Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Tiga sahabat.


__ADS_3

Gita yang sudah terbiasa bekerja nampak bosan berdiam diri di rumah. Hantara memang belum mengizinkannya untuk kembali bekerja sampai dengan waktu yang belum di tentukan oleh pria itu.


Tiba tiba Gita teringat jika hari ini kebetulan Jadwal jaga Anis sedang Free di rumah sakit. dia pun memutuskan untuk menghubungi sahabatnya tersebut.


Tut...Tut...Tut.... beberapa kali melakukan panggilan Anis belum juga mengangkat panggilannya. "Apa jangan jangan Anis belum juga bangun??." gumam Gita yang kini masih meletakkan ponsel di telinga setelah kembali melakukan panggilan yang kesekian kalinya.


Barulah empat kali melakukan panggilan baru panggilannya tersambung. "Hemt." Gita nampak menggeleng ketika mendengar suara berat Anis di seberang telepon.


"Jam segini kamu baru bangun???" tebak Gita yang tidak habis pikir ternyata ada anak gadis tidurnya seperti kebo.


Anis merubah posisi tidurnya, masih dengan posisi mata terpejam gadis itu berucap. "Ini masih terlalu pagi Gita, Lagian tumben kamu telepon pagi pagi begini, ada apa??." kata Anis.


"Pagi dengkulmu...ini sudah jam 9 Anis." jawaban Gita membuat Anis terkesiap, gadis itu nampak membuka matanya lebar kemudian memandang ke arah jam weker yang berada di atas nakas.


"Astaga..."Masih dengan memposisikan ponsel di telinga Anis bergegas turun dari tempat tidur. "Bagaimana aku bisa lupa kalau pagi ini aku janjian dengan Rahma di cafe. semalam aku juga menghubungimu untuk mengabarkan tapi ponselmu di luar area." lanjut Anis. sedangkan Gita kembali teringat semalam sebelum tidur ia lebih dulu mematikan ponselnya untuk mengisi daya.


"Setengah jam lagi kita bertemu di cafe biasa." ucap Anis sebelum memutuskan sambungan telepon secara sepihak sehingga membuat Gita memasang wajah sebal. sebuah cafe favorit ketiganya saat kegabutan melanda ketika kuliah dulu.


Namun beberapa saat kemudian wajah sebal Gita berubah menjadi senyuman."Akhirnya kita bisa segera berkumpul lagi seperti dulu." Gita bermonolog sambil mengingat kegilaan kecil mereka di waktu senggang kuliah dulu atau lebih tepatnya kegilaan kedua sahabatnya. salah satunya dengan bernyanyi mengikuti lantunan musik yang di nyanyikan penyanyi cafe hingga ketiganya menjadi pusat perhatian pengunjung cafe yang lainnya.


Namun saat kembali ke kamar untuk bersiap Gita teringat suaminya."Apa sebaiknya aku minta izin pada mas Hantara lebih dulu??." gumam Gita. beberapa saat kemudian setelah menimbang nimbang Gita pun mengirim pesan pada suaminya.


*

__ADS_1


Sementara di gedung Putra Adipura Sanjaya group, Hantara nampak senyum sendiri saat membaca pesan dari istrinya. wanita itu bahkan sampai mengirim beberapa buah pesan padanya saat Hantara sengaja belum juga membalas pesannya.


"Mas aku mau minta izin keluar sama Anis dan Rahma boleh??." pesan pertama yang di kirim Gita hanya di baca oleh Hantara namun belum di balasnya.


"Aku janji tidak akan pulang terlambat mas." pesan kedua yang di kirim Gita namun masih belum di balas oleh Hantara. tanpa sepengetahuan pria itu sang istri kini sudah nampak menggerutu tidak jelas saat melihat pesan yang dikirimnya nampak centang dua telah berubah biru yang artinya sudah terbaca.


"Boleh ya suamiku sayang....." pesan ketiga Gita membuat Hantara nampak tersenyum saat membacanya. sedangkan Gita yang baru saja mengirim pesan padanya merasa geli sendiri dengan pesan yang baru saja di kirimnya. Demi bertemu dengan kedua sahabatnya Gita rela mengetik pesan seperti itu, pesan yang membuatnya bergidik geli sendiri.


Hantara mulai mengetik sebuah balasan pesan pada istrinya. "Apa untungnya bagiku jika aku mengizinkan kamu pergi?? lagi pula aku ini seorang pengusaha, aku tidak akan melakukan sesuatu yang tidak membawa keuntungan bagiku." Hantara pun nampak tersenyum penuh kemenangan, usai mengirim pesan balasan pada sang istri.


