
"Apa yang terjadi, bagaimana aku dan dr Atala bisa berada di hotel ini??." dalam hati Rahma dengan wajah mulai nampak ketakutan.
Rahma yang kini menyadari jika beberapa kancing piyamanya telah terbuka sontak menangis, apalagi saat ini ia menyaksikan Riko menghajar dr Atala hingga wajahnya tampannya berubah babak belur.
Seingat Rahma terakhir kali ia berada di depan hotel kemudian ada seorang pria yang datang menghampirinya dan mengaku sebagai petugas hotel. pria itu mengatakan padanya jika seseorang telah menantinya di salah satu kamar hotel, tanpa curiga Rahma segera menuju kamar di maksud karena Rahma berpikir orang tersebut adalah calon suaminya yang tadi mengirim pesan padanya.
Sebuah pesan yang membuatnya gusar hingga pukul satu dini hari Rahma nekat mendatangi hotel itu.
Kini pandangan Rahma kembali tertuju pada calon suaminya yang terlihat begitu kesetanan menghajar seorang pria yang tak lain adalah adik sepupunya dari Riko sendiri.
"Kenapa kau tega berbuat sebejat ini Atala, apa kau lupa jika dia adalah calon istriku??." dengan perasaan yang begitu emosional Riko menghardik Atala.
Atala yang mendengarnya nampak menggeleng karena merasa tidak melakukan semua yang dituduhkan Riko padanya.
"Aku berani bersumpah bang, aku sama sekali tidak melakukan apapun padanya. aku sendiri tidak mengerti kenapa aku bisa ada di hotel ini." jawab Atala. bukannya ingin membela diri tetapi Atala memang tidak merasa melakukan sesuatu pada calon istri dari kakak sepupunya tersebut.
Sedangkan Riko sontak tersenyum miring saat mendengarnya. "Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalian tidur di ranjang yang sama dan kau masih bilang kau tidak melakukan apapun padanya." di akhir kata tatapan tajam Riko tertuju pada Rahma yang kini meringkuk ketakutan di atas tempat tidur hotel.
Atala nampak menghela napas dalam. karena seperti apapun usahanya untuk menjelaskan pada Riko, kakak sepupunya tersebut pasti tidak akan percaya padanya setelah apa yang di lihatnya tadi.
"Baiklah, jika Abang memang kekeh dengan tudingan Abang padaku, lalu apa yang Abang inginkan dariku?? jika Abang merasa berat menikah dengannya maka aku yang akan menggantikan Abang menikahi Rahma besok." tutur Atala tidak punya pilihan lain.
Atala tidak sepenuhnya mempersalahkan Riko karena berpikir demikian, jika dirinya ada di posisi Riko mungkin ia pun akan berpikiran yang sama.
__ADS_1
Bukan hanya Riko yang dibuat terkejut dengan kalimat Atala, Rahma pun tidak kalah terkejutnya, sehingga dirinya yang sejak tadi diam pun ikut bersuara.
"Aku tidak mau menikah dengan anda." Timpal Rahma yang tidak habis pikir dengan usulan Atala.
"Apa kau sudah gila, apa kau ingin ayahku mati karena serangan jantung jika aku sampai tidak jadi menikah dengan gadis pilihannya." bentar Riko, sehingga membuat Rahma kini melihat sosok berbeda jika Riko sedang marah.
"Aku tahu pernikahan kita karena perjodohan, tetapi aku tidak menyangka kau akan berbuat serendah ini. kau bahkan tidur seranjang dengan calon adik iparmu sendiri." kini tatapan tajam serta tudingan Riko tertuju pada Rahma.
Ingin rasanya Rahma membela diri tetapi Lidahnya terasa keluh.
Pria manapun pasti akan berpikiran yang sama dengan Riko jika melihat posisi kekasihnya ada di posisinya saat ini.
"Lalu apa yang anda inginkan sekarang??." Rahma mencoba tetap tenang saat bicara pada Riko walaupun kini tidak bisa di pungkiri hatinya terluka mendengar tudingan Riko padanya.
Tak jauh berbeda dengan Rahma, Riko pun kini mencoba bersikap tenang padahal saat ini hatinya begitu terluka saat melihat calon istrinya berada di atas ranjang yang sama dengan adik sepupunya.
