Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Hamil 2.


__ADS_3

Melihat kekecewaan Putra sulungnya atas kehamilan adiknya membuat Nyonya Merina menjadi kepikiran, bagaimana jika suaminya sampai tahu kondisi putri mereka yang tengah mengandung saat ini, sudah pasti pria paru baya tersebut tidak kalah kecewanya dengan Hantara.


Memikirkan hal itu membuat kepalanya kembali berdenyut sakit.


"Maafkan Rena mah." Kalimat itu kembali di ucapkan Rena saat melihat ibunya meminjat kepalanya.


Wanita itu mendekati ranjang putrinya kemudian berkata." Sudahlah, semua sudah terjadi tinggal bagaimana caranya kita bisa melewati semua ini bersama sama. Mama akan bicara dengan papa kamu agar kamu dan Dimas bisa segera menikah." ucap Nyonya Merina berusaha tegar di hadapan putrinya.


"Rena bisa merawat dan menjaga anak ini hingga dewasa kelak mah." jawaban Putrinya membuat nyonya Merina mengeryit bingung.


"Apa maksudmu???." ucapnya bingung.


"Rena tidak ingin menikah dengan Dimas,mah." jawab Renata sembari menggenggam tangan ibunya.


"Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu Rena?? Jangan bilang selama ini kamu sengaja merahasiakan keberadaan bayi dalam kandunganmu dari ayahnya????." tebak Nyonya Merina dengan tatapan menyelidik dan beberapa saat kemudian Renata pun mengangguk sebagai jawaban.


"Astaga Rena.... bagaimana mungkin sampai kamu melakukan semua ini nak, mama yakin papa pasti tidak setuju dengan keputusan kamu. lagi pula anak ini berhak mendapatkan kasih sayang dari ayah kandungnya sejak dini, kamu tidak berhak memisahkan mereka." ucap Nyonya Merina tidak habis pikir dengan pola pikir putrinya.


"Bagaimana pun juga bayi ini milik nak Dimas dan sudah seharusnya dia bertanggung jawab atas perbuatannya dengan cara Menikahi ka_" ucapan nyonya Merina melayang begitu saja di udara saat suara yang tidak asing terdengar menyela.


"Tanggung jawab apa yang mamah maksud, mah??." Sejenak Nyonya Merina diam terpaku saat mendengar suara Bariton milik suaminya yang baru saja masuk ke ruangan tersebut.


"Mah???." kembali tuan Adipura Sanjaya berucap dengan menyerukan nama sang istri, saat melihat wanita kesayangannya itu masih diam.


Seperti baru saja tersadar dari keterkejutan atas kedatangan suaminya, nyonya Merina pun segera mendekati ayah dari anak anaknya tersebut." Papah kapan tiba di Jakarta, kenapa tidak mengabarkan mama jika papa akan kembali hari ini?." sengaja mengalihkan perhatian suaminya, Nyonya Merina pun mencecar pria itu dengan berbagai macam pertanyaan.


Namun sepertinya usaha nyonya Merina sia sia, terbukti suaminya tersebut kembali melontarkan sebuah pertanyaan."Sebaiknya mamah jawab pertanyaan papah, tanggung jawab seperti apa yang mamah maksud??." Wajah tuan Adipura kini berubah serius sehingga membuat istrinya mau tidak mau buka suara soal kehamilan putri bungsu mereka.


Wanita itu nampak menghela napas berat sebelum menjawab pertanyaan suaminya."Putri kita hamil pah." ucap nyonya Merina.

__ADS_1


Deg.


Seperti di sambar petir di siang bolong, Tuan Adipura Sanjaya merasa jantungnya seperti berhenti berdetak untuk beberapa saat kala mendengar pengakuan istrinya tentang kehamilan Renata.


"Maafkan Rena sudah membuat papah malu dengan kehamilan Rena." tangisan Rena kembali terisak saat melihat kekecewaan di wajah pria yang merupakan cinta pertamanya tersebut.


Tuan Adipura Sanjaya hanya diam tidak menggubris permintaan maaf dari putrinya, mungkin kekecewaannya yang membuat pria itu urung menanggapi permintaan maaf dari Renata.


"Dimas harus segera menikahi kamu." ucap tuan Adipura Sanjaya bisa menebak siapa ayah dari bayi yang ada di dalam kandungan putrinya, kala teringat istrinya yang tadi sempat mengatakan nama mantan kekasih putrinya itu.


Meskipun kekecewaan yang kini di rasakan tuan Adipura Sanjaya jauh lebih dalam di banding Hantara, namun pria itu tetap bersikap bijak dalam mengambil keputusan. walau dalam hati terdalam ingin rasanya ia menghajar habis habisan pria yang telah berani menghamili putri kesayangannya tersebut.


"Tapi pah.... Dimas tidak mencintai Rena, Rena tidak ingin menikah dengan pria yang tidak mencintai Rena pah." ucap Rena hendak menolak keputusan ayahnya, namun sepertinya usahanya akan berakhir sia sia, saat melihat gurat wajah ayahnya seperti tidak ingin mendengar penolakan.


