Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Kedatangan kedua sahabat.


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Asyifa telah kembali ke rumah karena kondisinya yang semakin hari semakin membaik. sedangkan Gita yang kini tengah hamil muda sengaja mengambil cuti untuk beberapa Minggu ke depan, mengigat dirinya yang kini sering mengalami morning sicknes.


Di perusahaan Putra Adipura Sanjaya.


Pada waktu makan siang Hantara kedatangan dua orang tamu tak di undang yaitu kedua sahabatnya, Riko dan Damar.


Menyadari kedatangan kedua sahabatnya, Hantara pun segera mengakhiri pekerjaannya.


"Kenapa tidak memberi kabar jika kalian ingin ke sini." ujar Hantara seraya menutup laptopnya saat kedua sahabatnya telah menjatuhkan bokongnya masing-masing di Sofa.


"Jika memberi kabar itu bukan surprise namanya." sanggah Damar sebelum menjatuhkan bokongnya di sofa.


Dan Riko mendukung ucapan Damar dengan sebuah anggukan.


"Ck... memangnya siapa yang sedang berulang tahun hingga kalian datang memberi surprise??." seloroh Hantara sebelum ikut bergabung di sofa bersama kedua sahabatnya.


Kini baik Riko maupun Damar duduk berdampingan di sofa Double sedangkan Hantara duduk di sofa single yang berhadapan Dengan Damar dan Riko dengan sebuah meja sebagai perantara.


"Btw... selamat ya atas kehamilan istrimu, ternyata senjata milikmu masih bisa berfungsi dengan baik. aku pikir fungsinya akan berkurang setelah vakum cukup lama." kelakar Damar di akhir kalimatnya.


"Sorie kawan aku hanya bercanda heeeheeeheee...." lanjut ucap Damar di akhiri dengan tawa renyah di akhir kalimatnya saat melihat tatapan Hantara.


"Untungnya saat itu kau telah mengungkapkan perasaanmu pada istrimu, jika tidak bisa saja Gita berpikir jika anak dalam kandungannya hadir tanpa rasa cinta dari ayahnya." timpal Riko dengan nada serius sehingga membuat Hantara mery bersyukur karena saat itu secara tidak langsung dia mendengarkan nasehat dari Riko.


"Ternyata ucapanmu benar, wanita tak hanya membutuhkan sikap dan perlakuan untuk mengungkapan rasa cinta tetapi mereka juga membutuhkan ungkapan secara lisan." jawab Hantara membenarkan pernyataan Riko.


"Lagi pula tidak semua wanita di dunia ini memiliki sifat tidak tahu diri seperti mantan Istrimu itu, yang sengaja berbuat sesuka hati padamu ketika mengetahui kau begitu mencintainya ketika kalian masih bersama dulu." ucap Riko ingin mematahkan pemikiran Hantara tentang sosok wanita. karena hal itu tidak berlaku pada Gita.

__ADS_1


Sebulan sebelum mengetahui kabar kehamilan istrinya, Hantara sempat berbincang dengan Riko. entah mengapa topik pembicaraan keduanya berujung membahas tentang pernikahannya dan Gita.


Saat itu Riko menyarankan Hantara untuk mengungkapkan perasaannya pada istrinya, karena bagaimanapun seorang wanita juga butuh pengakuan cinta dari suaminya. Riko berani berkata demikian sebab yakin jika Sahabatnya itu telah jatuh hati pada sang istri meski tak mengakui secara gamblang.


Hingga sebuah kejadian Gita hampir saja dicelakai oleh seseorang membuat Hantara tanpa sadar merealisasikan usulan Riko untuk mengungkapkan perasaannya pada istrinya.


Kini di ruang kerja Hantara empat orang pria berbincang serius, lebih tepatnya tiga orang karena Armada sendiri lebih fokus menjadi pendengar.


Hingga pertanyaan Hantara membuat pria itu buka suara.


"Sepertinya orang itu cukup pandai sehingga tak ada satupun bukti akurat yang bisa kami temukan setelah memeriksa CCTV di club XXX malam kejadian itu tuan." terang Hantara tentang sosok misterius yang telah menjadi dalang penabrakan Asyifa dan juga Gita, sebelum kemudian Armada mengirimkan sebuah file ke ponsel Hantara dan meminta tuannya itu untuk segera membukanya.


"Sepertinya orang ini sudah merencanakan semuanya dengan matang, bahkan dia sengaja menyuruh seseorang yang baru di kenalnya untuk melancarkan aksinya." ucap Hantara dengan rahang mulai mengeras setelah menyaksikan rekaman CCTV di club XXX saat malam itu.


