Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Malam pengantin 1.


__ADS_3

Tanpa terasa waktu kini telah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, mungkin karena terlalu lama berdiri menyalami tamu undangan yang datang mengucapkan selamat, Renata merasa kakinya cukup pegal.


Dimas yang memperhatikan Renata nampak memijat kakinya segera menghampiri istrinya tersebut kemudian dengan sedikit berjongkok pria itu mulai memijat lembut kaki Renata.


Renata sempat terkesiap dengan tindakan Dimas.


"Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri!!." tolak Renata merasa sungkan suaminya tersebut memegang kakinya.


"Kamu pasti sangat lelah, biarkan aku memijatnya."tebak Dimas, pria itu kekeh memberi pijatan lembut di kaki istrinya seolah tidak peduli dengan penolakan Renata, dan pada akhirnya Renata pun memilih membiarkan Dimas memijat kakinya karena saat ini kakinya terasa sangat pegal.


Setelah merasa pijatan Dimas cukup mengurangi rasa pegal di kakinya Renata kemudian meminta pria itu untuk berhenti melakukannya.


"Jika membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk mengatakannya padaku, karena aku ini suamimu!!! sudah sepantasnya seorang suami menyediakan kebutuhan istrinya!! ucap Dimas seraya mengusap puncak kepala Renata yang kini masih mengenakan gaun pengantin.


Sedangkan Renata yang mendengarnya hanya menatap nanar ke arah suaminya itu." Jangan terlalu perhatian padaku, aku takut salah paham akan perhatian yang kau berikan padaku!!." ucapnya sebelum berdiri dari sofa hendak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Dengan cepat Dimas mencekal lengan istrinya." Aku hanya melakukan sesuatu yang sudah seharusnya aku lakukan pada istriku." ucapan Dimas membuat Renata tersenyum miring mendengarnya.


"Sebelumnya aku ucapkan terima kasih, tetapi sebaiknya kau tidak perlu melakukannya apalagi hanya karena aku tengah mengandung anakmu!!." ujar Renata seraya mencoba melepaskan cekalan tangan Dimas pada lengannya, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.


Naasnya baru saja berada di kamar mandi, Renata justru merasa kesulitan untuk melepaskan kancing gaun pengantin yang kini masih melekat pada tubuhnya.


"Si_al, tidak mungkin aku minta bantuan mas Dimas untuk melepas kancing gaun ini." umpat Renata kesal, karena belum juga berhasil melepas kancing gaun pengantin di tubuhnya.


Setengah jam berlalu namun Renata belum juga keluar dari kamar mandi, sehingga membuat Dimas mulai cemas di buatnya.

__ADS_1


"Renata...apa kamu baik baik saja, apa belum selesai mandinya??."ucapan Dimas yang disertai ketukan berkali-kali dari balik pintu kamar mandi membuat Renata mulai panik.


"Oh astaga.. bagaimana ini, jangankan mandi, bahkan gaun pengantin ini saja masih melekat di tubuhku???." gumamnya bingung.


"Renata....???Renata...???kalau kamu diam saja akan aku dobrak pintunya." ucap Dimas panik karena belum juga mendapat sahutan dari istrinya.


Dimas yang belum juga mendapat sahutan dari istrinya itu pun mulai mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar mandi, namun baru saja Dimas hendak mundur beberapa langkah ia mendengar suara pintu kamar mandi di buka dari dalam.


Kening Dimas nampak berkerut bingung saat melihat istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi masih Dengan gaun pengantin yang melekat pada tubuhnya."Kenapa kau belum juga mandi??." tanyanya bingung.


"Bagaimana bisa mandi jika aku tidak bisa melepaskan kancing gaun ini." jawab Renata seraya memasang wajah sebal hingga membuat bibirnya nampak mengerucut dan hal itu membuat Dimas nampak gemas melihatnya.


Dimas nampak menyunggingkan bibirnya ke samping membentuk sebuah senyum kecil." boleh aku membantumu??." Meskipun kini dirinya telah memiliki hak sepenuhnya terhadap Renata namun Dimas memilih bertanya lebih dulu.


