjutnya saat melihat wajah istrinya nampak lelah padahal sudah sebisa mungkin Hantara berusaha melakukannya dengan lembut, mungkin karena tengah mengandung Gita tetap merasa lelah usai melakukan kegiatan pa_nas mereka.


Tak butuh waktu lama untuk Gita memasuki alam mimpinya terbukti hembusan napas teratur darinya terdengar oleh Hantara.


"Terima kasih karena telah membuka hati untuk menerima kehadiran ibu kandung kamu sayang, karena bagaimanapun dialah yang telah melahirkan kamu ke dunia ini. mas melakukan semua ini hanya ingin melihat kamu menjadi anak, istri serta ibu yang baik untuk anak anak kita." menatap intens wajah istrinya yang tengah terlelap Hantara bermonolog sembari sesekali memberi usapan lembut di puncak kepala Gita.


***


Keesokan harinya


Gita tak dapat menyembunyikan ketegangan di wajahnya saat ia dan suaminya hendak menuju sebuah restoran, di mana sejak sepuluh menit yang lalu Dimas telah tiba lebih dulu.


Semalam Hantara telah membuat janji dengan Dimas untuk bertemu di sebuah restoran yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit di mana nyonya Veronica masih di rawat, sebelum nantinya mereka akan menemui wanita paru baya tersebut.


"Tenang sayang, semua akan baik baik saja !!!." Hantara yang tengah menyetir menggenggam tangan istrinya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya masih stay pada setir mobil.


Sedangkan Gita hanya mengangguk tanpa suara.

__ADS_1


Jangan lupa mampir juga ke karya recehku yang on going SEMUA BUKAN INGINKU. 🙏🙏🙏. jangan lupa like, koment vote and give nya ya..... sebagai penyemangat sayangku 😘😘😘😘😍😍😍🥰🥰🥰🥰


__ADS_2