"Tapi aku rasa target pria itu adalah istrimu." tebak Damar yang tadi ikut Menyaksikan rekaman CCTV.


"Apa maksudmu?? tanya Hantara seolah ingin menepis prasangka nya selama ini, Jika ada seseorang yang sengaja ingin mencelakai istrinya. bahkan dengan menjadikan Asyifa sebagai sarana untuk menyakiti istrinya.


Mendengar jawaban Damar membuat Hantara mengusap wajahnya Frustrasi kemudian berucap. "Jika memang dugaanku selama ini benar, lalu siapa sebenarnya orang itu dan apa niatnya melakukan semua itu pada istriku??." ujar Hantara.


"Itu yang menjadi tugas untuk kita saat ini. mencari tahu siapa sebenarnya orang itu dan apa niatnya sebenarnya." Kini Riko ikut menimpali.


"Armada." seru Hantara pada Armada yang setia berdiri di samping sofa tempat dirinya tengah duduk.


"Iya tuan." jawab Armada.


"Perketat pengamanan di rumah saya dan segera kabari saya jika ada sesuatu yang mencurigakan!!." titah Hantara kemudian memijat pangkal hidungnya yang kini terasa berdenyut.


"Baik tuan." jawab Armada patuh sebelum meraih ponselnya di saku jas miliknya lalu melakukan panggilan telepon pada seseorang.

__ADS_1


Di sela obrolan mereka, tiba tiba suara ketukan di Balik pintu mengalihkan perhatian ke empat pria tampan tersebut.


"Masuk!!." titah Armada saat mendapat jawaban dari tatapan Hantara.


"Maaf tuan, tuan Dimas satria Prayoga baru saja tiba dan beliau menunggu anda di meeting room." kata Sela sekretaris Hantara.


"Katakan pada tuan Dimas jika Tuan Hantara akan segera ke sana." bukan Hantara yang menjawab melainkan Armada selaku asisten pribadi Hantara.


"Baik tuan." jawab Sela setelah menatap genit ke arah Riko. sedangkan yang di tatap bukannya tergoda malah bergidik ngeri.


"Tak ada tali rotan pun jadi, tak dapat tuan Hantara tuan Riko pun jadi. lagi pula sama sama ganteng." batin Sela tersenyum.


Riko nampak menggeleng saat melihat Tingkah Sela yang nampak begitu percaya diri, sehingga secara tidak sadar pria itu berucap dalam hati. "Bagaimana aku bisa tergoda pada wanita itu jika calon istriku jauh lebih cantik darinya." secara tidak sadar Riko memuji kecantikan seorang gadis yang pernah dikatakannya kurang waras.


"Astaga...apa aku sudah gila, bagaimana mungkin aku bisa memuji gadis itu ."Riko menggeleng gelengkan kepalanya seolah menepis apa yang baru saja dikatakannya akan sosok calon istrinya.


🌹🌹🌹


Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda, Anis dan Rahma sengaja datang ke kediaman Hantara untuk mengunjungi Gita.


"Seperti yang kalian lihat aku baik baik saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan." ucap Gita seolah menjawab kecemasan di wajah kedua sahabatnya.


"Sebagai seorang dokter kalian pasti tahu jika morning sicknes itu merupakan hal yang wajar di trimester pertama, jadi kalian tidak perlu mencemaskan aku." lanjut Gita dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Gita tahu betul jika saat ini kedua sahabatnya itu sangat mencemaskan keadaannya, tapi dia juga kasian jika Rahma dan Anis harus mengorbankan waktu istirahat makan siang mereka hanya di gunakan untuk mengunjungi dirinya.


"Baiklah kalau begitu, tapi ingat jika kau butuh sesuatu segera kabari kami!!." ucap Rahma dan Anis pun turut mengiyakan ucapan Rahma.


"Kalian memang sahabat terbaikku, thank you for everything." Ucap Gita sebelum ketiganya berpelukan untuk beberapa saat.


"Kalian harus terus semangat bekerja tidak perlu terlalu memikirkan aku, lagi pula di sini aku di perlakukan layaknya ratu oleh suamiku tercinta." kelakar Gita sengaja memancing tawa kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Cie....yang jadi istrinya pengusaha kaya." Anis pun menjawab ucapan Gita, hingga ketiganya tertawa bersama. Sebuah tawa lepas yang sama seperti dulu saat mereka masih berstatus mahasiswi di kampus.


Sayang sayangku jangan lupa dukungannya ya,,,,dengan cara Vote, koment, like anda subscribe 🙏🙏🙏


__ADS_2