Renata yang mendengarnya terlihat seperti sedang berpikir." Baiklah, tapi ingat jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan!!" akhirnya Renata pun terpaksa menerima tawaran dari Dimas untuk membantunya melepaskan kancing gaun pengantin tersebut.


"Apa maksudnya??." batin Renata .


Gleg.


Dengan susah payah Dimas menelan salivanya saat pandangan matanya tertuju pada punggung istrinya yang terlihat putih bersih tanpa noda sedikitpun, saat dirinya berhasil melepas kancing gaun pengantin pada tubuh istrinya.


"Cepatlah, aku sudah sangat gerah sekali ingin segera mandi!!." gerutu Renata yang posisinya kini membelakangi Dimas.


Perasaan ingin kembali menikmati indahnya kejadian malam indah mereka beberapa bulan yang lalu kini terlintas di benak Dimas.

__ADS_1


Hingga tanpa sadar pria itu mengecup lembut punggung istrinya dan hal itu sontak membuat Renata terdiam seketika, apalagi saat ini ia mulai merasakan hangatnya pelukan suaminya.


Untuk beberapa saat Renata memejamkan matanya menikmati pelukan Dimas, sebelum beberapa saat kemudian Renata seolah tersadar lalu mencoba untuk melerai pelukan Dimas kemudian beranjak ke kamar mandi tanpa sepatah kata pun.


Dimas menatap pintu kamar mandi di mana baru saja Renata menghilang di baliknya."Apakah salah jika aku begitu menginginkanmu, Renata??." gumam Dimas lalu mengusap wajahnya sebelum beranjak duduk di tepi ranjang hotel.


Sementara di balik benda persegi panjang Kini Renata terlihat menyandarkan tubuhnya pada daun pintu kamar mandi."Aku takut tidak mampu membentengi hatiku jika kita kembali melakukannya mas, karena aku masih sangat mencintaimu." gumam Renata dengan nada lirih seraya memejamkan matanya.


Tiga puluh menit berlalu Renata pun keluar dari kamar mandi masih Dengan mengenakan bathrob.


Entah kenapa Renata merasa sikap Dimas sedikit berubah, wajah pria itu kini nampak datar."Apa mas Dimas marah padaku??." tebak Renata dalam hati mengingat tadi ia sempat melepas pelukan suaminya begitu saja.


"Aku sudah selesai, jika kau ingin mandi silahkan!!." ucap Renata sembari menoleh ke arah Dimas yang baru saja berdiri dari duduknya.


Dimas nampak meraih sebuah handuk berwarna putih sebelum melangkah menuju kamar mandi, namun baru beberapa langkah pria itu terlihat menghentikan langkahnya sejenak."Bolehkah kamu kembali memanggilku dengan sebutan, mas, sama seperti dulu!!." ucapnya tanpa menoleh, sedangkan Renata yang mendengarnya memilih diam.


"Aku hanya tidak ingin orang orang berpikir jika istriku tidak sopan terhadap suaminya sendiri!!" lanjut Dimas sebelum kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.


"Sepertinya aku memang sudah keterlaluan sekali karena memanggil suamiku sendiri dengan sebutan, kau."batin Renata setelah berpikir sejenak.


Beberapa saat kemudian, Dimas pun keluar dari kamar mandi hanya dengan selembar handuk yang dililitkan pada pinggangnya.


Sebagai seorang pria yang selalu rajin berolahraga untuk menjaga bentuk tubuhnya, membuat bentuk tubuh Dimas menjadi idaman kaum hawa, tidak terkecuali sang istri, Renata.


Apalagi saat ini tetesan sisa air di rambutnya nampak jatuh membasahi bahu pria itu, semakin menambah kesan seksi pada tubuh Dimas.

__ADS_1


"Apa tidak bisa mengenakan pakaian lebih dulu sebelum keluar dari kamar mandi??." ujar Renata dengan nada sedikit ketus sembari memalingkan wajahnya dari Dimas.


"Untuk apa aku melakukannya, bukankah kamu sudah pernah melihat semuanya." jawab Dimas dengan santainya, sehingga membuat Renata nampak berdecak kesal tidak habis pikir.


__ADS_2