"Aku janji akan menuruti keinginan mas jika mengizinkan aku bertemu dengan kedua sahabatku." balasan pesan dari Gita membuat Hantara tersenyum menyeringai. "Pergilah...!!! tapi ingat, malam ini aku pasti akan menagih janji.!!." pesan terakhir yang di kirim Hantara sebelum kembali memfokuskan diri pada pekerjaannya.


🌹🌹🌹


Gita yang baru saja turun dari mobil nampak mengeryit saat melihat pria itu belum juga pergi."Anda boleh pergi!! akan ku hubungi lagi nanti." ucap Gita ramah.


"Maaf Nona...tapi saya ditugaskan oleh tuan untuk tetap di sini menunggu anda." jawaban Pria itu membuat kedua bola mata Gita membulat sempurna. "Apa???." Gita benar benar tidak habis pikir dengan pemikiran suaminya itu. bisa bisanya pria itu meminta seseorang yang di ketahui Gita merupakan salah satu dari bodyguardnya untuk tetap berada di sana menungguinya seperti tawanan.


Gita yang ingin protes segera menghubungi suaminya. namun baru saja panggilan tersambung ucapan Hantara membuatnya urung.


"Tetap membiarkannya menunggu di sana atau kembali ke rumah sekarang???" ucap Hantara saat panggilannya baru saja tersambung. pria itu seperti tahu apa yang akan di katakan istrinya sehingga langsung menjawab sebelum Gita mengeluarkan sepatah katapun.


"Baiklah.." jawab Gita dengan wajah pasrah. setelahnya Gita pun memutuskan sambungan telepon kemudian berjalan memasuki pintu masuk cafe. dia menyapu pandangan ke seluruh ruangan untuk mencari keberadaan kedua sahabatnya. hingga pandangan Gita jatuh pada satu meja yang kini di tempati oleh Anis dan Rahma. dan Secara bersamaan keduanya nampak melambai ke arah Gita.

__ADS_1


Gita pun berjalan menghampiri Keduanya.


"Ciiiiieeeee....yang punya suami posesif." ledek Anis saat Gita baru saja bergabung dengannya dan Rahma. secara tidak sengaja Anis tadi melihat Gita turun dari sebuah mobil namun yang mengejutkan Anis, pria yang berpenampilan layaknya bodyguard tersebut masih setia berdiri di samping mobil. Anis yang sedikit banyak tahu sikap Hantara bisa menebak jika suami dari sahabatnya itu sengaja memerintahkan salah satu bodyguardnya tersebut untuk menjaga istrinya.


"Tuan Hantara memang paket komplit. Aaaaahhhh.... aku jadi tidak sabar ingin segera menikah dengan pangeran pujaanku." lanjut Anis dengan senyum berseri, berharap suatu saat pangeran pujaan hatinya juga akan bersikap semanis tuan Hantara pada istrinya. gadis itu seperti sedang membayangkan sesuatu saat berucap sehingga membuat Gita dan Rahma saling memandang dengan tatapan curiga.


Senyuman Anis seketika memudar saat merasakan sakit di keningnya akibat sentilan nakal tangan Rahma. "Apa apaan sih kamu...apa kamu ingin keningku benjol??." Ucap Anis dengan wajah sebal.


"Lagian...kamu pake senyum sendiri kayak orang gila." jawab Rahma tak mau kalah sedangkan Gita nampak menggeleng melihat tingkah Anis dan Rahma.


"Sepertinya aku memang sudah tidak waras karena pria itu??." gumam Anis dengan nada lirih. namun masih terdengar oleh Rahma dan juga Gita.


"Pria itu, siapa??." tanya keduanya hampir bersamaan.


Bukannya menjawab Anis malah nampak nyengir kuda. "Ada deh." jawabnya, sehingga membuat Rahma dan Gita hanya bisa menghembus napas bebas di udara.


Di tengah obrolan keduanya tiba tiba pandangan Rahma tertuju pada seseorang yang baru saja tiba bersama dengan seorang pria paru baya.


"Bukankah pria itu sahabat suami kamu Gita??." ucap Anis saat mengikuti arah pandang Rahma.


Jangan lupa like, koment, and Vote ya,,,,,🙏🙏🙏


I LOVE YOU ALL....😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2