
Akhirnya mobil Hantara tiba di tujuan dengan di ikuti mobil Riko dan Mobil milik Armada di belakang mobil Hantara.
Suasana di danau buatan cukup ramai mengingat hari ini merupakan weekend sekaligus hari libur untuk anak sekolah, sehingga cukup banyak orang tua yang sengaja datang dengan membawa buah hati mereka untuk menikmati suasana di danau buatan tersebut.
Gita turun dari mobil kemudian membantu Akila serta Asyifa untuk turun dari mobil sedangkan Hantara yang juga baru saja turun dari mobil terlihat mengeluarkan perlengkapan memancing dari bagasi mobil.
Tanpa di duga sebelumnya, ternyata di pagi menjelang siang hari itu di area parkiran mobil, tak Sengaja Gita melihat mobil milik Dr Atala lebih dulu terparkir di area tersebut.
"Ada apa??." tanya Rahma saat melihat Gita masih diam seraya memperhatikan salah satu mobil yang terparkir.
"Bukankah itu mobil Dr Atala." ujar Gita saat menyadari keberadaan Rahma.
"Sepertinya itu memang mobil Dr Atala." jawab Rahma setelah mengikuti arah pandang Gita.
Tidak ingin terlalu pusing dengan keberadaan Dr Atala yang kini juga berada di tempat yang sama, Gita pun mengajak kedua putrinya untuk segera berlalu saat mendengar panggilan suaminya.
"Apa di dalam danau ini banyak ikan nya ???" tanya Asyifa yang sejak tadi memperhatikan permukaan danau.
"Sepertinya begitu sayang, buktinya banyak yang dapat ikan saat memancing." jawab Gita saat memperhatikan ada beberapa orang pemancing yang berhasil mendapatkan ikan.
Hantara dan kedua sahabatnya yang di bantu oleh Armada nampak membawa perlengkapan mereka menuju sebuah saung yang berada tak jauh dari tepi danau. saung yang sengaja di siapkan untuk para pengunjung.
__ADS_1
Berbeda dengan pasangan Hantara dan Gita yang terlihat bercanda tawa dengan kedua anaknya saat hendak memulai aktivitas memancing mereka, Riko dan Rahma justru tak banyak mengobrol. Hanya sesekali pria itu bicara saat sang istri bertanya padanya.
"Terima kasih atas bantuannya." ucap Anis dengan wajah berbinar saat Armada membantu membawakan barang barang bawaannya.
Tak ada yang terdengar dari mulut Armada selain sebuah anggukan atas ucapan terimakasih yang di ucapkan Anis.
"Pria itu manusia atau bukan ya, sejak di mobil tadi hanya diam saja." cetus Anis yang merasa kesal dengan sikap dingin Armada.
Setelahnya Armada pun pergi begitu saja meninggalkan Anis. Sebagai seorang asisten pribadi tentunya Armada harus selalu siap siaga di sini Hantara.
Kini baik Hantara, Damar dan Riko nampak fokus memancing sementara para wanita menunggu di saung dengan bercengkrama dan sesekali terdengar tawa, entah apa yang mereka bicarakan sehingga menciptakan suara tawa lepas dari ketiganya.
"Mona."
"Tidak mungkin, aku pasti salah lihat, saat ini Mona berada di Amerika." batin Riko menepis dugaannya tentang sosok yang di lihatnya tadi.
Gumaman Riko masih terdengar sayu oleh Hantara yang posisinya tak jauh dari Riko. "Ada apa?? Apa kau melihat seseorang??." tanya Hantara kemudian mengikuti arah pandang Riko.
"Tidak, bukan siapa siapa sepertinya aku salah orang." jawab Riko tak sepenuhnya yakin dengan apa yang di lihatnya.
Siang itu Gita merasa sangat bahagia, mulai dari menemani sang suami memancing hingga menikmati ikan bakar hasil pancingan Hantara dan kedua sahabatnya.
__ADS_1
Sampai tak terasa waktu telah menunjukkan pukul lima sore dan mereka pun bersiap kembali.
Berbeda dengan Gita yang merasa sangat bahagia, Anis justru merasa bad mood karena selama di sana Armada sama sekali tidak mengajaknya untuk sekedar bicara. Pria itu hanya sibuk melayani tuanya dan sesekali terlihat sibuk dengan ponselnya. Dari pemantauan Anis secara diam diam Sepertinya pria itu tengah sibuk memeriksa beberapa email yang masuk ke ponselnya.
"Apa pria ini tidak menyukai wanita??." tebak Anis saat kembali menumpangi mobil Armada.
Membayangkan Armada yang memiliki sifat menyimpang membuat Anis tanpa sadar menggelengkan kepalanya. Dan hal itu tak luput dari perhatian Armada yang kini duduk di balik kemudi.
"Ada apa nona, apa anda ingin ke toilet??." tebak Armada saat melihat Anis menggelengkan kepalanya. Dan hal itu mampu membuat Anis gelagapan di buatnya, layaknya seorang maling yang kedapatan.
"Apa ke toilet?? Ti_tidak... Saya tidak ingin ke toilet." jawab Anis. Dari nadanya terdengar jelas jika saat ini Anis tengah gugup.
"Maaf nona saya pikir anda ingin ke toilet." Kata Armada yang kini menoleh ke arah Anis, meski tatapan pria itu sangat datar namun bagi Anis adalah satu kemajuan karena Armada bicara padanya meski dengan wajah datar seperti biasa.
***
Malam ini tentunya Rahma akan kembali menempati kamarnya sendiri, sebuah kamar yang berhadapan dengan kamar Riko. Beberapa hari sebelumnya keduanya terpaksa tidur sekamar sebab ayah mertuanya menginap di sana selama seminggu terakhir.
"Apa mas Riko sedang memikirkan sesuatu??." tentunya pertanyaan itu hanya terlintas di benak Rahma tanpa berani mempertanyakan langsung pada sang suami.
Rahma membiarkan Riko yang kini tengah duduk di sofa ruang tengah dan kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar Riko.
__ADS_1
Sayang sayangku....kisah Rahma dan Riko akan segera launching dalam waktu dekat ini ya,,,, sengaja aku buatkan kamar sendiri agar bisa lebih fokus ke kisah mereka ya,,,,,🙏🙏🙏🙏