Ingin mencari bukti untuk meyakinkan diri jika calon istrinya tersebut tak melakukan apapun bersama adik sepupunya melalui rekaman CCTV hotel, tetapi kata pemilik hotel CCTV kamar hotel sedang dalam perbaikan sehingga tidak dapat berfungsi.
"Saya akan tetap menikahimu tetapi saya ingin kita sepakat untuk segera berpisah setelah setahun usia pernikahan kita nanti !!!" lanjut Riko. bukan hanya Rahma yang terkejut dengan rencana Riko ke depannya tetapi Atala pun sama, namun Atala memilih diam tak ikut campur.
"Baiklah saya setuju dengan keputusan anda." mau tidak mau Rahma pun menyetujui syarat yang di berikan Riko, tidak berbeda jauh dengan Riko, Rahma pun tidak mau kedua orang tuanya sampai jatuh sakit akibat menanggung malu.
Rahma tidak menyangka Niatnya ingin bertemu calon suaminya karena berpikir yang mengirim pesan singkat untuknya adalah Riko, justru membuatnya terjebak dalam situasi yang memojokkan bahkan merendahkan harga dirinya di hadapan Riko.
__ADS_1
Tak mau terlalu ambil pusing lagi dengan pemikiran Riko terhadap dirinya yang hanya akan membuat kepalanya semakin berdenyut, Rahma pun pasrah menjalani kehidupan pernikahannya nanti bersama Riko. jika pada akhirnya harus bercerai setelah setahun kemudian, namun ia tetap berniat menjalani kewajibannya selama masih menjadi istri dari pria itu.
Layaknya pasangan suami istri pada umumnya, Rahma tetap akan mengabdikan diri untuk meraih ridho dari sang pencipta dengan melayani suaminya sepenuh hati.
Rahma menatap punggung Riko yang pergi begitu saja meninggalkan kamar hotel.
Setelah kepergian Riko, barulah Atala berani mengajak Rahma berbicara tentunya dengan jarak yang cukup jauh. dengan posisi Rahma yang duduk di tepi ranjang sementara dr Atala berdiri di ambang pintu kamar hotel yang terbuka lebar setelah kepergian Riko.
Sebelum mulai berbicara Atala lebih dulu meraih kaosnya yang tergeletak begitu saja di lantai kemudian mengenakannya.
Meski posisi keduanya di atas ranjang tidak memperlihatkan kein_timan tetapi saat itu Atala tidak mengenakan baju, hanya sebuah celana jeans panjang yang menutupi tubuh bagian bawahnya.
"Maafkan aku, tetapi aku tidak merasa melakukan apapun padamu, aku juga bingung kenapa aku bisa ada di kamar ini bersamamu." ucap Dr Atala.
"Tetapi jika kau tetap tidak yakin, aku akan tetap bertanggung jawab tetapi setelah perjanjian pernikahanmu dan bang Riko selesai dan kalian bercerai." lanjutnya. meski sempat menaruh hati pada Rahma tetapi Atala tidak sedikitpun terpikir untuk merebut wanita itu dari kakak sepupunya.
Namun apa boleh buat, jika Rahma telah merasa di nodai olehnya karena kejadian malam ini, terpaksa ia akan tetap bertanggung jawab dan tentunya niatnya tersebut akan di lakukannya jika Riko benar benar menceraikan Rahma.
"CK... anda pikir saya ini piala bergilir yang bisa kalian miliki Secara bergantian??." cetus Rahma setelah sebelumnya terlihat berdecak lidah.
"Anda tidak perlu cemas...!!! sama seperti anda, saya juga yakin tidak terjadi apapun di antara kita." lanjut Rahma yakin, karena saat tersadar tadi pakaiannya masih lengkap hanya dua buah kancing piyamanya yang terbuka atau lebih tepatnya seperti sengaja di buka oleh seseorang yang entah siapa.
Setelah berkata demikian Rahma segera berdiri dari posisinya dan berjalan meninggalkan kamar hotel hendak menuju mobilnya berada untuk segera kembali ke kediaman orang tuanya.
__ADS_1