"Papah tidak ingin mendengar penolakan Rena !!! jika tidak mencintai lalu kenapa dia sampai membuat kamu mengandung anaknya." ucap tuan Adipura Sanjaya sebelum melangkah, hendak memutar handle pintu.


"Mau ke mana pah??." tanya Nyonya Merina pada suaminya dengan wajah khawatir, mengingat saat ini suaminya tersebut pasti sedang merasakan kecewa yang begitu dalam akibat kehamilan putri kebanggaannya.


Sementara di tempat yang berbeda, Hantara baru saja kembali di tempat di mana ia menyekap Dimas.


Tanpa banyak bertanya Hantara kembali melayangkan tinjunya ke wajah Dimas secara bertubi-tubi, sehingga membuat Dimas nampak bingung. sepertinya kini kemarahan di wajah Hantara semakin bertambah sejak kembali.


Meski kini wajahnya nampak babak belur akibat pukulan bertubi-tubi yang di berikan Hantara namun Dimas masih nampak diam dengan wajah Bingung.


Beberapa saat kemudian setelah merasa cukup puas menghajar Dimas, tubuh Hantara pun nampak merosot begitu saja ke lantai dengan napas tersengal-sengal.


"Kau benar-benar brengsek." Umpat Hantara seraya memberikan tatapan tajam ke arah Dimas.


Dimas yang mendengarnya terlihat mengeryit bingung dengan wajahnya yang kini berlumuran darah segar.

__ADS_1


"Apa maksud anda??." tanya Dimas dengan suara tak kala tersengal akibat kelelahan mendapat pukulan dari Hantara.


"Kenapa kau menyakiti hampir semua wanita yang aku sayangi, sebelumnya putriku kemudian istriku dan kini kau juga menghamili adik kesayanganku." kini Hantara tak sanggup lagi menahan air matanya, air mata kemarahan akibat perbuatan Dimas terhadap adik kesayangannya.


Deg.


Jantung Dimas seakan berdetak lebih kencang saat mendengar ucapan Hantara.


"Ternyata benar, Renata sedang mengandung, dan anak yang ada di dalam kandungannya pasti milikku." batin Dimas, teringat dirinya lah yang telah merenggut kesucian mantan kekasihnya tersebut di malam itu.


"Kenapa kau melakukan semua itu???? jika kau melakukan kejahatan pada istriku di akibatkan oleh dendam di masa lalumu, lalu apa kesalahan adikku sampai kau juga melampiaskan dendam mu padanya???." tuding Hantara dengan tatapan tajam bak seekor elang yang hendak menerkam mangsanya.


"Aku memang ingin membalas dendam pada istri anda atas kejadian yang menimpa ibuku di masa lalu, tetapi hubungan serta perasaanku pada Renata tidak ada hubungannya dengan itu semua. aku tulus mencintai Renata sejak pertama kali bertemu dengannya, jauh sebelum aku tahu jika Mentari sagita ternyata kakak iparnya." sanggah Dimas atas tudingan Hantara.


Hantara yang mendengarnya terlihat berdecak lidah.


"Ck.... bagaimana aku bisa percaya dengan ucapan pria seperti mu." cibir Hantara.


"Percaya atau tidak itulah kenyataannya, dengan persetujuan anda ataupun tidak aku akan tetap bertanggung jawab atas kehamilan Renata. aku akan menikahinya." jawab Dimas pernah keyakinan.


Mendengar kalimat itu membuat Hantara bangkit dari posisinya hendak berlalu, karena jika terus berada dekat dengan Dimas rasanya Hantara tidak sanggup menahan emosinya dan ingin terus menghajar pria itu.


Untuk sejenak Hantara menghentikan langkahnya, tanpa menoleh pria itu berkata." Jika bukan karena tidak ingin melihat calon keponakanku lahir ke dunia ini tanpa seorang ayah, sudah ku habisi kau sekarang juga." ucapnya sebelum kembali melanjutkan langkahnya.


Sedangkan Dimas yang mendengarnya hanya diam tanpa berniat menimpali ucapan Hantara, karena ia sadar akan kesalahannya. meskipun ia sangat mencintai Renata, tetapi dengan menghamili wanita itu di luar ikatan pernikahan tidak bisa di benarkan.


Kini Dimas kembali teringat akan kondisi Renata yang kini tengah mengandung benihnya." Maafkan mas Renata, mas pasti akan menikahi mu dan kita akan hidup bersama, kamu, mas dan juga calon anak kita." batin Dimas.


Sayang....jangan lupa like, koment, dan Vote sebanyak banyaknya ya,,,,,😊😊😊😊 untuk mendukung karya recehku, biar aku makin semangat lagi dalam menulis..... Love you so much All....😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


One more again...jangan lupa subscribe.... agar mendapatkan notifikasi jika aku kembali membuat karya receh dengan judul terbaru....🙏🙏🙏😍😍😍😍❤️❤️


__ADS_2