Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Nasehat untuk sahabat.


__ADS_3

Menunggu bi Ela yang tak kunjung tiba membawa minuman dan juga camilan yang di minta olehnya, Gita pamit sejenak pada kedua sahabatnya menuju dapur.


"Aku rasa sebaiknya kau berpikir lebih matang lagi, jangan karena tidak ingin terlambat menikah kau sampai salah memilih pasangan hidup !!!."


Setelah kepergian Gita, Rahma mencoba memberi pengertian pada Anis. Sebagai sahabat tentunya Rahma tidak ingin sahabatnya tersebut sampai salah memilih pasangan hidup karena menikah bukanlah perihal siapa yang lebih dulu, tetapi bagaimana kita menjalani kehidupan dalam berumah tangga.


"Kau tahu sendiri kan bagaimana nasib rumah tangga yang kini aku jalani, Tidak mudah menjalani rumah tangga dengan pria yang selalu bersikap dingin pada kita." lanjut Rahma. mengingat dirinya pernah mencurahkan isi hatinya tentang keadaan rumah tangganya, Rahma yakin Anis paham dengan maksud ucapannya.


Saat bercerita wajah Rahma berubah sendu sehingga membuat Anis tak tega melihatnya.


Anis mengelus punggung Rahma sebagai seorang sahabat tentu saja Anis bisa merasakan kesedihan Rahma saat ini.

__ADS_1


"Aku percaya kau wanita yang kuat, aku yakin suatu saat kau bisa membuktikan pada suamimu jika kau tidak seperti yang dia pikirkan."


"Tersenyumlah!!!." mana Rahma yang selama ini aku kenal kuat?? Jangan lemah hanya dengan sikap acuh Riko padamu selama ini, buktikan padanya jika kau sebuah berlian berharga yang tak pantas di acuhkan bahkan olehnya sekalipun." lanjut Anis seolah menyemangati Rahma dan sepertinya ucapan Anis mampu membuat Rahma semakin semangat untuk menghadapi sikap dingin Riko untuk membuktikan jika dirinya tak bersalah.


Melihat kedatangan Gita membuat obrolan keduanya terhenti, bukannya ingin merahasiakan hal itu dari Gita, namun keduanya tidak ingin Gita yang baru saja melahirkan jadi kepikiran dengan kondisi rumah tangga sahabatnya itu.


Masih di kediaman Hantara namun di ruangan yang berbeda, Hantara dan kedua sahabatnya, Damar dan juga Riko tengah membahas tentang rencana mereka besok yang ingin menghabiskan weekend dengan kegiatan memancing.


Obrolan ketiganya terus berlanjut sampai dengan Hantara teringat akan sikap dingin Riko pada Dr Atala.


"Sampai kapan kau akan bersikap seperti itu pada adik sepupumu sendiri??." paham jika pertanyaan yang di lontarkan Hantara di tujukan padanya, Riko pun menatap datar ke arah Hantara tanpa memberi jawaban.

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak akan ikut campur dalam masalah rumah tanggamu, tetapi sebagai sahabat aku hanya ingin memberitahukan padamu, belum tentu apa yang kau lihat itu adalah kebenarannya." lanjut Hantara saat melihat Riko masih diam, seolah tak ingin membahas masalah itu.


Obrolan ketiganya tak berlanjut lagi saat pintu ruangan telah terbuka dan Armada masuk ke dalam ruang kerja Hantara setelah lebih dulu mengetuk pintu.


"Tuan, semua persiapan untuk besok sudah saya siapkan." Armada sekedar memberi laporan pada Hantara.


"Baiklah, terima kasih."


Setelahnya Armada pun pamit kembali ke perusahaan karena masih banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan oleh pria itu.


Tak selang berapa lama, Damar dan juga Riko pun turut pamit meninggalkan kediaman Hantara. Jika Damar kembali seorang diri berbeda dengan Riko yang kembali ke apartemen bersama dengan sang istri, Rahma. Meski di dalam mobil suasana nampak hening, tak ada yang mulai memecahkan keheningan.

__ADS_1


__ADS_2