Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Kiriman Bunga.


__ADS_3

Keesokan harinya. seperti biasa setelah mengantarkan Akila dan Asyifa ke sekolah, Hantara akan langsung mengantarkan sang istri untuk pergi bekerja sebelum ia menuju perusahaan miliknya.


Pagi ini Kedatangan Gita di sambut Anis di depan Gerbang rumah sakit, mengingat pagi ini Anis akan kembali bertugas di ruang IGD bersama sahabatnya, Gita. Walaupun Anis sendiri merasa aneh mengapa permintaan pemindahan dirinya di ACC kepala Dirut rumah sakit dengan begitu mudah. Tanpa banyak bertanya apa alasan dan sebagainya pada dirinya.


Setelah berpamitan dengan mencium punggung tangan suaminya, Gita turun dari mobil menghampiri Anis yang telah menunggu dirinya.


Hantara menyaksikan punggung sang istri sampai tidak terlihat lagi oleh pandangannya."Semoga kamu senang bisa punya lebih banyak waktu bersama dengan sahabatmu meskipun dalam suasana kerja." Hantara nampak bermonolog sebelum kembali melajukan mobilnya menuju perusahaan miliknya.


Saat itu Hantara Tidak sengaja mendengar obrolan istrinya dan Anis yang sangat ingin kembali di tugaskan di ruangan yang sama, itu sebabnya Hantara menghubungi kepala Dirut rumah sakit untuk mewujudkan keinginan keduanya tanpa sepengetahuan sang istri dan juga Anis.


🌹🌹🌹


Di tengah langkah keduanya Anis dan Gita terlihat mengobrol santai, sampai seketika Anis teringat akan seseorang.


"Tampan juga."Gumam Anis dengan nada lirih saat teringat wajah pria bernama Dimas ketika memperkenalkan diri kemarin. "Tapi tetap saja tak mampu mengalahkan pesona ketampanan Pangeranku." Anis kembali melanjutkan ucapannya sembari membayangkan wajah seseorang yang membuat senyumnya seolah tak pernah luntur dari wajah cantiknya.


Sehingga Gita yang melihatnya nampak mengeryit heran."Ada apa denganmu?? kenapa kamu senyum sendiri seperti orang Gila??". Tanya Gita beruntun. Di sela langkah keduanya hampir tiba di depan ruang IGD.

__ADS_1


"Mau tau aja atau mau tahu banget??." kelakar Anis sembari menaik-turunkan alisnya. sedangkan Gita yang mendapat jawaban demikian nampak menampilkan wajah yang sengaja dibuat cemberut. dan Anis yang melihatnya bukannya merasa bersalah malah tertawa renyah melihat tingkah menggemaskan sahabatnya.


Gita yang sadar di tertawakan Anis melampiaskan kekesalannya dengan menggelitik pinggang sahabatnya itu, hingga keduanya pun tertawa bersama. sampai dengan suara seseorang membuat senyum keduanya pudar seketika.


"Kamu pake pelet apa hah??." Dr Siren yang kini berdiri di depan pintu ruang IGD melontarkan tudingan sembari menatap sinis ke arah Gita.


"Maaf Dr Siren saya tidak paham dengan maksud anda." Jawab Gita seadanya.


"Aku lupa....mana ada maling mau mengaku." Sindir Dr Siren sembari.


Gita melangkah menghampiri sebuket bunga yang menjadi arah pandang Dr Siren barusan.


"From Dimas Satria Prayoga To Dr Gita." Kalimat yang tertulis di kartu ucapan.


"Sepertinya anda sudah salah paham Dr Siren. kemarin Dr Atala dan Timnya berhasil melakukan operasi Caesar pada seorang wanita yang mengalami kecelakaan. buket bunga ini sepertinya pemberian dari kakak pasien, saya rasa bunga ini di tujukan untuk semua tim Dr yang terlibat kemarin." Gita mencoba memberi pengertian pada wanita arogan tersebut, mengingat ia sendiri tidak begitu mengenal secara personal dengan pria itu jadi mana mungkin buket bunga itu di kirim untuk dirinya.


Dr Siren nampak diam seperti sedang berpikir.

__ADS_1


Dr Siren kembali memandang sinis ke arah Gita."Jujur... aku tidak peduli kau mau dekat dengan pria manapun asalkan pria itu bukan Tuan Hantara. karena tuan Hantara sebentar lagi akan menjadi milikku, jadi jangan pernah bermimpi untuk bisa mendekatinya!!." dengan percaya dirinya Dr Siren memberi peringatan pada Gita sebelum wanita itu melangkah pergi dengan sombongnya.


Gita menanggapi ancaman Dr Siren dengan wajah tenang meski tak sedikit aura takut di wajahnya, berbeda dengan Anis yang nampak geram.


"Wanita itu benar benar ya." Kalau saja Gita tidak memberi isyarat agar tak meladeni Dr Siren, mungkin saat ini kepalan tangan Anis tak akan melayang di udara melainkan di wajah wanita itu.


"Sudahlah tidak perlu di tanggapi!!." ucap Gita sembari menarik tangan kiri Anis sementara tangan sebelah kanan gadis itu melayang begitu saja di udara.


Pandangan Anis beralih ke arah buket bunga yang terletak di atas meja kemudian mengambil alih kartu ucapan pada genggaman Gita."Apa kamu yakin bunga ini di kirimkan pria itu untuk semua Tim dokter bukannya khusus untuk kamu?." ucap Anis saat melihat dengan jelas nama Gita tertera di dalam kartu ucapan tersebut.


"Aku rasa begitu, lagi pula untuk apa dia mengirim bunga ini khusus untukku, sedangkan yang melakukan tindakan operasi kemarin Dr Atala??." jawab Gita yang merasa jika dugaan Anis tidak berdasar, bisa jadi pria itu menulis nama dirinya hanya karena kebetulan.


"Benar juga."kata Anis setelah menimbang nimbang ucapan Gita ada benarnya.


Anis dan Gita kemudian mulai melakukan tugas mereka dengan melayani pasien yang berdatangan dengan berbagai macam keluhan.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote like and koment ya guys,,,,!!! 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


I LOVE YOU ALL 😘😘😘😘😘


__ADS_2