Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Merindukan istriku.


__ADS_3

Sore harinya Gita kembali ke rumah dengan menumpangi sebuah taksi Online, bukan karena Hantara tidak ingin menjemput dirinya. namun Gita sengaja mencari alasan Agar pria itu tidak datang untuk menjemput dirinya.


Bukan tanpa alasan Gita melakukan itu, mengingat saat ini Dr Siren begitu memperhatikan gerak-geriknya saat hendak meninggalkan rumah sakit sore ini. bukannya Takut pada wanita itu hanya saja Gita tidak ingin menciptakan suasana tak nyaman di lingkungannya bekerja. jika terus ribut dengan wanita itu.


Gita tiba di rumah sekitar pukul empat sore. Gita nampak tersenyum saat melihat kedua putrinya yang tengah bermain di taman belakang dengan di temani baby sitter serta Bu Dian.


"Anak anak mama lagi ngapain nih??." tanya Gita yang gemas dengan tingkah keduanya. Akila yang semakin pandai dalam menggambar sementara Asyifa sendiri semakin hari semakin jelas dalam berbicara Meksi usianya baru menginjak tiga tahun.


"Ini mah Akila sedang menggambar wajah papa, mama, Akila dan Asyifa." jawab Akila sembari menunjukkan hasil gambarnya yang nyaris selesai.


"Wah.... cantiknya." pujian Gita membuat Akila tersenyum bahagia.


"Kak...kenapa wajah adik tidak mirip seperti wajah mama sih??." dengan wajah gemasnya Asyifa memprotes gambar yang baru saja di buat Akila.


"Iya dong dek,,,wajah adik kan lebih mirip sama wajah papa." jawaban Akila membuat Gita dan Bu Dian saling pandang untuk beberapa saat.


"Kamu bisa saja kak." ucap Gita tersenyum tetapi entah mengapa ucapan Akila membuat Gita berpikir untuk sejenak. " Apa iya wajah Asyifa mirip dengan wajah mas Hantara." batin Gita, namun dengan cepat ia menepis semua dugaan itu mengingat perkataan itu hanya keluar dari mulut seorang anak berusia lima tahun.


Tidak selang lama Gita pun pamit ke kamar untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa gerah dan lengket.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Di perusahaan Putra Adipura Sanjaya.


Hantara nampak masih sibuk dengan dokumen yang menumpuk di atas meja kerjanya. meski berstatus sebagai pemilik perusahaan, tidak membuat Hantara serta Merta melimpahkan semua pekerjaan dan tanggung jawab pada pegawainya. Hantara sudah terbiasa memeriksa lebih dulu semua dokumen yang di telah di selesaikan pegawainya sebelum menandatanganinya. apalagi saat ini Armada selaku asisten pribadinya tengah sibuk mengemban tugas penting darinya.


Tiga puluh menit kemudian Armada nampak memasuki ruangan kerja Hantara setelah mengetuk pintu lebih dulu.


"Bagaimana, apa kau sudah menemukan informasi terbaru??." tanpa basa basi Hantara melontarkan pertanyaan pada Armada. dan pria itu nampak mengangguk sebagai jawaban.


Armada mengambil ponselnya yang berada di saku jas miliknya kemudian mengirimkan sebuah file ke email milik Hantara, setelahnya pria itu meminta Hantara untuk membuka email darinya.


"Ada hubungan apa pria ini dengan Riko dan mengapa nama belakang pria ini sama Dengan nama belakang dokter itu???" tanya Hantara setelah membaca dan melihat gambar yang baru saja di kirimkan Armada padanya.


Hantara nampak memijat pangkal hidungnya saat mendengar penjelasan dari Armada.


"Bagaimana bisa kedua pria ini merupakan saudaranya Riko." gumam Hantara tidak habis pikir. seolah akal sehatnya menolak jika kedua pria yang telah membuatnya berpikir keras akhir akhir ini merupakan saudara dari sahabatnya.


"Apa masih ada lagi yang ingin kau sampaikan??." tanya Hantara saat melihat raut wajah Armada seolah ragu menyampaikan sesuatu padanya.

__ADS_1


Setelah berpikir sejenak Armada kemudian melanjutkan penjelasannya tentang berita yang ia ketahui.


"Pria bernama Andika Mahendra tersebut juga pernah menjalin hubungan dengan mantan istri anda Tuan." lanjut Ucap Armada kemudian menundukkan kepalanya khawatir menjadi sasaran amarah Hantara setelah mendengar penjelasan darinya, namun tidak seperti dugaan Armada pria itu justru tidak memberikan respon berarti.


"Sudah aku duga, saat itu Reva memiliki pria lain sehingga dengan mudahnya meminta bercerai dariku" jawab Hantara dengan wajah tenang.


"Maafkan saya tuan." ucap Armada karena merasa bersalah sudah menyampaikan berita tidak mengenakan untuk atasannya itu.


"Tidak usah di pikirkan....!!! lagi pula jika saat ini aku belum bercerai dengan Reva mana mungkin aku bisa menikah dengan istriku, Gita." wajah Hantara berubah berseri saat menyebut nama sang istri.


"Ternyata benar kata orang... Jika tuhan mengambil seseorang dari kehidupan kita bukan berarti Tuhan tidak sayang, tetapi karena tuhan ingin menggantinya dengan yang jauh lebih baik." lanjut Hantara seolah mengingat kehidupannya yang kini ia jalani terasa jauh lebih indah.


"Anda ingin pergi kemana tuan??." Tanya Armada saat melihat Hantara tiba tiba berdiri dari duduknya dan meraih jasnya yang sebelumnya disampirkan pada bahu kursi kebesarannya.


"Aku mau pulang...aku sudah sangat merindukan istriku." jawab Hantara seadanya. sedangkan Armada hanya bisa menganga saat mendengar pengakuan dari atasannya itu. seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan Hantara.


"Nona Gita Benar-benar sudah banyak merubah karakter anda tuan." batin Armada. Armada seperti tidak percaya jika seorang Hantara yang dulunya memiliki sikap yang begitu dingin terutama pada wanita saat ini bisa sangat merindukan sosok seorang wanita.


Armada masih setia melangkah di belakang Hantara saat pria itu hendak meninggalkan gedung perusahaan.

__ADS_1


"Lanjutkan penyelidikan tentang pria itu!!." titah Hantara sebelum masuk ke mobilnya.


Hantara bukanlah sosok pria yang selalu menginginkan pengawalan khusus terutama pengawalan dari asisten pribadinya, Hantara lebih suka mengemudikan mobilnya sendiri. hanya di saat penting atau di butuhkan saja Armada akan mendampingi dirinya kemana mana.


__ADS_2